diff --git a/src/id/README.md b/src/id/README.md
new file mode 100644
index 00000000..c608976c
--- /dev/null
+++ b/src/id/README.md
@@ -0,0 +1,114 @@
+---
+home: true
+icon: home
+title: Yuorb
+heroImage: /logo.svg
+heroText: Yuorb
+tagline: Tata Bahasa Ithkuil Baru Edisi Revisi Komunitas
+actions:
+ - text: Dokumentasi Resmi yang Direvisi๐ก
+ link: ./docs/
+ type: primary
+
+ - text: Tutorial
+ link: /tutorial/
+
+ - text: Suplemen
+ link: en/sup/
+
+features:
+ - title: Situs Resmi Ithkuil Baru
+ icon: fas fa-book-open-reader
+ details: Yang asli
+ link: http://www.ithkuil.net
+
+ - title: Discord
+ icon: fab fa-discord
+ details: Peladen Ithkuil yang paling aktif
+ link: https://discord.gg/PMzFpYJ
+
+ - title: Discord Jepang
+ icon: fab fa-discord
+ details: Peladen Ithkuil untuk para penutur bahasa Jepang
+ link: https://discord.gg/8ACHfqNwwb
+
+ - title: Reddit
+ icon: fab fa-reddit-alien
+ details: Forum Ithkuil
+ link: https://www.reddit.com/r/Ithkuil/new/
+
+ - title: Telegram
+ icon: fab fa-telegram
+ details: Grup Ithkuil
+ link: https://t.me/ithkuil_cn
+
+ - title: QQ
+ icon: fas fa-user-group
+ details: Grup Ithkuil
Klik untuk menyalin nomor grup QQ
+
+ - title: Github
+ icon: fab fa-github-alt
+ details: Proyek-proyek Github
+ link: https://github.com/yuorb
+
+ - title: Ithkuil Place
+ icon: fas fa-box-archive
+ details: Arsip versi-versi sebelumnya
+ link: https://ithkuil.place
+
+copyright: false
+footer: Dilisensikan di bawah CC BY-NC-SA 4.0 | ยฉ 2023-present Yuorb
+---
+
+::: center
+# Interpretes et Programmatei
+:::
+
+
+```component VPCard
+title: ๅคฉ้ชๅผฑ Lucifer Caelius Delicatus
+desc: Hlioลกraumhรข-Ulalรซuฤha hi Allwizyรซilliรถhla Aแธทแธทtแธทiแบdรถvvei Altyaswรซโillรค hiu
+logo: https://avatars.githubusercontent.com/u/12672523?s=400
+link: https://github.com/ryanlo713
+background: rgba(127, 71, 221, 0.1)
+color: var(--my-bg)
+```
+
+```component VPCard
+title: Lomรญrus
+desc: Temporarily vacant
+logo: https://avatars.githubusercontent.com/u/21173956?v=4
+link: https://github.com/lomirus
+background: rgba(127, 71, 221, 0.1)
+color: var(--my-bg)
+```
+
+
+
+------
+
+::: center
+
+# *Yuorb*
+
+Analisis yang diberikan mewakili Batang 0 dari โ-RB- yang dikombinasikan dengan Perspektif Abstrak, yang menunjukkan โSIGNIFIKANSI, TERJEMAHAN, INTERPRETASIโ; pada dasarnya mencakup tujuan organisasi ini.
+
+Maลฃลรซullaitaแบa: a place where one learns to say New Ithkuil
+
+Maลฃลรซullaitaแบa: tempat di mana seseorang mempelajari bahasa Ithkuil Baru
+
+Endonim yang digunakan untuk menyebut bahasa ini adalah
+
+| LETAK | HENTIAN | SENGAUAN |
+|:------:|:------:|:------:|
+| BIBIR | p b | m |
+| APIKO-GIGI | t d | n |
+| VELAR | k g | ล |
+| GLOTAL | สผ | |
+
+| LETAK | GESER | GESEK |
+|:------:|:------:|:------:|
+| BIBIR-GIGI | f v | |
+| ANTARA-GIGI | ลฃ แธ | |
+| APIKO-ALVEOLAR | s z | c แบ |
+| ALVEOLAR-LELANGIT | ลก ลพ | ฤ j |
+| LELANGIT| รง | |
+| VELAR | x | |
+| GLOTAL | h | |
+| SISIAN | ฤผ | |
+
+| LETAK | KEPAK~GETAR | HAMPIRAN |
+|:------:|:------:|:------:|
+| BIBIR-VELAR | | w |
+| ALVEOLAR | r | |
+| LELANGIT | | y |
+| TEKAK | | ล |
+| SISIAN | | l |
+
+
+
+@tab Vokal
+
+
+
+| VOKAL | DEPAN | MADYA | BELAKANG |
+| :--: | :--: | :-: | :-: |
+| TINGGI | i | รผ | u |
+| TENGAH | e รถ | รซ | o |
+| RENDAH | รค | | a |
+
+
+
+::: center
+o u รถ รผ adalah vokal bulat.
+:::
+
+## 1.2 Catatan Pengucapan dan Perbedaan Alofonik {#Sec1_2}
+
+### 1.2.1 Vowels {#Sec1_2_1}
+
+Bunyi vokal yang tercantum di atas diberikan di bawah ini dalam tanda kurung menggunakan Alfabet Fonetik Internasional.
+
+* **a** diucapkan [a] seperti dalam bahasa Spanyol sekelompok hewan yang tampaknya adalah kucing, beberapa di antaranya lebih mirip kucing daripada yang lain
+
+@tab Spherical shape (Bentuk bola)
+
+sekelompok objek bulat yang saling bersentuhan/terhubung satu sama lain, beberapa di antaranya tampak seperti bola, yang lainnya kurang begitu
+
+@tab Motion (Gerakan)
+
+Si pengemudi mengemudikan mobil melewati serangkaian tikungan dengan ukuran yang berbeda-beda.
+
+:::
+
+## 3.2 Pertalian {#Sec3_2}
+
+Sementara kategori Konfigurasi dari bagian sebelumnya membedakan hubungan antara anggota individu suatu himpunan berdasarkan keserupaan fisik, keterhubungan fisik, dan jumlah entitas komponen, kategori Pertalian berfungsi untuk membedakan hubungan antar anggota berdasarkan tujuan, fungsi, atau manfaat subjektif. Pertalian beroperasi secara sinergis bersama dengan Konfigurasi untuk menggambarkan keseluruhan hubungan kontekstual antara anggota suatu himpunan. Seperti Konfigurasi, makna kata benda atau kata kerja dalam berbagai afiliasi seringkali melibatkan perubahan leksikal ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
+
+Kembali ke contoh kita sebelumnya tentang kata Dia memiliki/menunjukkan/sedang menunjukkan akal sehat.
+
+Kegemarannya adalah tari / Dia merasa gemar tari.
+
+Penyakit merajalela di sana.
+
+Mereka sedang makan.
+
+Saya membuat anak itu memakai jaket.
+
+Citah itu sedang berlari.
[Implikasinya hanyalah untuk menyoroti keadaan hewan saat ini, misal, untuk fokus pada kecepatan atau keanggunannya, bahwa berlari adalah karakteristik spesies tersebut, dll.]
+
+@tab DINAMIS
+
+Dia menggunakan/menerapkan/mendemonstrasikan akal sehat.
[*jika menekankan perubahan keadaan yang menguntungkan sebagai hasilnya]
+
+Kegemarannya adalah menari / Dia merasa gemar menari.
+
+Penyakit menyebar luas di sana.
+
+Saya memakaikan jaket pada anak itu.
+
+Citah itu sedang berlari.
[Implikasinya adalah untuk menyoroti bahwa ia bertindak untuk mengejar mangsa, mencapai tujuan, melarikan diri dari predator, dll.]
+
+:::
+
+## 3.9 Konteks {#Sec3_9}
+
+**Konteks** adalah kategori morfologis lain yang tidak memiliki padanan dalam bahasa lain. Konteks menunjukkan fitur atau aspek nyata maupun tidak nyata dari suatu bentuk yang secara psikologis tersirat dalam ujaran tertentu. Tidak ada cara untuk menunjukkan hal ini dalam terjemahan selain melalui parafrase. Terdapat empat konteks: **EKSISTENSIAL**, **FUNGSIONAL**, **REPRESENTASIONAL**, dan **AMALGAMATIF**, yang dijelaskan pada Bagian 3.9.1 hingga 3.9.4 di bawah ini.
+
+Konteks ditunjukkan oleh modifikasi bentuk vokal Slot IV. Ini adalah bentuk vokal yang juga menunjukkan Spesifikasi (lihat [Bagian 2.4.4](02#Sec2_4_4)) dan Fungsi (lihat [Bagian 3.8](03#Sec3_8)). Bentuk vokal untuk ketiga kategori morfologi ini ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
+
+
+
+ - Yedpรฉi mmoi. / Edpadรฉi mmoi.
+
+
Whereโs the thumping sound coming from?
+
Dari mana suara dentuman itu berasal?
+
+ - Weinลฃdรข. / Enลฃdarรข.
+
+
I recall at least one motorcyclist going by.
+
Saya ingat setidaknya ada satu pengendara sepeda motor yang lewat./div>
+
diff --git a/src/id/docs/14.md b/src/id/docs/14.md
new file mode 100644
index 00000000..f4a4e480
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/14.md
@@ -0,0 +1,13 @@
+---
+title: 14 Leksikon dan Imbuhan
+---
+
+Silakan lihat [basis data terkomputerisasi](https://github.com/ryanlo713/lexicon-json) atau [kamus daring](/enthrirhc).
+
+Mohon klik tombol "Fetch Lexicon from GitHub Repo" untuk bersiap sebelum menggunakan kamus daring untuk pertama kalinya.
+
+## Asli
+
+
+
+
diff --git a/src/id/docs/loaned version/00.md b/src/id/docs/loaned version/00.md
new file mode 100644
index 00000000..da17acab
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/loaned version/00.md
@@ -0,0 +1,6 @@
+---
+title: Pengantar
+order: 1
+---
+
+Situs ini menyajikan tata bahasa Ithkuil Baru, sebuah desain untuk bahasa buatan yang bisa digunakan manusia. Bahasa ini menggunakan matriks konsep tata bahasa yang dirancang untuk mengekspresikan tingkat kognisi manusia yang lebih dalam secara lebih gamblang, logis, dan tepat daripada bahasa alami. Bahasa ini didasarkan pada bahasa pendahulunya, [Ithkuil](http://ithkuil.net/00_intro.html), tetapi telah dimodifikasi secara signifikan untuk menggabungkan berbagai saran perbaikan dari para penggemar bahasa pendahulu (lihat [Lampiran C](15#C) untuk daftar para kontributor ini) serta ide-ide baru dari autornya. Bahasa Ithkuil Baru jauh lebih sistematis dan teratur dalam strukturnya dibandingkan pendahulunya, sehingga berpotensi lebih mudah dipelajari dan dipahami.
diff --git a/src/id/docs/loaned version/01.md b/src/id/docs/loaned version/01.md
new file mode 100644
index 00000000..5a654abc
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/loaned version/01.md
@@ -0,0 +1,157 @@
+---
+title: 01 Fonologi
+---
+
+## 1.0 Fonologi {#Sec1}
+
+Fonologi suatu bahasa merujuk pada sistem bunyi yang diartikulasikan secara vokal dan bagaimana bunyi-bunyi tersebut digabungkan secara berurutan untuk membentuk kata-kata.
+
+## 1.1 Inventaris Fonemik {#Sec1_1}
+
+Fonem-fonem suatu bahasa adalah bunyi-bunyi yang diucapkan secara vokal dan bermakna yang digunakan untuk membentuk kata-kata. Setiap bunyi tersebut dapat memiliki satu atau lebih variasi (disebut alofon) tergantung pada lingkungan fonetiknya (yaitu, bunyi lain apa yang ditempatkan berdekatan dengannya). Bahasa ini memiliki 31 fonem konsonan dan 9 fonem vokal, yang ditunjukkan berdasarkan tempat dan cara artikulasi dalam tabel di bawah ini. Perhatikan bahwa sistem penulisan utama untuk bahasa ini asing dan tidak berdasarkan alfabet Romawi; dijelaskan dalam [Bab 12](12). Karakter yang digunakan untuk mewakili bunyi di bawah ini adalah ortografi romanisasi khusus yang digunakan sebagai cara sekunder atau alternatif untuk menampilkan bahasa tertulis untuk memberikan cara yang lebih mudah bagi orang yang mempelajari bahasa tersebut untuk melihat struktur kata-kata.
+
+::: tabs
+
+@tab Konsonan
+
+
+
+| LETAK | HENTIAN | SENGAUAN |
+|:------:|:------:|:------:|
+| BIBIR | p b | m |
+| APIKO-GIGI | t d | n |
+| VELAR | k g | ล |
+| GLOTAL | สผ | |
+
+| LETAK | GESER | GESEK |
+|:------:|:------:|:------:|
+| BIBIR-GIGI | f v | |
+| ANTARA-GIGI | ลฃ แธ | |
+| APIKO-ALVEOLAR | s z | c แบ |
+| ALVEOLAR-LELANGIT | ลก ลพ | ฤ j |
+| LELANGIT| รง | |
+| VELAR | x | |
+| GLOTAL | h | |
+| SISIAN | ฤผ | |
+
+| LETAK | KEPAK~GETAR | HAMPIRAN |
+|:------:|:------:|:------:|
+| BIBIR-VELAR | | w |
+| ALVEOLAR | r | |
+| LELANGIT | | y |
+| TEKAK | | ล |
+| SISIAN | | l |
+
+
+
+@tab Vokal
+
+
+
+| VOKAL | DEPAN | MADYA | BELAKANG |
+| :--: | :--: | :-: | :-: |
+| TINGGI | i | รผ | u |
+| TENGAH | e รถ | รซ | o |
+| RENDAH | รค | | a |
+
+
+
+::: center
+o u รถ รผ adalah vokal bulat.
+:::
+
+## 1.2 Catatan Pengucapan dan Perbedaan Alofonik {#Sec1_2}
+
+### 1.2.1 Vowels {#Sec1_2_1}
+
+Bunyi vokal yang tercantum di atas diberikan di bawah ini dalam tanda kurung menggunakan Alfabet Fonetik Internasional.
+
+* **a** diucapkan [a] seperti dalam bahasa Spanyol
alta
, atau seperti [ษ] dalam bahasa Inggris father
.
+* **รค** diucapkan [รฆ] seperti dalam bahasa Inggris Amerika
cat
.
+* **e** diucapkan [ษ] seperti dalam bahasa Inggris
let
, atau seperti [e] dalam bahasa Spanyol
este
, tapi hanya seperti [e] di awal konjung dwivokal seperti -**ea**-, -**eo**-, -**eรถ**-, dsb.
+* **รซ** diucapkan [ส] seperti *u* dalam bahasa Inggris
cut
, atau โpepetโ [ษ] seperti *a* dalam bahasa Inggris
sofa
, atau [ษค] dalam bahasa Mandarin.
+* **i** diucapkan [i] seperti dalam bahasa Spanyol atau Italia, atau [ษช] seperti dalam bahasa Inggris
pit
, tapi hanya seperti [i] di awal konjung dwivokal (misal, -**ia**-, -**iรถ**-, dsb.) dan hanya seperti [ษช] ketika diawali atau diikuti oleh **y**.
+* **o** diucapkan [ษ] seperti *o* pertama dalam bahasa Italia
otto
, atau [o] seperti dalam bahasa Spanyol, tapi hanya seperti [o] di awal konjung dwivokal seperti -**oa**-, -**oe**-, dsb.
+* **รถ** diucapkan [ล] seperti dalam bahasa Prancis
neuf
atau [รธ] seperti dalam bahasa Prancis
feu
, tapi hanya [รธ] di awal konjung dwivokal seperti -**รถa**-, -**รถe**-, dsb.
+* **u** diucapkan [ส] seperti dalam bahasa Inggris
book
, atau [u] seperti dalam bahasa Spanyol, tapi hanya [u] di awal konjung dwivokal dan hanya seperti [ส] ketika diawali atau diikuti oleh **w**.
+* **รผ** diucapkan [ส] seperti dalam bahasa Swedia
hus
atau pengucapan Skotlandia dari
book
, atau [y] dalam bahasa Prancis
lune
, tapi hanya seperti [ส] ketika diawali oleh **y** atau **w**.
+
+Diftong yang diperbolehkan (semuanya adalah โmenurunโ) antara lain: **ai**, **ei**, **รซi**, **oi**, **ui**, **au**, **eu**, **รซu**, **ou**, dan **iu**. Kedua vokal dari diftong ini dapat diucapkan sebagai suku kata terpisah dalam keadaan berikut:
+
+1. untuk memudahkan pengucapan ketika diikuti oleh -**l**, -**r** atau -**ล** yang muncul dalam suku kata yang sama;
+2. dalam lagu atau puisi.
+
+Kehati-hatian diperlukan agar tidak secara tidak sengaja memasukkan hentian glotal di antara dua vokal saat mengucapkan diftong sebagai dua suku kata.
+
+### 1.2.2 Konsonan {#Sec1_2_2}
+
+Bunyi konsonan yang tercantum di atas diberikan di bawah ini dalam tanda kurung menggunakan Alfabet Fonetik Internasional.
+
+* **p** dan **k** adalah [p] dan [k] yang tidak teraspirasi seperti dalam bahasa Prancis, Spanyol, atau Italia.
+* **t** adalah [tฬช] yang tidak teraspirasi dan gigi (bukan alveolar) seperti dalam bahasa Prancis, Spanyol, atau Italia.
+* **d** adalah [dฬช] gigi (bukan alveolar) seperti dalam bahasa Prancis, Spanyol, atau Italia.
+* **g** selalu merupakan hentian velar bersuara [g] seperti dalam bahasa Inggris
go
.
+* **h** tidak pernah sunyi dan selalu diucapkan [h] di semua posisi di mana ia muncul, bahkan di posisi akhir kata. -**ph**-, -**th**-, -**kh**-, -**ch**-, -**ฤh**- yang berada di awal suku kata atau akhir kata diucapkan sebagai hentian/gesek teraspirasi [pสฐ, tสฐ, kสฐ, tsสฐ, tสสฐ] tapi ketika di antara dua vokal, mereka terpisah menjadi dua suku kata dan diucapkan seperti dalam bahasa Inggris
haphazard
,
at-hand
,
backhanded
,
itโs here
dan
church hall
; kombinasi -**hl**-, -**hr**-, -**hm**- dan -**hn**- dapat diucapkan sebagai konsonan terpisah atau sebagai konsonan tunggal berikut: **hl** = [ษฌ], **hr** = [ษพฬฅ], **hm** = [mฬฅ], **hn** = [nฬฅ]. Kombinasi dari konsonan bersuara yang diikuti oleh **h** selalu terpisah menjadi dua suku kata, misal, -**bh**-, -**dh**-, -**gh**-, -**rh**-, -**mh**-, -**nh**-, dsb.
+* **สผ** adalah hentian glotal nirsuara [ษ] seperti yang terdengar di antara dua vokal bahasa Inggris
oh-oh!
, atau di antara dua bunyi e pertama dalam bahasa Jerman
beendete
, atau salah satu kemungkinan realisasi fonem nol dalam bahasa Mandarin ่ฆชๆ (qฤซnสผร i
[tอกษสฐjiฬnฬหฅ.สaฬ ษชฬฏหฅหฉ], berbeda dari qฤซnร i
[tอกษสฐiหฅ.naฬ ษชฬฏหฅหฉ] atau qฤซnnร i
[tอกษสฐjiฬnฬหฅ.naฬ ษชฬฏหฅหฉ]); Untuk hentian glotal nirsuara di awal suku kata, bandingkan perbedaan dalam bahasa Hawaii atau beberapa bahasa-bahasa Ryukyu; Untuk hentian glotal nirsuara di koda suku kata, bandingkan perbedaan dalam bahasa Tionghoa Wu atau Min, serta bahasa Jepang ใใฃ (aQ
, [aฬส]).
+* **ลฃ** dan **แธ** adalah geser antargigi nirsuara dan bersuara [ฮธ] dan [รฐ] seperti dalam bahasa Inggris
thin
dan
this
, atau bahasa Spanyol Kastilia
caza
dan
cada
+* **ลก** dan **ลพ** adalah geser nirsuara dan bersuara alveolar-lelangit [ส] dan [ส], keduanya takbulat. Seperti dalam bahasa Inggris
mesh
dan
measure
tapi tanpa bibir yang dibulatkan.
+* **รง** adalah geser celah lelangit takberalur nirsuara [รง], seperti yang terdengar pada bunyi awal bahasa Inggris
human
atau
hue
, atau dalam kata bahasa Jerman
richtig
,
atau dalam bahasa Jepang ใฒ (*hi*) dan hy-
yang dipalatalisasi.
+* **x** adalah geser antara velar atau tekak nirsuara [x ~ ฯ], seperti dalam bahasa Spanyol Amerika Latin atau Spanyol Kastilia
jota
, bahasa Rusia
ั
ะพัะพัะพ
, bahasa Jerman
bach
, atau bahasa Mandarin **h-**.
+* **l** adalah hampiran sisian apiko-gigi bersuara yang tidak divelarisasi [lฬช] seperti dalam bahasa Prancis, Spanyol, atau Italia; tidak pernah berupa bunyi l โgelapโ yang divelarisasi seperti dalam bahasa Inggris Amerika.
+* **ฤผ** adalah geser sisian nirsuara [ษฌ] seperti yang ditemukan dalam bahasa Wales
llan
.
+* **c** dan **แบ** adalah gesek apiko-alveolar bersuara dan nirsuara [ts] dan [dz] seperti dalam bahasa Inggris
bits
dan
bids
atau bahasa Italia
pizza
dan
azzurro
.
+* **ฤ** dan **j** adalah gesek alveolar-lelangit bersuara dan nirsuara [tส] dan [dส] seperti dalam bahasa Inggris
butch
dan
budge
.
+* **n** adalah gigi, bukan alveolar; **n** berasimilasi ke velar [ล] sebelum **k**, **g**, dan **x** (tapi tidak sebelum **ล**); sehingga, **ล** fonemik tidak diperbolehkan sebelum **k**, **g**, atau **x**
dalam kata asli bahasa Ithkuil Baru.
+* **ล** adalah velar [ล] seperti dalam bahasa Inggris
bring
.
+* **r** adalah kepak tunggal [ษพ], yang menjadi getar [r] ketika digeminasikan, seperti dalam bahasa Spanyol atau bahasa Italia
caro
dan
carro
; ketika diikuti oleh konsonan dalam kata yang sama, ia dapat diucapkan sebagai hampiran apiko-alveolar [ษน], mirip (tetapi lebih ke depan di dalam mulut daripada) pascaalveolar [ษนฬฑ] bahasa Inggris standar.
Salah satu contoh hampiran apiko-alveolar adalah bunyi non-retrofleks r
dalam bahasa Mandarin.
+* **ล** adalah hampiran dorso-tekak bersuara [ส] seperti dalam bahasa Prancis
rire
atau bahasa Jerman
Ruhr
; ketika digeminasikan, bunyinya bisa [สห] atau bisa dikuatkan menjadi getar tekak [ส]; kehati-hatian diperlukan untuk memastikan pengucapan -**pล**- dan -**tล**- dibedakan dari -**px**- dan -**tx**-.
+* **y** adalah hampiran lelangit bersuara [j] seperti dalam bahasa Inggris
yes
atau bahasa Jerman
ja
.
+
+Konsonan yang tersisa **b**, **f**, **m**, **s**, **v**, **w**, dan **z** diucapkan seperti dalam bahasa Inggris dan seperti dalam Alfabet Fonetik Internasional.
+
+#### Vokal Epentetik Mengikuti Hentian Glotal
+
+Dalam kata-kata di mana hentian glotal (ditulis โ ) diikuti oleh konsonan (misalnya, seperti dalam kata *kaโtal* atau *moruiโss*), hentian glotal biasanya diikuti oleh bunyi vokal yang diucapkan sangat singkat sebelum konsonan berikutnya diucapkan. Vokal ini dapat diucapkan dengan dua cara, apapun yang lebih mudah bagi penutur. Cara pertama adalah sebagai vokal tinggi madya takbulat dalam bahasa Rusia
ะฑััั
, IPA [ษจ]. Cara kedua adalah mengucapkannya sebagai vokal tinggi belakang takbulat yang ditemukan dalam bahasa Turki (ditulis sebagai i tanpa titik), atau bahasa Jepang (sebagai vokal pendek u), IPA [ษฏ]. Kedua vokal ini memiliki durasi yang sangat singkat dan dapat dihilangkan suaranya jika konsonan berikutnya nirsuara.
+
+## 1.3 Konvensi Ortografi {#Sec1_3}
+
+Berikut ini adalah alternatif yang tersedia untuk menulis bahasa ini dalam aksara Romawi: Karakter **ลฃ** dapat ditulis sebagai **แนญ** atau **ลง**; karakter **แธ** dapat ditulis sebagai **แธ** atau **ฤ**; karakter **ล** dapat ditulis sebagai **ล** atau **แน**; karakter **ล** dapat ditulis sebagai **ล** atau **แน**; karakter **ฤผ** dapat ditulis sebagai **ล** atau **แธท**; karakter **แบ** dapat ditulis sebagai **ลผ**.
+
+### 1.3.1 Penandaan Penekanan Suku Kata {#Sec1_3_1}
+
+Penekanan penultima (yaitu, penekanan pada suku kata sebelum yang terakhir) tidak ditandai; penekanan selain penultima ditandai dengan diakritik pada vokal yang membawa penekanan, sebagai berikut:
+
+* vokal tanpa diakritik menggunakan aksen tirus (misal, **รก**, **รณ**, dsb.);
+* vokal dengan dieresis mengubahnya menjadi aksen sirkumfleks (misal, **รถ** โ **รด**).
+
+Aksen nontirus digunakan di atas vokal **i** ketika ia tidak ditekankan sebagai anggota awal dari konjung vokal yang mengikuti konsonan (misal, -**Cรฌa**-, -**Cรฌo**-, dsb.) โ hal ini untuk mengingatkan penutur/pembaca bahwa -**รฌ**- ini diucapkan sebagai /i:/ panjang untuk membedakan suku kata tersebut dengan suku kata yang berbentuk **Cy+V** (misal, *karesya* vs. *karรฉsรฌa*, *velkyo* vs. *vรฉlkรฌo*). Aksen nontirus juga dapat digunakan di atas vokal **u** untuk mengingatkan penutur/pembaca untuk tidak mengubah bunyi /u/ menjadi /w/ dalam kata-kata seperti **ehรนรก**.
+
+### 1.3.2 Afiks/adjung sambungan tertulis {#Sec1_3_2}
+
+Mengenai adjung pengurai (lihat [Bagian 2.7, No. 5](02#Sec2_7)) dan afiks sambungan kalimat **รง(รซ)**- (lihat [Bagian 11.8](11#Sec11_8)), mereka biasanya tidak pernah ditulis dalam skema romanisasi maupun aksara Ithkuil Baru asli, mengingat kemunculannya sepenuhnya bergantung pada cara spesifik setiap individu mengucapkan kalimat atau kelompok kalimat pada keadaan tertentu. Pengecualiannya adalah dalam konteks sempit ucapan yang telah ditulis (misal, naskah drama atau skenario film), dalam puisi, dalam resital retorika, atau dalam instruksi menyanyi, di mana arahan eksplisit tentang vokalisasi yang tepat sangat penting.
+
+## 1.4 Geminasi Konsonan {#Sec1_4}
+
+Geminasi konsonan merujuk pada "penggandaan" panjang bunyi konsonan tertentu yang dapat didengar. Meskipun geminasi tidak terjadi dalam bahasa Inggris berdasarkan alasan fonologis yang sebenarnya, ia terjadi berdasarkan alasan morfofonologis, seperti yang terlihat pada perbedaan pengucapan frasa
a natural
versus
unnatural
. Namun, ada banyak bahasa di mana geminasi berbasis fonologis merupakan komponen intrinsik dari fonologi (misal, bahasa Italia, Jepang, Finlandia).
+
+Dalam bahasa Ithkuil Baru, Sebagian besar konsonan dapat digeminasikan. Semua konsonan kecuali **w**, **y**, dan hentian glotal **โ** mampu digeminasikan di antara dua vokal. Sebagai tambahan, semua konsonan kecuali **w**, **y**, dan konsonan hentian (-**โ**, **p**, **b**, **t**, **d**, **k**, **g**) dapat digeminasikan baik di posisi awal kata maupun di posisi akhir kata.
+
+### Pengucapan Konsonan yang Digeminasikan
+
+Konsonan kontinuan (yaitu, dapat dibunyikan untuk durasi yang tidak terbatas), khususnya **รง**, **dฬง**, **f**, **h**, **l**, **ฤผ**, **m**, **n**, **ล**, **ล**, **s**, **ลก**, **ลฃ**, **v**, **x**, **z**, dan **ลพ**, diucapkan hanya dengan durasi dua kali lebih lama ketika digeminasikan. **r** yang digeminasikan diucapkan seperti getar apiko-alveolar cepat
rr
dalam bahasa Spanyol atau Italia.
+
+Konsonan hentian **b**, **d**, **g**, **k**, **p**, dan **t**, ketika digeminasikan ditahan sesaat, lalu dilepaskan, mirip seperti bunyi dua *d* dalam frasa bahasa Inggris
bad dog
ketika diucapkan dengan cepat.
+
+Pengucapan gesek (**c**, **ฤ**, **j**, dan **ลผ**) ketika digeminasikan tergantung apakah mereka berada di posisi antarvokal (di antara dua vokal) atau tidak versus awal kata atau akhir kata. Jika antarvokal, mereka diucapkan dengan menahan sesaat komponen hentian (plosif) awal dari gesek sebelum melepaskannya menjadi bagian geser atau sibilan, misal, **ฤฤ** antarvokal diucapkan sebagai **ttลก**. Ketika di posisi awal kata atau akhir kata, pengucapan geminasi dicapai dengan hanya memanjangkan bagian kontinuan sibilan dari gesek tersebut (yaitu, bunyi kedua dari tiap gesek). Sehingga, **ฤฤ** di posisi awal kata atau akhir kata diucapkan sebagai **tลกลก**.
+
+### Ortografi Romanisasi dari Geminat
+
+Konsonan yang ditulis dengan karakter tunggal hanya ditulis sebagai berganda ketika digeminasikan, misal, **bb**, **ฤฤ**, **dd**, **nn**, **ลกลก**.
+
+## 1.5 Fonotaktik {#Sec1_5}
+
+Fonotaktik merujuk pada aturan-aturan sembarang mengenai kombinasi konsonan dan vokal apa yang diperbolehkan dalam sebuah suku kata atau kata dalam bahasa tertentu. Konsep ini disebut **fonotaksis** dan aturan-aturan tersebut dikenal sebagai aturan fonotaktik. Aturan-aturan ini, yang khas untuk setiap bahasa, menjelaskan, misalnya, mengapa *sprelch* bisa menjadi kata hipotetis dalam bahasa Inggris, sedangkan *znatk* tidak bisa, meskipun *znatk* sama mudahnya diucapkan oleh seorang ahli bahasa seperti *sprelch*. Aturan-aturan yang mengatur struktur suku kata, pembentukan diftong, dan eufoni fonetik secara keseluruhan semuanya merupakan bagian dari fonotaktik. Aturan fonotaktik untuk bahasa ini banyak dan kompleks, dan disediakan dalam dokumen [Fonotaktik](pt) terpisah.
+
+## 1.6 Nada dan Intonasi {#Sec1_6}
+
+Banyak bahasa di dunia menggunakan intonasi dan/atau nada suara sebagai bagian produktif dari fonologi untuk membedakan makna dalam kata-kata. Contoh bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa Vietnam, berbagai bahasa Tionghoa dan bahasa-bahasa Asia Tenggara lainnya, sebagian besar bahasa Afrika sub-Sahara, dan beberapa bahasa asli Amerika seperti Navajo. Meskipun bahasa Ithkuil Baru bukanlah bahasa bernada dalam arti sebenarnya, bahasa ini menggunakan sistem โaksen nadaโ sebagai cara agar batas kata dapat diuraikan oleh pendengar. Hal ini dijelaskan dalam [Bagian 2.7](02#Sec2_7).
diff --git a/src/id/docs/loaned version/02.md b/src/id/docs/loaned version/02.md
new file mode 100644
index 00000000..0581b0f0
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/loaned version/02.md
@@ -0,0 +1,576 @@
+---
+title: 02 Morfofonologi
+---
+## 2.0 Morfofonologi {#Sec2}
+
+Morfofonologi merujuk pada bagaimana suatu bahasa menggunakan fonem (bunyi yang bermakna) dan fitur fonologisnya (misal, penekanan suku kata, geminasi, nada, dll.) untuk menghasilkan pola pembentukan kata dan kategori morfologis (misal, tunggal versus jamak, kala verba, dll.) yang diterapkan pada kata-kata.
+
+::: info Kelas Kata
+
+Terdapat tiga jenis kata dalam bahasa Ithkuil Baru: **formatif**, **adjung**, dan **referensial**. Formatif merupakan kelas kata yang umumnya sesuai dengan kata benda dan kata kerja dalam bahasa manusia alami. (Pada [Bagian 2.4.2](02#Sec2_4_2) di bawah ini, kita akan melihat mengapa masuk akal untuk menggabungkan kata benda dan kata kerja menjadi satu jenis kata dalam tata bahasa Ithkuil Baru.) Adjung adalah kata โpembantuโ yang beroperasi bersama dengan formatif untuk memberikan informasi semantik lebih lanjut tentang formatif yang berdekatan. Referensial adalah jenis kata yang beroperasi mirip dengan kata ganti dalam bahasa manusia alami, meskipun kita akan melihat bahwa penggunaannya lebih dinamis dan luas daripada rentang kata ganti biasa dalam bahasa lain.
+
+:::
+
+::: info Tipologi Tata Bahasa
+
+Bahasa Ithkuil Baru pada dasarnya adalah bahasa aglutinatif dan secara sekunder merupakan bahasa sintetis. Ini berarti bahwa cara pembentukan akar kata, infleksi, dan derivasi morfosemantik, serta bagaimana elemen-elemen tersebut, tergabung secara bermakna menjadi kata-kata, terutama melalui penggabungan satu atau lebih imbuhan (termasuk prefiks, sufiks, dan infiks) ke akar semantik, di mana imbuhan itu sendiri sangat sintetis (yaitu, menggabungkan banyak kategori morfologis menjadi satu bentuk fonologis). Pada dasarnya, ini berarti bahwa kata-kata dalam bahasa Ithkuil Baru dibentuk dengan menggabungkan beberapa imbuhan ke akar kata inti, di mana setiap imbuhan dapat memuat banyak elemen makna di dalamnya.
+
+:::
+
+## 2.1 Urutan Bentuk Vokal Standar {#Sec2_1}
+
+Saat kita meneliti bagaimana struktur kata-kata dalam bahasa Ithkuil Baru, kita akan melihat bahwa struktur kata beroperasi melalui serangkaian โslotโ berurutan, di mana setiap slot diisi dengan imbuhan. Kemudian kita akan melihat bahwa banyak imbuhan komponen yang digunakan untuk mengisi slot-slot ini mengandung pola sembilan vokal yang sering muncul, atau merupakan matriks dengan banyak nilai di mana satu sumbu matriks membawa sembilan bentuk vokal. Akibatnya, bahasa ini menggunakan pola umum standar dari sembilan bentuk vokal dalam beberapa rangkaian, yang kemudian dapat digunakan untuk mengisi setiap Slot yang berbeda ini. Pola umum standar vokal ini memfasilitasi penghafalan sejumlah besar imbuhan oleh orang-orang yang ingin mencoba mempelajari bahasa tersebut.
+
+Tabel di bawah ini menampilkan berbagai pola dari โUrutan Bentuk Vokal Standarโ ini. Pembaca akan merasa bermanfaat untuk merujuk kembali ke bagan ini ketika memeriksa banyak slot morfologis berbeda yang digunakan dalam pembentukan kata Ithkuil Baru. Terlepas dari jumlah bentuk vokal, struktur urutannya cukup sistematis jika dianalisis secara cermat.
+
+
+
+ Urutan Bentuk Vokal Standar
+
+
+ | Bentuk |
+ Seri 1 |
+ Seri 2 |
+ Seri 3* |
+ Seri 4 |
+
+
+
+
+ | 1 |
+ a |
+ ai |
+ ia / uรค |
+ ao |
+
+
+ | 2 |
+ รค |
+ au |
+ ie / uรซ |
+ aรถ |
+
+
+ | 3 |
+ e |
+ ei |
+ io / รผรค |
+ eo |
+
+
+ | 4 |
+ i |
+ eu |
+ iรถ / รผรซ |
+ eรถ |
+
+
+ | 5 |
+ รซi |
+ รซu |
+ eรซ |
+ oรซ |
+
+
+ | 6 |
+ รถ |
+ ou |
+ uรถ / รถรซ |
+ รถe |
+
+
+ | 7 |
+ o |
+ oi |
+ uo / รถรค |
+ oe |
+
+
+ | 8 |
+ รผ |
+ iu |
+ ue / iรซ |
+ รถa |
+
+
+ | 9 |
+ u |
+ ui |
+ ua / iรค |
+ oa |
+
+
+
+
+
+\* Ketika didahului oleh **y**-, bentuk Seri 3 yang dimulai dengan -**i** gunakan bentuk alternatifnya sebagai gantinya (misal, **yuรค**, bukan **yia**), sementara bentuk Seri 3 yang dimulai dengan -**u** menggunakan bentuk alternatifnya jika didahului oleh **w**- (misal, **wiรค**, bukan **wua**).
+
+## 2.2 Aturan untuk Memasukkan Hentian Glotal ke dalam Bentuk Vokal {#Sec2_2}
+
+Saat kita meneliti pembentukan kata, kita akan melihat bahwa beberapa slot morfofonologis yang membentuk struktur suatu bentuk dalam bahasa memerlukan penyisipan hentian glotal ke dalam bentuk vokal V. Untuk melakukannya, ikuti aturan di bawah ini:
+
+1. Jika **V** adalah vokal tunggal atau diftong, hentian glotal ditempatkan setelah **V**, misal, -**a** menjadi -**aโ**, -**ai** menjadi -**aiโ**.
+2. Jika **V** adalah konjung dwisuku kata, letakkan infiks di antara dua suku kata **V**, misal, -**ua** menjadi -**uโa**.
+3. Ketika menerapkan aturan 1 di atas, jika infiks menghasilkan konjung yang secara fonotaktik tidak diperbolehkan atau secara eufonik tidak diinginkan, atau menghasilkan hentian glotal di posisi akhir kata, maka vokal epentetik harus ditambahkan sebagai berikut:
+ * Jika **V** adalah vokal tunggal, gandakan vokal ini setelah hentian glotal; misal, -**a** menjadi -**aโa**.
+ * Jika **V** adalah diftong, maka letakkan hentian glotal di antara dua vokal diftong tersebut (sebagai pengecualian terhadap Aturan 1 di atas); misal, -**ai** menjadi -**aโi** alih-alih -**aiโ** yang biasa.
+4. [Catatan Khusus di Bagian 4.6](04#Sec4_6) akan menjelaskan bagaimana, dalam keadaan tertentu, hentian glotal pada imbuhan Slot IX `Vc` dapat digeser ke Slot kata yang berbeda sama sekali, untuk memperpendek jumlah suku kata dalam kata tersebut.
+
+## 2.3 Struktur Formatif {#Sec2_3}
+
+Struktur morfologi suatu formatif dapat ditunjukkan dengan rumus berikut:
+
+::: center
+
+
(Cc + Vv) + Cr + Vr + ( CsVx ... ) + Ca + ( VxCs ... ) + ( VnCn ) + Vc / Vk + [PENEKANAN]
+
+:::
+
+Di mana, dengan pengecualian `Cr` dan [PENEKANAN], setiap istilah mengacu pada imbuhan yang terdiri dari bentuk konsonan (ditunjukkan dalam rumus sebagai **C**), bentuk vokal (ditunjukkan sebagai **V**), atau kombinasi keduanya (misal,
CsVx atau
VnCn). Istilah `Cr` mengacu pada akar kata itu sendiri, bentuk konsonan yang terdiri dari satu hingga lima konsonan. Seperti yang ditunjukkan oleh berbagai tanda kurung, beberapa istilah dalam rumus bersifat opsional, sehingga beberapa formatif terdiri dari minimal lima istilah:
Cr + Vr + Ca + Vc / Vk + [PENEKANAN]. Berbagai elemen morfologis ini harus muncul dalam urutan sekuensial tertentu, dan dengan demikian dapat dianalisis sebagai pengisian sepuluh "slot" morfologis. Slot-slot ini diberi label secara berurutan sebagai Slot I hingga Slot X, seperti yang ditunjukkan pada bagan berikut.
+
+
+
+Struktur morfologis spesifik dan fungsi semantik dari masing-masing slot ini akan dibahas secara individual di bab-bab khusus dalam dokumen ini. Berikut ini adalah gambaran umum pendahuluan dari setiap slot.
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+`Cc`
+
+Slot ini diisi oleh hentian glotal **โ**-, **h**-, atau bentuk dwikonsonan yang dimulai dengan **h**- (misal, **hw**-, **hr**-, **hm**-, dll.). Ini menunjukkan apakah formatif tersebut merupakan formatif berdiri sendiri (tidak tergabung), formatif tergabung Tipe 1, atau formatif tergabung Tipe 2. Penggabungan formatif dibahas dalam [Bagian 10.1](10#Sec10_1). Ini juga menunjukkan apakah Slot II di bawah ini berisi informasi โpintasanโ untuk Slot IV dan VI (sehingga Slot IV dan VI dapat dihilangkan, sehingga memperpendek kata).
+
+@tab II
+
+`Vv`
+
+Berisi salah satu dari 32 bentuk vokal berbeda yang menunjukkan Batang Kata dan Versi formatif. Terdapat empat batang kata yang terkait dengan setiap akar kata; batang kata dibahas dalam [Bagian 2.4.3.](02#Sec2_4_3). Terdapat dua Versi untuk setiap pembentuk, PROSESUAL dan KOMPLETIF, yang dibahas dalam [Bagian 3.7](03#Sec3_7). Selain itu, slot ini dapat berisi informasi โpintasanโ untuk Slot IV dan VI (sehingga Slot IV dan VI dapat dihilangkan, sehingga mempersingkat kata). Slot ini juga berfungsi dalam keadaan tertentu sebagai sarana โpintasanโ untuk menyampaikan salah satu dari tiga imbuhan Slot VII yang telah dipilih sebelumnya.
+
+@tab III
+
+`Cr`
+
+Ini adalah bentuk konsonan yang terdiri dari satu hingga lima konsonan, yang menunjukkan akar semantik dari formatif, yang dibahas dalam [Bagian 2.4](02#Sec2_4).
+
+@tab IV
+
+`Vr`
+
+Berisi salah satu dari 32 bentuk vokal yang menunjukkan Fungsi, Spesifikasi, dan Konteks Formatif. Terdapat dua fungsi: STATIF dan DINAMIS, yang dibahas dalam [Bagian 3.8](03#Sec3_8). Terdapat empat Spesifikasi: DASAR, KONTENSIAL, KONSTITUTIF, dan OBJEKTIF, yang dibahas dalam [Bagian 2.4.4](02#Sec2_4_4). Terdapat empat Konteks: EKSISTENSIAL, FUNGSIONAL, REPRESENTASIONAL, dan AMALGAMATIF, yang dibahas dalam [Bagian 3.9](03#Sec3_9).
+
+@tab V
+
+(`CsVx` ... )
+
+Berisi satu atau lebih imbuhan deskriptif berbentuk bentuk konsonan + bentuk vokal yang berlaku pada akar kata itu sendiri (bukan pada kata secara keseluruhan). Setiap imbuhan hadir dalam tiga jenis: situasional, derivasional, atau terbatas. Terdapat lebih dari 400 imbuhan seperti itu yang tersedia, dijelaskan dalam [Bab 7](07).
+
+@tab VI
+
+`Ca`
+
+Imbuhan konsonan gabungan wajib yang menunjukkan lima kategori berikut: Konfigurasi, Afiliasi, Ekstensi, Perspektif, dan Esensi. Kategori-kategori ini semuanya dibahas dalam [Bab 3](03). Pembentukan kompleks imbuhan
Ca itu sendiri dibahas dalam [Bagian 3.6](03#Sec3_6).
+
+@tab VII
+
+`VxCs`
+
+Berisi satu atau lebih imbuhan deskriptif berbentuk bentuk vokal + bentuk konsonan yang berlaku untuk kombinasi akar kata dan kategori Slot VI
Ca (bukan hanya akar kata saja). Kecuali pembalikan bentuk konsonan dan bentuk vokal, imbuhan ini sama dengan yang digunakan di Slot V.
+
+@tab VIII
+
+`VnCn`
+
+Suatu imbuhan yang terdiri dari bentuk vokal + bentuk konsonan yang menyampaikan Modus atau Cakupan Kasus, ditambah Aspek, Fase, Tingkat, atau Efek. Penjelasan semua kategori ini adalah subjek [Bab 5](05).
+
+@tab IX
+
+`Vc` / `Vf` / `Vk`
+
+Imbuhan bentuk vokal yang, tergantung pada pola penekanan yang ditunjukkan pada Slot X, menyampaikan Kasus formatif, Format formatif, atau kombinasi dari dua kategori: Ilokusi + Validasi. Kasus dibahas dalam [Bab 4](04); Format dalam [Bagian 10.1](10#Sec10_1), dan Ilokusi dan Validasi dalam [Bab 6](06).
+
+@tab X
+
+`[PENEKANAN]`
+
+Pola penekanan suku kata menentukan jenis imbuhan apa yang ditampilkan di Slot IX sebelumnya. Hal ini dibahas di [Bagian 6.2.1](06#Sec6_2_1).
+
+:::
+
+### Hierarki Cakupan Morfem dalam Formatif
+
+Struktur slot pada formatif kata kurang lebih mencerminkan hierarki morfem dalam suatu formatif, yaitu urutan di mana informasi semantik setiap morfem memiliki cakupan atas morfologi sebelumnya saat kata tersebut secara berurutan terungkap dalam ucapan atau tulisan. Urutan cakupan ini ditunjukkan di bawah ini:
+
+```mermaid
+---
+title: Hierarki Cakupan Morfem dalam Formatif
+---
+flowchart RL
+ subgraph CORE [Inti & CsVx]
+ direction BT
+ a["Akar Kata
+ Batang Kata
+ Spesifikasi"]
+ b[Fungsi]
+ c[Versi]
+ d[Imbuhan Slot V]
+ d-->c-->b-->a
+ end
+ subgraph opt [Opsional]
+ e["FORMATIF TERGABUNG"]
+ end
+ subgraph Ca [Ca & VxCs]
+ direction BT
+ f["Konfigurasi
+ Afiliasi"]
+ g[Ekstensi]
+ h[Perspektif]
+ i[Esensi]
+ j[Imbuhan Slot VII]
+ j-->i-->h-->g-->f
+ end
+ k["Aspek
+ Efek
+ Level
+ Fase
+ Valensi"]
+ l[Konteks]
+ l-->k-->Ca-.->opt-.->CORE
+ Ca-->CORE
+ subgraph verb [Formatif Verbal]
+ direction BT
+ p[Ilokusi]-->o[Validasi]-->n[Modus]
+ end
+ subgraph noun [Formatif Nominal]
+ direction BT
+ m[Kasus]
+ end
+ verb-->l
+ noun-->l
+ q[Bias]
+ q-->verb
+ q-->noun
+ class a,b,c,d,e,f,g,h,i,j,k,l,m,n,o,p,q styl;
+ classDef styl fill:#a07cda,stroke:#a07cda
+```
+
+Sebelum menganalisis detail setiap Slot individual dari rumus morfologi di atas, penting untuk terlebih dahulu memahami bagaimana akar dan batang kata dari setiap formatif bekerja. Hal ini dijelaskan secara rinci di bagian selanjutnya di bawah ini.
+
+## 2.4 Formasi Akar dan Batang Kata {#Sec2_4}
+
+Semua kata dalam bahasa Ithkuil
Baru yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai kata benda atau kata kerja didasarkan pada sebuah batang kata, yang pada gilirannya berasal dari akar kata yang abstrak secara semantik. Proses ini dijelaskan di bagian-bagian di bawah ini.
+
+
+
+### 2.4.1 Akar Kata {#Sec2_4_1}
+
+Akar kata membentuk dasar semantik yang mana batang kata kata benda/kata kerja sebenarnya diturunkan. Akar kata terdiri dari bentuk konsonan, `Cr`, yang menempati Slot III dalam rumus morfologi di atas. Akar kata terdiri dari satu hingga lima konsonan (misal, -**k**-, -**st**-, -**ntr**-, -**pstw**-, -**rmzgl**-). Batasan fonotaktik (lihat [Bagian 1.5](01#Sec1_5)) dari bahasa ini memungkinkan lebih dari 33.000 kemungkinan akar kata.
+
+Akar kata adalah unit semantik dasar. Misalnya, akar kata -**DN**- adalah akar kata yang rujukan semantiknya adalah โNAMA/SEBUTAN/LABELโ. Batang kata fungsional (atau hanya batang kata) dihasilkan dari akar kata melalui instansiasi imbuhan vokal `Vv`- di Slot II, seperti yang dijelaskan di Bagian 2.4.3 di bawah ini. Namun, sebelum kita dapat membahas Batang Kata, perlu terlebih dahulu memahami gagasan โformatifโ, sehingga pembaca akan memahami mengapa semua batang kata dalam bahasa ini berfungsi sama sebagai kata benda dan kata kerja, dan memiliki makna nominal dan verbal.
+
+### 2.4.2 Gagasan โFormatifโ {#Sec2_4_2}
+
+Kelas kata dalam tata bahasa yang dikenal dalam bahasa lain sebagai nomina dan verba digabungkan dalam bahasa Ithkuil Baru menjadi satu bagian ucapan tunggal yang disebut formatif. Semua formatif, tanpa kecuali, dapat berfungsi sebagai nomina atau verba, dan perbedaan apakah suatu formatif harus diinterpretasikan sebagai nomina atau verba dibuat dengan menganalisis struktur morfofonologis dan hubungan morfosintaksisnya dengan bagian kalimat lainnya. Akibatnya, tidak ada formatif yang hanya merujuk pada nomina atau hanya pada verba seperti dalam bahasa-bahasa Barat. Jadi, misalnya, batang pertama dari akar kata -**DN**- yang disebutkan di atas berarti โnamaโ dan โmenamaiโ tanpa ada makna yang dianggap lebih intrinsik, fundamental, atau diturunkan dari yang lain. Hierarki makna nominal atas verbal (atau sebaliknya) seperti itu hanya muncul ketika menerjemahkan ke bahasa Inggris atau bahasa-bahasa Barat lainnya, di mana batasan leksikal nominal versus verbal tersebut bersifat inheren.
+
+Alasan mengapa kata benda dan kata kerja dapat berfungsi sebagai turunan morfologis dari satu kelas kata adalah karena morfosemantik bahasa Ithkuil Baru tidak melihat kata benda dan kata kerja sebagai sesuatu yang secara kognitif berbeda satu sama lain, melainkan sebagai manifestasi komplementer dari suatu gagasan yang ada dalam kontinum semantik mendasar yang sama, yang komponennya adalah ruang dan waktu. Seperti dalam fisika, kontinum holistik yang mengandung kedua komponen ini dapat dianggap sebagai ruang-waktu. Dalam kontinum ruang-waktu inilah bahasa Ithkuil Baru mewujudkan gagasan semantik menjadi akar leksikal, yang menghasilkan kelas kata yang disebut formatif. Pembicara kemudian memilih untuk *secara spasial โmewujudkanโ* formatif ini menjadi suatu objek atau entitas (yaitu, kata benda) atau untuk *secara temporal โmenjalankanโ* formatif ini menjadi suatu tindakan, peristiwa, atau keadaan (yaitu, kata kerja). Proses komplementer ini dapat digambarkan sebagai berikut:
+
+
+
+ {.inverted}
+
+### 2.4.3 Batang kata {#Sec2_4_3}
+
+Setiap akar kata memiliki tiga batang, yang ditunjukkan oleh bentuk vokal `Vv` di Slot II dari rumus morfologi di [Bagian 2.3](#Sec2_3) di atas. Pada tingkat batang inilah akar kata menjadi kata-kata sebenarnya dengan makna yang terwujud. Misalnya, batang pertama dari akar kata kita -**DN**- adalah -**adn**-, yang berarti โ(menjadi) sebuah nama [ditambah entitas yang dinamai]; [untuk sesuatu/seseorang] untuk dinamai/disebut sesuatuโ. Batang kedua dari akar kata ini adalah -**edn**-, yang berarti โ(menjadi) sebuah sebutan atau referensi [ditambah entitas yang disebut]; [untuk suatu entitas] untuk (di)rujuk sebagaiโ, dan batang ketiga dari akar kata tersebut adalah -**udn**-, yang berarti โ(menjadi) sebuah label [ditambah entitas yang diberi label]; [untuk suatu entitas] untuk (di)label(i) sebagaiโ.
+
+Selain tiga bentuk dasar yang ditunjukkan oleh bentuk vokal Slot II -**a**-, -**e**-, dan -**u**-, terdapat bentuk keempat yang ditunjukkan oleh bentuk vokal Slot II -**o**-, yang dikenal sebagai โBatang Nolโ. Bentuk dasar ini khusus dan mengacu pada makna konseptual keseluruhan yang โtanpa batangโ dari akar mentah, terlepas dari batang tertentu, makna khusus tersebut ditentukan secara pragmatis berdasarkan akar itu sendiri. Jadi, untuk akar -**DN**-, bentuk Batang Nol -**odn**- pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga makna batang tersebut, sehingga โ(menjadi) apa yang sesuatu (akan) disebut/dirujuk sebagai atau diberi label [ditambah entitas yang disebut/dilabeli/dirujuk demikian]โ. Hal ini memungkinkan penutur untuk menggunakan batang untuk menciptakan ambiguitas semantik yang disengaja ketika mereka tidak ingin membuat perbedaan antara, misalnya, manusia dewasa dan anak manusia.
+
+### 2.4.4 Spesifikasi {#Sec2_4_4}
+
+Untuk lebih membedakan gagasan semantik dasar suatu kata, terdapat kategori morfologis tambahan yang disebut **Spesifikasi**. Masing-masing dari tiga akar kata, serta bentuk keempat โBatang Nolโ, memiliki empat Spesifikasi. Spesifikasi ini berfungsi untuk menunjukkan bagaimana akar kata tersebut harus diinterpretasikan secara semantik dalam konteks kalimat lainnya. Hal ini paling baik dijelaskan dengan menggambarkan tujuan setiap Spesifikasi secara individual di bawah ini, beserta contohnya. Empat Spesifikasi tersebut adalah DASAR, KONTENSIAL, KONSTITUTIF, dan OBJEKTIF.
+
+::: tabs
+
+@tab BSC
+
+
+ - DASAR
+ - Suatu perwujudan holistik dari suatu akar kata, sebelum penerapan salah satu dari tiga Spesifikasi lainnya,
+ pada dasarnya mencakup makna dari spesifikasi CTE dan CSV di bawah ini. Untuk akar kata yang mewakili gagasan yang secara alami
+ โaktifโ, โtidak stabil terhadap waktuโ, dinamis, atau secara psikologis seperti kata kerja, format nominal DASAR akan
+ berarti โsuatu contoh/kejadian Xโ, sedangkan format verbal DASAR akan berarti โ(suatu contoh/kejadian)
+ (meng-)X terjadiโ. Untuk kata dasar yang mewakili gagasan yang secara alami โdiwujudkanโ, โstabil terhadap waktuโ, statif, atau secara psikologis
+ seperti kata benda, formatif nominal DASAR akan berarti โsuatu X (ada)โ atau untuk entitas โtidak dapat dihitungโ,
+ โjumlah/volume X (yang tidak ditentukan/tertentu)โ, sedangkan format verbal DASAR akan membawa interpretasi STATIF
+ yang berarti โ(suatu) X adaโ / โ[ada] (suatu) Xโ; perluasan makna ini secara verbal akan
+ dilakukan dengan menggunakan Spesifikasi lain.
+
+
+@tab CTE
+
+
+ - KONTENSIAL
+ - Spesifikasi ini melengkapi spesifikasi CSV di bawah ini. โKontenโ fisik atau non-fisik atau esensi atau
+ fungsi yang bertujuan atau bentuk ideal/abstrak/platonisnya, sebagai lawan dari bentuk/rupa fisiknya semata,
+ misal, isi sebuah karya seni [apa yang diwakilinya atau merupakan gambar/patung darinya]; air di dalam
+ sebuah sungai [terlepas dari saluran atau alirannya]; isi komunikatif sebuah pesan
+ [terlepas dari cara/media penyampaiannya]; sesuatu (terbuat dari/dalam) besi [bentuk/rupanya
+ sebagai lawan dari sekadar contoh zat tersebut]; sebuah ruangan sebagai ruang fungsional/layak huni, yang ditetapkan
+ oleh tujuan yang dikomunikasikan secara sosial atau dapat dikenali dari desain, perabotan, dekorasi, dll.
+
+
+@tab CSV
+
+
+ - KONSTITUTIF
+ - Spesifikasi ini menunjukkan bentuk (fisik atau bukan fisik) di mana suatu entitas/keadaan/tindakan benar-benar mengekspresikan
+ dirinya, dibentuk, atau diwujudkan, sebagai lawan dari konten fungsional/tujuannya, yaitu, โapa yang membentuk Xโ,
+ misal, sebuah karya seni [sebagaimana dibentuk oleh kanvas yang dilukis, marmer yang dipahat, dll., terlepas
+ dari apa gambarnya atau apa/siapa patung itu]; aliran sungai; bentuk/media
+ (tertulis, lisan, direkam, dll.) dari sebuah pesan [terlepas dari apa yang dikomunikasikannya], sesuatu
+ yang besi (fokus pada bahan/substansi tertentu terlepas dari bentuk/rupanya), sebuah ruangan sebagai
+ volume ruang tertutup yang dibentuk oleh dinding dan langit-langit yang menyatu [terlepas dari tujuannya,
+ dimensi, tata letak, desain, perabotan, atau dekorasinya].
+
+
+@tab OBJ
+
+
+ - OBJEKTIF
+ - Spesifikasi ini menunjukkan mana dari berikut ini yang paling menonjol bagi semantik dari batang tertentu:
+ (1) alat/instrumen/sarana nyata yang menyebabkan terjadinya suatu tindakan/keadaan/peristiwa, atau jika tidak berlaku, maka (2)
+ objek/entitas pihak ketiga yang terkait dengan interaksi antara dua pihak (misal, objek yang diberikan dalam
+ interaksi datif), atau jika tidak berlaku, maka (3) objek/produk/situasi nyata yang dihasilkan, atau jika
+ tidak berlaku, maka (4) pasien atau pengalam semantik dari keadaan/tindakan/peristiwa. Misal, alat musik
+ yang dimainkan selama pertunjukan musik langsung, buku yang berisi cerita yang sedang dibaca,
+ benda yang diberikan kepada seseorang, apa yang diciptakan oleh seorang seniman (yaitu, sebuah karya seni),
+ entitas/orang/lembaga yang membentuk objek/sumber kepercayaan seseorang, pengukuran yang dihasilkan
+ dari suatu tindakan pengukuran.
+
+
+:::
+
+Kategori Spesifikasi ditunjukkan oleh imbuhan vokal `Vr` di Slot IV dari formatif (seperti yang ditunjukkan pada [Bagian 2.3](#Sec2_3) di atas). Imbuhan bawaan untuk keempat Spesifikasi adalah
BSC = -**a**-,
CTE = -**รค**-,
CSV = -**e**-, dan
OBJ = -**i**-.
+
+Jadi, untuk mengilustrasikan bagaimana spesifikasi beroperasi dengan tiga batang dari sebuah akar, kita dapat menguraikan makna dari ketiga batang untuk contoh akar kita -**DN**- untuk masing-masing dari empat spesifikasi, sebagai berikut:
+
+::: tabs
+
+@tab -DN-
+
+-**DN**-
NAMA / SEBUTAN / LABEL
+
+
+ Batang 1
+
+
+ - BSC: -adna-
+ - (to be) a name [plus the entity named]; to be named/called something
+ - (menjadi) sebuah nama [ditambah entitas yang dinamai]; dinamai/disebut sesuatu
+
+
+ - CTE: -adnรค-
+ - (to be) an entity having a name
+ - (menjadi) sebuah entitas yang memiliki nama
+
+
+ - CSV: -adne-
+ - (to have) a name; to bear a name
+ - (memiliki) sebuah nama; menyandang sebuah nama
+
+
+ - OBJ: -adni-
+ - (to be) the name that an entity has
+ - (menjadi) nama yang dimiliki oleh sebuah entitas
+
+
+
+
+ Batang 2
+
+
+ - BSC: -edna-
+ - (to be) a designation or reference [plus the entity so designated]; to refer to as
+ - (menjadi) sebuah sebutan atau referensi [ditambah entitas yang disebut]; disebut sebagai
+
+
+ - CTE: -ednรค-
+ - (to be) an entity having a designation or reference
+ - (menjadi) sebuah entitas yang memiliki sebutan atau referensi
+
+
+ - CSV: -edne-
+ - (to have) a designation or reference; to bear a designation or reference
+ - (memiliki) sebuah sebutan atau referensi; menyandang sebuah sebutan atau referensi
+
+
+ - OBJ: -edni-
+ - (to be) the designation or reference that an entity has
+ - (menjadi) sebutan atau referensi yang dimiliki oleh sebuah entitas
+
+
+
+
+ Batang 3
+
+
+ - BSC: -udna-
+ - (to be) a label [plus the entity so labeled]; to label as
+ - (menjadi) sebuah label [ditambah entitas yang dilabeli]; dilabeli sebagai
+
+
+ - CTE: -udnรค-
+ - (to be) an entity having a label
+ - (menjadi) sebuah entitas yang memiliki label
+
+
+ - CSV: -udne-
+ - (to have) a label; to bear a label
+ - (memiliki) sebuah label; menyandang sebuah label
+
+
+ - OBJ: -udni-
+ - (to be) the label that an entity has
+ - (menjadi) label yang dimiliki oleh sebuah entitas
+
+
+
+
+Bentuk โBatang Nolโ akan menjadi -**odna**-, -**odnรค**-, -**odne**-, dan -**odni**-.
+
+@tab -LK-
+
+-**LK**-
MUSIK / BERMAIN MUSIK / MENGGUBAH MUSIK
+
+
+ Batang 1
+
+
+ - BSC: -alka-
+ - (to be) a state/act of music playing (whether recorded or live)
+ - (menjadi) sebuah keadaan/tindakan memainkan musik (baik yang direkam maupun yang disiarkan langsung)
+
+
+ - CTE: -alkรค-
+ - (to be) the state of there being music to be heard (playing)
+ - (menjadi) keadaan di mana ada musik yang didengar (diputar)
+
+
+ - CSV: -alke-
+ - (to be) a state/act of hearing/listening to music
+ - (menjadi) sebuah keadaan/tindakan mendengar/mendengarkan musik
+
+
+ - OBJ: -alki-
+ - (to be) the sound of music, the particular (piece of) music being heard
+ - (menjadi) suara musik, (bagian) musik tertentu yang sedang didengar
+
+
+
+
+ Batang 2
+
+
+ - BSC: -elka-
+ - (to be) a state/act of playing/making music (i.e., on a musical instrument)
+ - (menjadi) sebuah keadaan/tindakan memainkan/membuat musik (yaitu, pada sebuah alat musik)
+
+
+ - CTE: -elkรค-
+ - (to be) the state of music being made by the playing of a musical instrument
+ - (menjadi) keadaan musik yang dihasilkan dengan memainkan sebuah alat musik
+
+
+ - CSV: -elke-
+ - (to be) an act of playing music on a musical instrument; to (be) play(ing) a musical instrument
+ - (menjadi) sebuah tindakan memainkan musik pada sebuah alat musik; memainkan sebuah alat musik
+
+
+ - OBJ: -elki-
+ - (to be) a particular musical instrument (used to play music)
+ - (menjadi) sebuah alat musik tertentu (yang digunakan untuk memainkan musik)
+
+
+
+
+ Batang 3
+
+
+ - BSC: -ulka-
+ - (to be) a state/act of composing a passage of music, a musical phrase, a melody, a tune; to compose a
+ melody/tune/musical phrase or passage
+ - (menjadi) sebuah keadaan/tindakan menggubah sebuah bagian musik, frasa musik, melodi, atau nada; menggubah sebuah
+ melodi/nada/frasa atau bagian musik
+
+
+ - CTE: -ulkรค-
+ - (to be) the state of there being a musical phrase/passage/tune or melody in oneโs mind; to be a
+ melody/tune/musical phrase or passage one hears in oneโs mind when composing
+ - (menjadi) keadaan di mana terdapat frasa/bagian/nada atau melodi musik dalam pikiran seseorang; menjadi
+ melodi/nada/frasa atau bagian musik yang terdengar dalam pikiran seseorang saat menggubah musik
+
+
+ - CSV: -ulke-
+ - (to be) a state/act of composing music; to compose (a passage/piece) of music
+ - (menjadi) sebuah keadaan/tindakan menggubah musik; menggubah (sebuah bagian/karya) musik
+
+
+ - OBJ: -ulki-
+ - (to be) the particular melody/tune/musical phrase or passage being composed or played from oneโs mind
+
+ - (menjadi) melodi/nada/frasa atau bagian musik tertentu yang sedang digubah atau dimainkan dari pikiran seseorang
+
+
+
+
+
+Bentuk โBatang Nolโ akan menjadi -**olka**-, -**olkรค**-, -**olke**-, dan -**olki**-.
+
+:::
+
+### 2.4.5 Leksikon {#Sec2_4_5}
+
+Akar dan Batang Kata bahasa ini (beserta Spesifikasinya) tercantum dalam dokumen [Leksikon](http://ithkuil.net/newithkuil_lexicon.pdf) terpisah.
+
+::: tip
+
+Silakan merujuk pada [basis data terkomputerisasi](14) sebagai referensi utama Anda, karena basis data tersebut menawarkan koreksi dan informasi tambahan untuk kesalahan yang ditemukan dalam dokumen asli.
+
+:::
+
+
+
+## 2.5 Adjung {#Sec2_5}
+
+Selain formatif, bagian kata lain dalam bahasa Ithkuil Baru adalah **adjung**. Adjung dinamakan demikian karena berfungsi bersama (โ*in conjunction*โ) dengan formatif yang berdekatan untuk memberikan informasi gramatikal tambahan tentang formatif tersebut, agak mirip dengan kata kerja bantu dalam bahasa Inggris (misal, โmay, will, would, do, haveโ) atau seperti penentu kata benda (misal, โthe, this, thoseโ). Adjung dibentuk dari satu atau lebih imbuhan konsonan dan/atau vokal, yang digabungkan secara aglutinatif. Ada beberapa jenis adjung yang berbeda, yang dijelaskan secara rinci dalam [Bab 8](08).
+
+## 2.6 Referensial {#Sec2_6}
+
+Referensial adalah kata-kata yang berfungsi mirip dengan kata ganti dalam bahasa alami, mengidentifikasi referen personal yang terkait dengan formatif. Namun, struktur dan cara kerja referensial lebih kompleks dan dinamis daripada kata ganti dalam bahasa alami. Referensial akan dibahas dalam [Bab 9](09).
+
+## 2.7 A Morfologi yang Memisahkan Diri Sendiri {#Sec2_7}
+
+Bahasa ini menggunakan sistem aksen nada sebagai cara untuk menguraikan batas kata. Rincian sistem aksen nada ini diberikan di bawah ini:
+
+1. Semua suku kata yang tidak berpenekanan dalam sebuah kata sebelum suku kata yang berpenekanan memiliki nada netral (nada TENGAH). Dimulai dari suku kata yang berpenekanan, sisa kata tersebut harus memiliki satu kontur nada selain TENGAH, seperti yang dijelaskan dalam Aturan 2 di bawah ini.
+
+2. Dimulai dari suku kata yang diberi penekanan, sebuah kata dapat memiliki salah SATU kontur nada berikut sesuai dengan pilihan penutur: MENURUN, TINGGI, NAIK-MENURUN, MENURUN-NAIK. Kontur nada tambahan dapat digunakan dalam keadaan berikut:
+
+ * Jika kalimat tersebut mengandung Ilokusi VERIFIKATIF (setara dengan pertanyaan ya/tidak), penutur dapat secara opsional menggunakan nada NAIK pada kata terakhir dari klausa interogatif.
+ * Untuk klausa dengan Register selain NARATIF, kata pertama dan terakhir dari klausa register dapat secara opsional ditandai dengan nada RENDAH (dalam hal ini tidak perlu menggunakan adjung register akhir).
+
+Secara umum, pilihan nada suara dapat disesuaikan dengan apa yang secara alami nyaman digunakan oleh penutur dalam bahasa ibu mereka sendiri, dengan tetap memperhatikan aturan-aturan ini.
+
+1. Setelah nada dipilih untuk suku kata yang diberi penekanan, nada tersebut harus diucapkan secara terus menerus hingga akhir kata tanpa perubahan ke kontur yang berbeda (yaitu, setiap kata hanya akan memiliki satu kontur nada selain TENGAH).
+
+2. Jika suatu kata memiliki penekanan di awal kata (yaitu, tidak dimulai dengan nada TENGAH netral) atau bersuku kata tunggal, dan tidak berada di awal kelompok napas, maka kata tersebut harus memiliki nada yang nada awalnya berbeda dari nada akhir kata sebelumnya, sehingga dua nada yang identik tidak berdampingan di batas antara dua kata. Dalam praktiknya, ini berarti aturan berikut berlaku antara dua kata yang berdekatan dalam kelompok napas yang sama (yaitu, tidak dipisahkan satu sama lain oleh jeda dalam ucapan), di mana kata kedua memiliki penekanan di awal kata atau bersuku kata tunggal:
+
+ * Jika didahului oleh kata dengan nada MENURUN, NAIK-MENURUN, atau RENDAH, kata bersuku kata tunggal atau kata dengan penekanan di awal kata harus memiliki nada MENURUN, MENURUN-NAIK, atau TINGGI.
+ * Jika didahului oleh kata dengan nada TINGGI, NAIK, atau MENURUN-NAIK, kata bersuku kata tunggal atau kata dengan penekanan di awal kata harus memiliki nada NAIK, NAIK-MENURUN, atau RENDAH.
+
+3. Dalam situasi yang tidak biasa (misal, menyanyikan lagu) ketika aksen nada tidak tersedia atau tidak diinginkan sebagai cara untuk menguraikan batas kata dan penempatan jeda antar kata tidak realistis, maka **adjung pengurai** khusus berbentuk **โVโ** dapat ditempatkan sebelum kata apa pun yang akan diuraikan, di mana **โVโ** mewakili satu vokal di antara dua hentian glotal, vokal tertentu menunjukkan penekanan suku kata dari kata berikutnya, sebagai berikut:
+
+ * **สผaสผ** menunjukkan bahwa kata berikutnya adalah kata bersuku kata tunggal
+ * **สผeสผ** menunjukkan bahwa kata berikutnya memiliki penekanan ultima
+ * **สผoสผ** menunjukkan bahwa kata berikutnya memiliki penekanan penultima
+ * **สผuสผ** menunjukkan bahwa kata berikutnya memiliki penekanan antepenultima
+
+Lihat [Bagian 11.8](11#Sec11_8) mengenai cara menunjukkan sambungan antar kalimat.
\ No newline at end of file
diff --git a/src/id/docs/loaned version/03.md b/src/id/docs/loaned version/03.md
new file mode 100644
index 00000000..9a56769f
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/loaned version/03.md
@@ -0,0 +1,1642 @@
+---
+title: 03 Morfologi Dasar
+---
+## 3.0 Morfologi Dasar {#Sec3}
+
+Dalam bab ini, kita akan membahas kategori-kategori morfologis yang wajib ada pada suatu formatif dan berlaku untuk bentuk nomina maupun verba. Dengan kata lain, slot morfologis dari [Bagian 2.3](02#Sec2_3) di atas pada suatu nomina atau verba yang secara gramatikal wajib diungkapkan dengan imbuhan terinfleksi, bukan opsional. Kategori spesifik yang akan kita bahas adalah **Konfigurasi**, **Afiliasi**, **Perspektif**, **Ekstensi**, **Esensi**, **Versi**, **Fungsi**, dan **Konteks**.
+
+
+
+## 3.1 Konfigurasi {#Sec3_1}
+
+Untuk memahami konsep relasi himpunan dan kuantifikasi nomina dalam bahasa Ithkuil Baru (yaitu, apa yang disebut bahasa lain sebagai *tunggal*, *jamak*, dll.), seseorang harus menganalisis tiga kategori gramatikal yang terpisah tapi saling terkait yang disebut **Konfigurasi**, **Afiliasi**, dan **Perspektif**. Konsep-konsep ini asing bagi bahasa lain. Meskipun berkaitan dengan perbedaan semantik yang bersifat kuantitatif, perbedaan ini biasanya dibuat pada tingkat leksikal (yaitu, melalui pilihan kata) dalam bahasa lain, bukan pada tingkat morfologis seperti dalam bahasa Ithkuil Baru. Pada bagian ini kita akan membahas terlebih dahulu Konfigurasi, diikuti oleh Afiliasi di [Bagian 3.2](#Sec3_2) dan Perspektif di [Bagian 3.2](#Sec3_3).
+
+Secara spesifik, Konfigurasi membahas kemiripan fisik atau hubungan antara anggota dari suatu rujukan kata benda dalam kelompok, koleksi, himpunan, macam-macam, susunan, atau gestalt kontekstual, sebagaimana digambarkan oleh komposisi internal, keterpisahan, keteraturan, kemiripan fisik, atau struktur komponen. Hal ini paling baik dijelaskan dan diilustrasikan melalui analogi dengan beberapa kelompok kata dalam bahasa Inggris.
+
+Perhatikan kata bahasa Inggris
tree
(pohon). Dalam bahasa Inggris, satu pohon dapat berdiri sendiri di luar konteks, atau dapat menjadi bagian dari sekelompok pohon. Sekelompok pohon tersebut mungkin hanya terdiri dari dua pohon atau lebih yang dianggap sebagai kategori jamak berdasarkan jumlah semata, misal, dua, tiga, atau dua puluh pohon. Namun, sudah menjadi sifat pohon untuk ada dalam pengelompokan yang lebih relevan secara kontekstual daripada sekadar pengelompokan numerik. Misalnya, pohon-pohon tersebut mungkin berasal dari spesies yang sama seperti dalam
grove
(hutan kecil). Pengelompokan tersebut mungkin berupa beragam jenis pohon seperti dalam
forest
(hutan) atau terjadi dalam susunan berantakan tanpa pola seperti
jungle
(rimba).
+
+Sebagai contoh lain, kita dapat meneliti kata bahasa Inggris
person
(orang). Meskipun kata
person
dapat muncul dalam pengelompokan numerik sederhana seperti
a (single) person
(seseorang) atau
three persons
(tiga orang), lebih umum menemukan kata
persons
(yaitu, orang-orang) yang merujuk pada berbagai pengelompokan seperti
group
(kelompok),
gathering
(perkumpulan),
crowd
(kerumunan), dsb.
+
+Segmentasi dan struktur komponen gabungan adalah prinsip konfiguratif lebih lanjut yang membedakan kata-kata terkait dalam bahasa Inggris. Hubungan antara
car
(*mobil*) versus
convoy
(*konvoi*),
hanger
(*gantungan*) versus
rack
(*rak*),
chess piece
(*bidak catur*) versus
chess set
(*set catur*),
sentry
(*penjaga*) versus
blockade
(*blokade*),
piece of paper
(*selembar kertas*) versus
sheaf
(*berkas*),
girder
(*balok*) versus
(structural) framework
(*kerangka struktural*), dan
coin
(*koin*) versus
roll of coins
(*gulungan koin*) semuanya mencontohkan prinsip-prinsip ini.
+
+Jenis pengelompokan kata benda berdasarkan konteks lainnya terjadi dalam himpunan biner, khususnya berkaitan dengan bagian tubuh. Himpunan biner ini dapat terdiri dari dua referen yang identik seperti *sepasang mata*, namun lebih sering berupa himpunan yang berlawanan atau โcerminโ (yaitu, komplementer) seperti *anggota tubuh*, *telinga*, *tangan*, *sayap*, dsb.
+
+Perbedaan semantik yang tersirat dalam contoh-contoh di atas yang berkaitan dengan berbagai macam pohon atau orang akan dicapai dengan menginfleksikan akar kata untuk
tree
atau
person
menjadi salah satu dari dua puluh konfigurasi yang berbeda. Perbedaan semantik tambahan berdasarkan tujuan atau fungsi antara anggota individu dari suatu himpunan kemudian dapat dibuat melalui Afiliasi (lihat [Bagian 3.2](#Sec3_2) di bawah) dan dengan penggunaan imbuhan tertentu. Misalnya, setelah kata untuk โforestโ atau โcrowdโ diturunkan dari
tree
dan
person
melalui Konfigurasi, kata untuk
orchard
(kebun buah),
copse
(semak belukar),
team
(tim) atau
mob
(gerombolan) dapat dengan mudah diturunkan melalui afiliasi dan imbuhan. (Penurunan tersebut menjadi kata-kata baru menggunakan imbuhan dieksplorasi secara rinci dalam [Bab 7: Imbuhan](07).)
+
+Kategori Konfigurasi terdiri dari gabungan tiga faktor terpisah: **Pleksitas**, **Keserupaan**, dan **Keterpisahan**.
+
+* **Pleksitas** adalah pembedaan tiga arah mengenai apakah suatu entitas/peristiwa/tindakan/keadaan bersifat tunggal atau terpadu secara internal, bersifat biner atau terbagi dua, atau memiliki tiga atau lebih komponen/bagian/anggota. Ketiga keadaan Pleksitas ini disebut **UNIPLEKS**, **DUPLEKS**, dan **MULTIPLEKS** (disingkat sebagai
U,
D, dan
M).
+
+* **Keserupaan** adalah pembedaan tiga arah mengenai apakah sekelompok entitas yang dianggap sebagai satu kesatuan memiliki anggota individu yang secara fisik serupa satu sama lain, secara fisik berbeda satu sama lain, atau yang bersama-sama membentuk kategori โkaburโ dalam hal keserupaan (di mana tingkat keserupaan antara anggota individu bersifat subjektif, tidak dapat dipastikan, tidak relevan, atau tidak mudah didefinisikan). Ketiga keadaan Keserupaan ini disebut **SERUPA**, **BERBEDA**, dan **KABUR** (disingkat
S,
D, dan
F sebagai huruf kedua setelah huruf singkatan Pleksitas). Perhatikan bahwa Keserupaan tidak berlaku untuk entitas/peristiwa/tindakan/keadaan UNIPLEKS.
+
+* **Keterpisahan** adalah pembedaan tiga arah mengenai apakah suatu kelompok entitas, jika dilihat secara keseluruhan, memiliki anggota individu yang secara fisik terpisah satu sama lain, terhubung satu sama lain dengan cara tertentu (baik secara fisik, abstrak, atau metaforis), atau menyatu (baik secara fisik, abstrak, atau metaforis). Ketiga keadaan Keterpisahan ini disebut **TERPISAH**, **TERHUBUNG**, dan **MENYATU** (disingkat sebagai
S,
C, dan
F sebagai huruf ketiga setelah huruf singkatan Pleksitas dan Keserupaan). Perlu dicatat bahwa Keterpisahan tidak berlaku untuk entitas/peristiwa/tindakan/keadaan UNIPLEKS.
+
+Berdasarkan uraian di atas, terdapat total dua puluh konfigurasi, yang ditunjukkan melalui imbuhan konsonan `Ca` di Slot VI dari formatif. Perhatikan bahwa selain menunjukkan Konfigurasi, imbuhan `Ca` ini juga menunjukkan Afiliasi, Perspektif, Ekstensi, dan Esensi dari akar kata. Dua puluh konfigurasi tersebut ditunjukkan di bawah ini, masing-masing dengan imbuhan konsonannya yang muncul di Slot VI dari formatif:
+
+::: tabs
+
+@tab UNIPLEKS dan MULTIPLEKS
+
+
+ - *
+ - UPX
+ - Unipleks
+
+
+ - t
+ - MSS
+ - Multipleks/Serupa/Terpisah
+
+
+ - k
+ - MSC
+ - Multipleks/Serupa/Terhubung
+
+
+ - p
+ - MSF
+ - Multipleks/Serupa/Menyatu
+
+
+ - ลฃ
+ - MDS
+ - Multipleks/Berbeda/Terpisah
+
+
+ - f
+ - MDC
+ - Multipleks/Berbeda/Terhubung
+
+
+ - รง
+ - MDF
+ - Multipleks/Berbeda/Menyatu
+
+
+ - z
+ - MFS
+ - Multipleks/Kabur/Terpisah
+
+
+ - ลพ
+ - MFC
+ - Multipleks/Kabur/Terhubung
+
+
+ - แบ
+ - MFF
+ - Multipleks/Kabur/Menyatu
+
+
+@tab DUPLEKS
+
+
+ - s
+ - DPX
+ - Dupleks
+
+
+ - c
+ - DSS
+ - Dupleks/Serupa/Terpisah
+
+
+ - ks
+ - DSC
+ - Dupleks/Serupa/Terhubung
+
+
+ - ps
+ - DSF
+ - Dupleks/Serupa/Menyatu
+
+
+ - ลฃs
+ - DDS
+ - Dupleks/Berbeda/Terpisah
+
+
+ - fs
+ - DDC
+ - Dupleks/Berbeda/Terhubung
+
+
+ - ลก
+ - DDF
+ - Dupleks/Berbeda/Menyatu
+
+
+ - ฤ
+ - DFS
+ - Dupleks/Kabur/Terpisah
+
+
+ - kลก
+ - DFC
+ - Dupleks/Kabur/Terhubung
+
+
+ - pลก
+ - DFF
+ - Dupleks/Kabur/Menyatu
+
+
+:::
+
+\* UNIPLEKS ditunjukkan dengan tidak adanya imbuhan Konfigurasi; jika kelima imbuhan `Ca` memiliki nilai
nol/bawaan, maka bentuk `Ca` adalah -l-.
+
+Perhatikan bahwa sebuah formatif dalam Konfigurasi
DPX saja menunjukkan bahwa itu adalah sebuah pasangan, tanpa secara eksplisit menentukan kesamaan atau keterpisahan antara kedua entitas anggota pasangan tersebut.
+
+Contoh Berbagai Konfigurasi:
+
+::: warning Catatan Terjemahan
+
+Preferensi glos yang akan terus digunakan adalah
+
+
+ - [teks bahasa Ithkuil Baru]
+ - [gloss asli]
+ - KEADAAN PENGGABUNGAN-Batang-โ[terjemahan akar]โ
+
+
[terjemahan asli bahasa Inggris dengan keterangan tambahan dipindahkan dan diterjemahkan ke terjemahan bahasa Indonesia]
+
[terjemahan bahasa Indonesia]
+
+Kecuali jika terjemahan akar telah disebutkan sebelumnya seperti contoh di bawah ini:
+
+:::
+
+::: tabs
+
+@tab Cat (Kucing)
+
+
+ - rrala
+ - โcatโ-UPX
+
+
a cat
+
seekor kucing
+
+
+ - rrasa
+ - โcatโ-DPX
+
+
a pair of cats
+
sepasang kucing
+
+
+ - rraca
+ - โcatโ-DSS
+
+
a pair of similar cats
+
sepasang kucing serupa
+
+
+ - rraลฃsa
+ - โcatโ-DDS
+
+
a pair of dissimilar cats
+
sepasang kucing berbeda
+
+
+ - rrata
+ - โcatโ-MSS
+
+
a group of similar cats
+
sekelompok kucing serupa
+
+
+ - rraลฃa
+ - โcatโ-MDS
+
+
a group of dissimilar cats
+
sekelompok kucing berbeda
+
+
+ - rraza
+ - โcatโ-MFS
+
+
a group of what appear to be cats, some more than others
+
sekelompok hewan yang tampaknya adalah kucing, beberapa di antaranya lebih mirip kucing daripada yang lain
+
+@tab Spherical shape (Bentuk bola)
+
+
+ - anzwil
+ - โspherical.shapeโ-OBJ-UPX
+
+
a sphere
+
sebuah bola
+
+
+ - anzwit
+ - โspherical.shapeโ-OBJ-MSS
+
+
a group of similar spheres
+
sekelompok bola serupa
+
+
+ - anzwik
+ - โspherical.shapeโ-OBJ-MSC
+
+
a group of similar spheres touching each other/connected to one another
+
sekelompok bola serupa yang saling bersentuhan/terhubung satu sama lain
+
+
+ - anzwip
+ - โspherical.shapeโ-OBJ-MSF
+
+
a group of similar spheres fused together
+
sekelompok bola serupa yang menyatu
+
+
+ - anzwif
+ - โspherical.shapeโ-OBJ-MDC
+
+
a group of dissimilar spheres touching each other/connected to one another
+
sekelompok bola berbeda yang saling bersentuhan/terhubung satu sama lain
+
+
+ - anzwiรง
+ - โspherical.shapeโ-OBJ-MDF
+
+
a group of dissimilar spheres fused together
+
sekelompok bola berbeda yang menyatu
+
+
+ - anzwiลพ
+ - โspherical.shapeโ-OBJ-MFC
+
+
a group of rounded objects touching each other/connected to one another, some of which appear to be spheres, others less so
+
sekelompok objek bulat yang saling bersentuhan/terhubung satu sama lain, beberapa di antaranya tampak seperti bola, yang lainnya kurang begitu
+
+@tab Motion (Gerakan)
+
+
+ - Blรถfรชi
+ - โcurved.translative.motionโ-DYN/OBJ-MDC-ASR/USP
+ - โgerak.berpindah.berbelokโ
+
+
+ - onลฃlilu
+ - Stem.0-โautomobileโ-STA/OBJ-IND
+ - Batang.0-โmobilโ
+
+
The driver drove the car along a series of variously-sized curves.
+
Si pengemudi mengemudikan mobil melewati serangkaian tikungan dengan ukuran yang berbeda-beda.
+
+:::
+
+## 3.2 Afiliasi {#Sec3_2}
+
+Sementara kategori Konfigurasi dari bagian sebelumnya membedakan hubungan antara anggota individu suatu himpunan berdasarkan keserupaan fisik, keterhubungan fisik, dan jumlah entitas komponen, kategori Afiliasi berfungsi untuk membedakan hubungan antar anggota berdasarkan tujuan, fungsi, atau manfaat subjektif. Afiliasi beroperasi secara sinergis bersama dengan Konfigurasi untuk menggambarkan keseluruhan hubungan kontekstual antara anggota suatu himpunan. Seperti Konfigurasi, makna kata benda atau kata kerja dalam berbagai afiliasi seringkali melibatkan perubahan leksikal ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
+
+Kembali ke contoh kita sebelumnya tentang kata
tree
(*pohon*), kita melihat bagaimana sekelompok pohon dari spesies yang sama menjadi sebuah hutan kecil dalam konfigurasi
MSC. Kata
grove
(*hutan kecil*) menyiratkan bahwa pohon-pohon tersebut tumbuh secara alami, tanpa tujuan atau fungsi khusus terkait dengan desain atau pemanfaatan manusia. Di sisi lain, hutan kecil dapat ditanam dengan sengaja, dalam hal ini menjadi
an orchard
(*kebun buah*). Kita telah melihat bagaimana pepohonan yang tumbuh secara alami sebagai kumpulan berbagai jenis disebut
a forest
(*hutan*). Namun, kumpulan seperti itu dapat menjadi sangat kacau, menampilkan susunan berantakan tanpa pola dari sudut pandang desain manusia yang subjektif, sehingga menjadi
a jungle
(*rimba*).
+
+Sebagai contoh lain, kita melihat bagaimana kata
person
(*orang*) menjadi
group
(*kelompok*), atau
gathering
(*perkumpulan*), yang keduanya netral dalam hal tujuan atau fungsi subjektif. Namun, menerapkan tujuan tertentu menghasilkan kata-kata seperti
team
(*tim*), sedangkan ketiadaan tujuan menghasilkan
crowd
(*kerumunan*).
+
+Terdapat empat afiliasi: **KONSOLIDATIF**, **ASOSIATIF**, **KOALESEN**, dan **VARIATIF**. Seperti Konfigurasi, Afiliasi juga ditunjukkan sebagai bagian dari kompleks imbuhan `Ca` di Slot VI dari formatif. Imbuhan Afiliasi adalah imbuhan pertama yang ditunjukkan dalam kompleks imbuhan `Ca` di Slot VI, tepat sebelum imbuhan Konfigurasi. Rincian keempat afiliasi tersebut dijelaskan di bawah ini beserta imbuhannya.
+
+### 3.2.1
CSL Konsolidatif {#Sec3_2_1}
+
+Afiliasi **KONSOLIDATIF** ditunjukkan oleh imbuhan kosong, yaitu, tidak adanya imbuhan Afiliasi di slot VI yang menunjukkan afiliasi **KONSOLIDATIF**. Afiliasi ini menunjukkan bahwa anggota individu dari suatu himpunan konfigurasi adalah himpunan yang terjadi secara alami di mana fungsi, keadaan, tujuan, atau manfaat anggota individu tidak berlaku, tidak relevan, atau jika berlaku, bersifat bersama. Ini berbeda dari afiliasi **ASOSIATIF** di bawah ini karena peran anggota himpunan individu tidak didefinisikan secara subyektif oleh desain manusia. Contohnya antara lain *ranting pohon*, *hutan kecil*, *gundukan batu*, *beberapa orang*, *awan-awan*.
+
+**KONSOLIDATIF** juga merupakan afiliasi yang biasanya diterapkan pada kata benda dalam konfigurasi UNIPLEKS ketika dibicarakan secara netral, karena kata benda dalam UNIPLEKS menentukan satu entitas tunggal tanpa merujuk pada suatu himpunan, oleh karena itu konsep fungsi โbersamaโ tidak akan berlaku. Contoh: *seorang pria*, *sebuah pintu*, *sensasi panas*, *sehelai daun*. Dengan kata kerja, **KONSOLIDATIF** akan menyiratkan bahwa tindakan, keadaan, atau peristiwa tersebut terjadi secara alami, atau netral dalam hal tujuan atau rancangan.
+
+
+
+ - ฤvรคลฃa
+
+
a bunch of tools
+
sejumlah alat
+
+ - arsweลฃ
+
+
a group of planets
+
sekelompok planet
+
+ - zvata
+
+
a set/group of similar dogs
+
sekumpulan/kelompok anjing serupa
+
+ - sลala
+
+
a room
+
sebuah ruangan
+
+
+### 3.2.2
ASO Asosiatif {#Sec3_2_2}
+
+Afiliasi **ASOSIATIF** ditunjukkan oleh imbuhan awal Slot VI -**l**-, yang segera diikuti oleh imbuhan Konfigurasi. Perhatikan bahwa jika imbuhan ini adalah satu-satunya imbuhan yang ditunjukkan dalam seluruh kompleks imbuhan Slot VI `Ca`, maka imbuhan tersebut ditunjukkan oleh imbuhan tunggal -**nฤผ**-. Afiliasi **ASOSIATIF** menunjukkan bahwa anggota individu dari suatu himpunan konfigurasi berbagi fungsi, keadaan, tujuan, atau manfaat subjektif yang sama. Penggunaannya dapat diilustrasikan dengan mengambil kata untuk โtentaraโ dalam konfigurasi MULTIPLEKS dan membandingkan terjemahannya ketika diinfleksikan untuk afiliasi **KONSOLIDATIF** (= sekelompok tentara) versus **ASOSIATIF** (= pasukan, peleton). Oleh karena itu, perbedaan **KONSOLIDATIF** versus **ASOSIATIF** inilah yang membedakan infleksi yang sebenarnya setara untuk kata
tree
dengan menerjemahkannya masing-masing sebagai
grove
versus
an orchard
.
+
+Afiliasi **ASOSIATIF** juga dapat digunakan dengan kata benda dalam konfigurasi **UNIPLEKS** untuk menandakan rasa kesatuan di antara karakteristik, tujuan, pemikiran, dan lain-lain. Misalnya, kata
person
yang diinfleksikan untuk **UNIPLEKS** dan **ASOSIATIF** akan diterjemahkan sebagai
a single-minded person
(orang yang tulus). Bahkan kata benda seperti โbatuโ, โpohonโ, atau โkarya seniโ dapat diinfleksikan dengan cara ini, yang secara subyektif dapat diterjemahkan sebagai *batu yang terbentuk dengan baik*, *pohon yang kokoh*, *karya seni yang โseimbangโ*.
+
+Dengan kata kerja, **ASOSIATIF** menandakan bahwa tindakan, keadaan, atau peristiwa tersebut direncanakan atau memiliki tujuan tertentu. Perbedaan **KONSOLIDATIF** dan **ASOSIATIF** dapat digunakan, misalnya, pada kata kerja *berbalik* dalam
Saya berbalik ke arah jendela
untuk menunjukkan apakah itu tanpa alasan khusus atau karena keinginan untuk melihat ke luar.
+
+
+
+ - ฤvรคlลฃa
+
+
a well-designed set of tools
+
seperangkat alat yang dirancang dengan baik
+
+ - arswelลฃ
+
+
an alliance of planets
+
sebuah aliansi planet
+
+ - zvalta
+
+
a pack of similar dogs
+
kawanan anjing serupa
+
+ - sลanฤผa
+
+
the room with singular purpose
+
ruangan dengan tujuan tunggal
+
+
+### 3.2.3
COA Koalesen {#Sec3_2_3}
+
+Afiliasi **KOALESEN** ditunjukkan oleh imbuhan awal Slot VI -**r**-, yang segera diikuti oleh imbuhan Konfigurasi. Perhatikan bahwa jika imbuhan ini adalah satu-satunya imbuhan yang ditunjukkan dalam seluruh kompleks imbuhan Slot VI `Ca`, maka imbuhan tersebut ditunjukkan oleh imbuhan tunggal -**rฤผ**-. Afiliasi **KOALESEN** menunjukkan bahwa anggota dari suatu himpunan konfigurasi memiliki hubungan komplementer sehubungan dengan fungsi, keadaan, tujuan, manfaat, dll. Ini berarti bahwa, meskipun fungsi setiap anggota berbeda dari anggota lainnya, masing-masing berfungsi untuk memajukan peran terpadu yang lebih besar.
+
+Misalnya, kata yang menerjemahkan
toolset
(seperangkat alat) dalam bahasa Inggris adalah kata untuk
tool
(alat) dalam konfigurasi
MDS (**MULTIPLEKS-BERBEDA-TERPISAH**) (karena penampilan fisik setiap alat berbeda) dan afiliasi **KOALESEN** untuk menunjukkan bahwa setiap alat memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi dalam mendukung kegiatan konstruksi atau perbaikan. Contoh lainnya adalah kata untuk *jari* yang diinfleksikan untuk konfigurasi
MSC (**MULTIPLEKS-SERUPA-TERHUBUNG**) dan afiliasi **KOALESEN**, yang dapat diterjemahkan sebagai *jari-jari di tangan seseorang* (perhatikan penggunaan konfigurasi
MSC untuk menyiratkan hubungan fisik antara setiap jari melalui tangan). Contoh selanjutnya adalah menggunakan **KOALESEN** dengan kata untuk *(sepotong) makanan* untuk menandakan *makanan yang seimbang*.
+
+**KOALESEN** secara alami paling sering muncul bersamaan dengan konfigurasi DUPLEKS karena himpunan biner cenderung saling melengkapi. Konfigurasi ini digunakan, misalnya, untuk menandakan himpunan biner simetris seperti bagian tubuh, umumnya menunjukkan perbedaan bayangan cermin kiri/kanan, misal, *telinga seseorang*, *tangan seseorang*, *sepasang sayap*. Pasangan yang biasanya tidak membedakan perbedaan komplementer tersebut (misalnya, *mata seseorang*) tetap dapat ditempatkan dalam konfigurasi **KOALESEN** untuk menekankan simetri bilateral (misal, *mata kiri dan kanan seseorang berfungsi bersama*).
+
+Dengan kata kerja, **KOALESEN** menandakan sifat terkait dan sinergis dari tindakan, keadaan, dan peristiwa komponen yang membentuk tindakan, keadaan, atau peristiwa holistik yang lebih besar. Ini memberikan struktur situasional pada suatu tindakan, keadaan, atau peristiwa, di mana keadaan individu bekerja bersama secara komplementer untuk membentuk situasi total. Ini akan digunakan, misalnya, untuk membedakan kalimat
Dia bepergian di Yukon
dari
Dia mengadu nasib di Yukon
, atau
Saya membuat rencana
versus
Saya merancang sebuah rencana
.
+
+
+
+ - ฤvรคrลฃa
+
+
a toolset
+
sebuah seperangkat alat
+
+ - arswerลฃ
+
+
a confederation of planets
+
sebuah konfederasi planet
+
+ - zvarta
+
+
a dog team
+
sebuah tim anjing
+
+ - sลarฤผa
+
+
a room whose purposes are interrelated
+
sebuah ruangan yang tujuannya saling terkait
+
+
+### 3.2.4
VAR Variatif {#Sec3_2_4}
+
+Afiliasi **VARIATIF** ditunjukkan oleh imbuhan awal Slot VI -**ล**-, yang segera diikuti oleh imbuhan Konfigurasi. Perhatikan bahwa jika imbuhan ini adalah satu-satunya imbuhan yang ditunjukkan dalam seluruh kompleks imbuhan Slot VI `Ca`, maka imbuhan tersebut ditunjukkan oleh imbuhan tunggal -**ล**-. Afiliasi **VARIATIF** menunjukkan bahwa anggota individu dari suatu himpunan konfigurasi berbeda dalam hal fungsi, keadaan, tujuan, atau manfaat subjektif. Perbedaan di antara anggota dapat bervariasi derajatnya (yaitu, membentuk himpunan kabur dalam hal fungsi, tujuan, dll.) atau sepenuhnya bertentangan satu sama lain, meskipun perlu dicatat bahwa **VARIATIF** tidak akan digunakan untuk menandakan perbedaan yang berlawanan tetapi saling melengkapi di antara anggota himpunan (lihat afiliasi **KOALESEN** di atas).
+
+Dengan demikian, kata ini akan digunakan untuk menandakan *sekumpulan alat yang berantakan*, *barang-barang sisa*, *kumpulan acak*, *kelompok yang berantakan*, *pasangan yang disfungsional*, *hiruk-pikuk nada*, *sekumpulan buku yang berantakan*, *koleksi yang tidak teratur*. Kata ini beroperasi dengan kata benda dalam UNIPLEKS untuk menghasilkan makna seperti *seorang pria yang berselisih dengan dirinya sendiri*, *batu yang bentuknya tidak sempurna*, *karya seni yang kacau*, *situasi โtangan kiri-tangan kananโ*.
+
+Dengan kata kerja, **VARIATIF** menunjukkan suatu tindakan, keadaan, atau peristiwa yang terjadi karena lebih dari satu alasan atau tujuan, dan bahwa alasan atau tujuan tersebut kurang lebih tidak terkait. Makna ini mungkin hanya dapat ditangkap dalam bahasa Inggris melalui parafrase, seperti dalam
She bought the house for various reasons
(dia membeli rumah itu karena berbagai alasan) atau
My being at the party served several purposes
(kehadiran saya di pesta itu memiliki beberapa tujuan). Dengan konfigurasi selain UNIPLEKS, penggunaan afiliasi **VARIATIF** dapat menggambarkan fenomena yang cukup kompleks; misalnya, kalimat yang menggunakan konfigurasi
MSS seperti
Lampu itu berkedip
bersamaan dengan **VARIATIF** akan berarti bahwa setiap kedipan lampu menandakan sesuatu yang berbeda dari kedipan sebelumnya atau sesudahnya.
+
+
+
+ - ฤvรคลลฃa
+
+
a mishmash of various tools
+
sebuah campuran berbagai macam alat
+
+ - arsweลลฃ
+
+
a disorganized group of planets
+
sekelompok planet yang tidak terorganisir
+
+ - zvaลta
+
+
a rag-tag group of dogs
+
sekelompok anjing yang berantakan
+
+ - sลaลa
+
+
a room with disparate purposes
+
sebuah ruangan dengan berbagai tujuan
+
+
+## 3.3 Perspektif {#Sec3_3}
+
+Perspektif adalah padanan bahasa Ithkuil Baru terdekat dengan kategori Bilangan pada sebagian besar bahasa alami (yaitu, tunggal, jamak, kolektif, dll.). Terdapat empat perspektif: **MONADIK**, **AGGLOMERATIF**, **NOMIK**, dan **ABSTRAK**, yang masing-masing ditunjukkan oleh imbuhan Slot VI \[kosong\] (dengan alternatif tunggal -**l**), -**r**-, -**w**- (dengan alternatif tunggal -**v**), dan -**y**- (dengan alternatif tunggal -**j**-). Imbuhan Perspektif berada di urutan terakhir dalam rangkaian imbuhan yang terdapat dalam kompleks imbuhan Slot VI `Ca`. Keempat perspektif tersebut dijelaskan di bawah ini:
+
+### 3.3.1
M Monadik {#Sec3_3_1}
+
+**MONADIK** tidak ditandai dalam hal imbuhan (yaitu, imbuhan kosong), kecuali jika itu adalah satu-satunya imbuhan dalam kompleks imbuhan Slot VI `Ca`, dalam hal ini imbuhannya adalah -**l**-. Ini menandakan perwujudan tunggal dari konfigurasi tertentu, yang berarti entitas kontekstual yang, meskipun mungkin banyak anggotanya atau beragam strukturnya, atau tersebar selama jangka waktu tertentu, tetap dipandang dan dianggap secara kontekstual sebagai โmonad,โ satu kesatuan yang tunggal dan terpadu. Ini penting, karena konfigurasi selain UNIPLEKS secara teknis menyiratkan lebih dari satu entitas/contoh diskrit yang hadir atau terjadi. Untuk kata benda, ini sesuai dengan apa yang dalam bahasa-bahasa Barat biasanya adalah bilangan tunggal. Untuk kata kerja, ini dapat dianggap sebagai satu contoh/kejadian/manifestasi dari suatu tindakan, peristiwa, atau keadaan.
+
+Jadi, menggunakan kata โpohonโ sebagai contoh, meskipun mungkin ada banyak pohon dalam hal jumlah, **MONADIK** berarti pohon-pohon tersebut hanya membentuk satu perwujudan dari kategori Konfigurasi tertentu yang dimanifestasikan. Menggunakan konfigurasi
MDC sebagai contoh, **MONADIK** berarti hanya ada satu himpunan pohon
MDC, yaitu, *satu hutan*.
+
+::: info Padanan Singulatif
+
+Dalam bahasa alami, kata benda dibedakan antara kata benda yang dapat dihitung dan dijamakkan (misalnya, *satu apel*, *empat anak laki-laki*, *beberapa negara*), dan kata benda yang tidak dapat dihitung atau dijamakkan (misalnya, *air*, *pasir*, *plastik*, *udara*, *tawa*). Semua kata benda dapat dihitung dalam bahasa Ithkuil Baru karena semua kata benda dapat ada sebagai monad kontekstual. Akibatnya, kata benda **MONADIK** dalam bahasa Ithkuil Baru yang merujuk pada apa yang merupakan kata benda tak terhitung dalam bahasa lain (atau kata benda โkolektifโ seperti
daun
atau
rambut
) harus diterjemahkan ke dalam apa yang oleh para ahli bahasa disebut mode โsingulatifโ, yang merujuk pada manifestasi tunggal terkecil yang menonjol dari entitas yang dimaksud, misal,
setetes air
,
setitik debu
,
sehelai rambut
,
sehelai daun
,
embusan udara
,
satu langkah (saat berjalan)
, dll., sedangkan cara yang lebih umum di mana bahasa Inggris dan bahasa lain mengekspresikan manifestasi kata benda tak terhitung sebagai jumlah yang samar-samar diekspresikan dalam bahasa Ithkuil Baru dengan perspektif **AGLOMERATIF** dalam [Bagian 3.3.2](#Sec3_3_2) di bawah ini, misal,
sedikit air
,
sedikit debu
,
rambut (seseorang)
,
beberapa daun
,
udara (di sini)
.
+
+:::
+
+
+
+ - avsal
+
+
a season
+
sebuah musim
+
+ - ลฃrala
+
+
a drop of water
+
setetes air
+
+ - elzaลฃ
+
+
different rivers
+
sungai yang berbeda
+
+
+### 3.3.2
G Aglomeratif {#Sec3_3_2}
+
+**AGLOMERATIF** ditandai dengan imbuhan -**r**- sebagai imbuhan terakhir (atau satu-satunya) di Slot VI. Ini menunjukkan makna netral atau kabur dalam hal jumlah: โsetidaknya satu X / satu atau lebih X / sejumlah Xโ. Ini digunakan ketika jumlah spesifik suatu entitas tidak relevan atau konteks ujaran berlaku untuk satu atau lebih dari satu entitas. Ini juga digunakan untuk membuat kata benda kumpulan dari kata benda tak terhitung, seperti yang dinyatakan pada paragraf sebelumnya, misalnya,
beberapa beras / sejumlah beras
,
(beberapa) rambut
,
(beberapa / sejumlah) air
,
daun-daun
.
+
+Untuk kata kerja, **AGLOMERATIF** membedakan perbedaan โtak terhitungโ kabur yang sama seperti pada kata benda: โbeberapa per-X-an terjadi/termanifestasi / ada beberapa per-X-an yang sedang berlangsungโ versus **MONADIK** โsatu contoh X terjadi/termanifestasiโ.
+
+::: note
+
+Bahasa Ithkuil Baru tidak memiliki Perspektif yang sesuai dengan makna jamak โdua atau lebihโ yang ditemukan di sebagian besar bahasa Barat. Jika diperlukan, jumlah jamak dapat disampaikan dengan Derajat 5 atau 6 dari imbuhan
XX2 (lihat dokumen [Imbuhan](http://ithkuil.net/newithkuil_affixes.pdf) yang menyertainya).
+
+:::
+
+
+
+ - avsar
+
+
one or more seasons
/ any number of seasons
+
satu atau lebih musim / sejumlah musim
+
+ - ลฃrara
+
+
some water
+
sedikit air
+
+ - elzaลฃra
+
+
at least one set of different rivers
+
setidaknya satu kumpulan sungai yang berbeda
+
+
+### 3.3.3
N Nomik {#Sec3_3_3}
+
+**NOMIK** ditandai dengan imbuhan -**w**- pada posisi akhir Slot VI, kecuali jika imbuhan tersebut adalah satu-satunya imbuhan di Slot VI, dalam hal ini imbuhannya adalah -**v**-. **NOMIK** merujuk pada entitas kolektif umum atau arketipe, yang berisi semua anggota atau percontoh dari himpunan konfiguratif di seluruh ruang dan waktu (atau dalam konteks ruang-waktu tertentu). Karena semua anggotanya dibicarakan, dan bukan anggota individu tertentu, kategori ini saling eksklusif dengan **MONADIK** atau **AGLOMERATIF**. Untuk kata benda, **NOMIK** kurang lebih sesuai dengan beberapa konstruksi yang digunakan untuk merujuk pada kata benda kolektif dalam bahasa Inggris, seperti yang terlihat dalam kalimat
The dogis a noble beast
(
Sang anjing adalah binatang yang mulia),
Clowns are what children love most
(
Badut adalah yang paling disukai anak-anak),
There is nothing like a tree
(Tidak ada yang seperti
pohon).
+
+Dengan kata kerja, **NOMIK** menunjukkan suatu tindakan, peristiwa, atau situasi yang menggambarkan hukum alam umum, atau kondisi atau situasi yang selalu benar yang dibicarakan secara umum, tanpa merujuk pada contoh atau kejadian spesifik dari aktivitas tersebut (pada kenyataannya, semua kemungkinan contoh atau kejadian yang dirujuk). Bahasa Inggris tidak memiliki cara khusus untuk mengekspresikan pernyataan umum seperti itu, umumnya menggunakan bentuk present tense sederhana. Contoh penggunaannya adalah
The sun doesnโt set on our planet
(Matahari
tidak terbenam di planet kita),
Mr. Okotele is sickly
(Tuan Okotele
sakit-sakitan),
In winter it snows a lot
(Di musim dingin
turun salju banyak),
That girl sings well
(Gadis itu
bernyanyi dengan baik).
+
+
+
+ - avsav
+
+
โa seasonโ (as a generic concept)
+
sebuah musim (sebagai konsep umum)
+
+ - ลฃrava
+
+
โwaterโ (as a generic concept)
+
air (sebagai konsep umum)
+
+ - elzaลฃwa
+
+
โdifferent riversโ (as a generic concept)
+
sungai-sungai berbeda (sebagai konsep umum)
+
+
+### 3.3.4
A Abstrak {#Sec3_3_4}
+
+**ABSTRAK** ditandai dengan imbuhan -**y**- pada posisi akhir Slot VI, kecuali jika imbuhan tersebut adalah satu-satunya imbuhan di Slot VI, dalam hal ini imbuhannya adalah -**j**-. Mirip dengan pembentukan kata benda abstrak bahasa Inggris menggunakan akhiran seperti
-hood
atau
-ness
(*ke--an* dalam bahasa Indonesia), **ABSTRAK** mengubah kategori konfiguratif menjadi konsep abstrak yang dipertimbangkan dalam konteks non-spasial, tanpa waktu, dan tanpa angka. Meskipun hanya kata benda tertentu dalam bahasa Inggris yang dapat dibuat menjadi abstrak melalui akhiran, semua kata benda bahasa Ithkuil dalam semua kategori Konfiguratif dapat dibuat menjadi abstrak, yang terjemahannya seringkali bersifat perifrastik, misalnya,
grove
(*hutan kecil*) โ
the idea of being a grove, or grovehood
(gagasan tentang menjadi sebuah hutan kecil) atau *kehutan kecilan*;
book
(*buku*) โ
everything about books, having to do with books, involvement with books
(segala sesuatu tentang buku, berkaitan dengan buku, keterlibatan dengan buku), atau *kebukuan*.
+
+Dengan kata kerja, **ABSTRAK** digunakan dalam konstruksi verbal untuk menciptakan abstraksi temporal, di mana hubungan temporal dari tindakan, peristiwa, atau keadaan dengan masa kini tidak relevan atau tidak berlaku, mirip dengan cara bentuk infinitif atau gerund bahasa Inggris (yang digunakan sebagai pengganti frasa kata kerja) tidak menyampaikan kala tertentu dalam kalimat-kalimat berikut:
+
+*
Singing is not his strong suit
(
Bernyanyi bukanlah keahlian utamanya);
+*
It makes no sense to worry about it
(Tidak ada gunanya
mengkhawatirkan hal itu);
+*
I canโt stand her pouting
(Saya tidak tahan melihatnya
cemberut).
+
+Akibatnya, **ABSTRAK** bertindak sebagai bentuk kata kerja โabadiโ yang, seperti halnya infinitif dan gerund dalam bahasa Inggris, beroperasi bersamaan dengan kata kerja utama yang terpisah dalam salah satu dari tiga perspektif lainnya. **ABSTRAK** sering digunakan bersamaan dengan modus kata kerja tertentu (dan [Bagian 5.2](#Sec5_2)) serta penggunaan berbagai imbuhan โModalitasโ (lihat dokumen [Imbuhan](http://ithkuil.net/newithkuil_affixes.pdf) yang menyertainya) yang menyampaikan situasi hipotetis atau yang belum terwujud, di mana hubungan temporal dengan masa kini bersifat bebas, tidak berlaku, atau tidak dapat diketahui.
+
+
+
+ - avsaj
+
+
everything about a season / โseason-hoodโ
+
segala sesuatu tentang musim / kemusiman
+
+ - ลฃraja
+
+
everything having to do with water
+
segala sesuatu berkaitan yang dengan air
+
+ - elzaลฃya
+
+
different rivers as an idea
+
sungai-sungai berbeda sebagai sebuah gagasan
+
+
+## 3.4 Ekstensi {#Sec3_4}
+
+Ekstensi adalah kategori morfologis lain yang tidak memiliki padanan pasti dalam bahasa lain. Kategori ini berlaku untuk semua formatif dan menunjukkan cara kata benda atau kata kerja dipertimbangkan dalam hal jangkauan atau batasan spasial atau temporal. Dengan kata lain, Ekstensi menunjukkan โbagianโ mana dari suatu entitas/tindakan/peristiwa/keadaan yang sedang dibahas atau difokuskan. Ekstensi ditunjukkan sebagai bagian dari imbuhan `Ca` pada Slot VI sebuah bentuk kata, yang juga menunjukkan Konfigurasi, Afiliasi, Perspektif, dan Esensi. Terdapat enam ekstensi: **DELIMITIF**, **PROKSIMAL**, **INSEPTIF**, **ATENUATIF**, **GRADUATIF**, dan **DEPLETIF**.
+
+### 3.4.1
DEL Delimitif {#Sec3_4_1}
+
+Ekstensi **DELIMITIF** menunjukkan bahwa sebuah kata benda dibicarakan dalam konteks keseluruhannya sebagai entitas terpisah dengan batasan ruang-waktu yang jelas, tanpa penekanan pada bagian, tepi, batas, atau manifestasi tertentu di luar konteks yang ada. Ini dapat dianggap sebagai pandangan netral atau standar, misal, *sebuah pohon*, *sebuah hutan kecil*, *seperangkat buku*, *sebuah pasukan*. Untuk mengilustrasikan contoh kontekstual, kalimat bahasa Inggris
He climbed the ladder
(Dia memanjat tangga) akan diterjemahkan dengan kata
ladder
(*tangga*) dalam **DELIMITIF** untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut dipertimbangkan secara keseluruhan. Dengan kata kerja, ekstensi ini menunjukkan bahwa tindakan, keadaan, atau peristiwa tersebut dipertimbangkan secara keseluruhan, dari awal hingga akhir, misalnya,
She diets every winter
(Dia berdiet setiap musim dingin) (yaitu, dia memulai dan menyelesaikan setiap diet).
+
+**DELIMITIF** dapat dianggap sebagai rentang ruang-waktu yang memiliki titik awal dan akhir yang pasti, di luar mana kata benda atau kata kerja tidak ada atau tidak terjadi. Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep dalam **DELIMITIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, โmasa kiniโ spasial-temporal).
+
+
+
+ {.inverted}
+
+
+
+**DELIMITIF** ditunjukkan oleh imbuhan kosong, yaitu, tidak adanya imbuhan Ekstensi dalam kompleks imbuhan `Ca` yang menunjukkan ekstensi **DELIMITIF**.
+
+
+
+ - elzal
+
+
a river
+
sebuah sungai
+
+ - psulรงa
+
+
a situation
+
sebuah keadaan
+
+ - uแบfรคl
+
+
a tunnel
+
sebuah terowongan
+
+ - erbrรคl
+
+
an explanation
+
sebuah penjelasan
+
+
+### 3.4.2
PRX Proksimal {#Sec3_4_2}
+
+Ekstensi **PROKSIMAL** menunjukkan bahwa sebuah kata benda dibicarakan bukan secara keseluruhan, melainkan hanya dalam hal bagian, durasi, subset, atau aspek yang relevan dengan konteks yang ada. Ini akan digunakan untuk menerjemahkan kata *pohon*, *perjalanan*, dan *tangga* dalam kalimat
Pohon itu keras di sana
(misal, di tempat saya memukulnya),
Dia kehilangan berat badan selama perjalanannya
, atau
Dia memanjat tangga
(yaitu, tidak relevan dengan konteks untuk mengetahui apakah dia berhasil sampai ke puncak).
+
+::: note
+
+Dalam kalimat-kalimat ini, **PROKSIMAL** tidak merujuk pada bagian, komponen, atau potongan pohon atau tangga yang spesifik atau terdefinisi, melainkan pada fakta bahwa batas-batas yang terdefinisi seperti ujung tangga atau keseluruhan pohon tidak relevan atau berlaku untuk konteks yang sedang dibahas.
+
+:::
+
+Dengan kata kerja, ekstensi ini menandakan bahwa yang dipertimbangkan bukanlah keseluruhan suatu tindakan, keadaan, atau peristiwa, melainkan cakupan spasial atau periode durasi tindakan, keadaan, atau peristiwa yang relevan dengan konteksnya, misalnya,
Dia sedang diet setiap musim dingin
(yaitu, fokus pada โharus menjalaniโ diet, bukan total waktu yang dihabiskan untuk diet dari awal hingga akhir).
+
+Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **PROKSIMAL** terhadap konteks yang ada (yaitu, โmasa kiniโ spasial-temporal).
+
+
+
+ {.inverted}
+
+
+
+**PROKSIMAL** ditunjukkan oleh imbuhan -**t**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **PROKSIMAL** adalah -**d**-.
+
+
+
+ - elzad
+
+
a section/stretch of (a) river
+
sebuah bagian/bentangan dari (sebuah) sungai
+
+ - psulรงta
+
+
the midst of a situation
+
di tengah situasi
+
+ - ujrarft
+
+
an area/section of a transportation system
+
sebuah area/bagian dari sistem transportasi
+
+ - erbrรคd
+
+
a portion of an explanation
+
sebuah bagian dari sebuah penjelasan
+
+
+### 3.4.3
ICP Inseptif {#Sec3_4_3}
+
+Ekstensi **INSEPTIF** berfokus pada batas terdekat, awal, inisiasi, atau bagian kata benda atau kata kerja yang dapat diakses langsung, tanpa berfokus pada batas-batas sisanya. Ini akan digunakan dalam menerjemahkan kata benda *terowongan*, *lagu*, *gurun*, *fajar*, dan *rencana* dalam kalimat-kalimat berikut:
Kami melihat ke dalam (mulut) terowongan
,
Dia mengenali lagu itu
(yaitu, dari beberapa nada pertama),
Mereka menemukan (hamparan) gurun
,
Mari kita tunggu fajar
,
Saya sedang menyusun rencana
(yaitu, yang baru saja saya pikirkan). Dalam konteks verbal, ini akan sesuai dengan bahasa Inggris โto begin (to)โฆโ atau โto start (to)โฆโ (memulai untuk) seperti dalam
He began reading
(Dia mulai membaca),
Itโs starting to molt
(Ia mulai berganti kulit),
She goes on a diet every winter
(Dia menjalani diet setiap musim dingin), atau
He initiated a process of seduction
(Dia memulai proses rayuan).
+
+Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **INSEPTIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, โmasa kiniโ spasial-temporal).
+
+ {.inverted}
+
+
+
+**INSEPTIF** ditunjukkan oleh imbuhan -**k**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **INSEPTIF** adalah -**g**-.
+
+
+
+ - elzag
+
+
the source of a river
+
sumber dari sebuah sungai
+
+ - psulรงka
+
+
the beginning of a situation
+
awal dari sebuah situasi
+
+ - ujrarfk
+
+
the initial part of a transportation system
bagian awal dari sebuah sistem transportasi
+
+
+ - erbrรคg
+
+
the start of an explanation
+
awal dari sebuah penjelasan
+
+
+### 3.4.4
ATV Atenuatif {#Sec3_4_4}
+
+Ekstensi **ATENUATIF** berfokus pada akhir, penghentian, bagian terakhir, atau batas akhir suatu kata benda, tanpa berfokus pada keadaan kata benda sebelumnya. Ini akan digunakan dalam menerjemahkan kata *air*, *cerita*, dan *kedatangan* dalam kalimat
Tidak ada air
(yaitu, kami kehabisan air),
Saya suka akhir cerita itu
, dan
Kami menantikan kedatanganmu
. Dengan kata kerja, hal ini diilustrasikan oleh kalimat
Ia selesai berganti kulit
atau
Dia sudah berhenti diet
.
+
+Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **ATENUATIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, โmasa kiniโ spasial-temporal).
+
+
+
+ {.inverted}
+
+
+
+**ATENUATIF** ditunjukkan oleh imbuhan -**p**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **ATENUATIF** adalah -**b**-.
+
+
+
+ - elzab
+
+
the end of a river
+
akhir dari sebuah sungai
+
+ - psulรงpa
+
+
a situationโs end
+
sebuah akhir situasi
+
+ - ujrarfpa
+
+
end of a transportation system
+
akhir dari sebuah sistem transportasi
+
+ - erbrรคb
+
+
the end of an explanation
+
akhir dari sebuah penjelasan
+
+
+### 3.4.5
GRA Graduatif {#Sec3_4_5}
+
+Ekstensi **GRADUATIF** berfokus pada โmemudar masukโ yang menyebar dan diperpanjang atau permulaan kata benda secara bertahap. Ini akan digunakan dalam menerjemahkan kata *kegelapan*, *keajaiban*, dan *musik* dalam kalimat-kalimat berikut:
Kegelapan menyelimuti kami
,
Saya merasakan rasa kagum yang semakin tumbuh
,
Musik itu sangat lembut pada awalnya
. Dengan kata kerja, hal ini diilustrasikan oleh kata kerja dan frasa seperti *memudar masuk*, *memulai secara bertahap*, *membangun*, dan gagasan serupa, misal,
Dia semakin banyak makan akhir-akhir ini
.
+
+Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **GRADUATIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, โmasa kiniโ spasial-temporal).
+
+
+
+ {.inverted}
+
+
+
+**GRADUATIF** ditunjukkan oleh imbuhan -**g**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **GRADUATIF** adalah -**gz**-.
+
+
+
+ - elzagz
+
+
the headwaters of a river
+
hulu sungai
+
+ - psulรงga
+
+
an evolving situation
+
sebuah situasi yang berkembang
+
+ - ujrarfga
+
+
a developing transportation system
+
sebuah sistem transportasi yang sedang berkembang
+
+ - erbrรคgz
+
+
a gradual explanation
+
sebuah penjelasan bertahap
+
+
+### 3.4.6
DPL Depletif {#Sec3_4_6}
+
+Ekstensi **DEPLETIF** adalah kebalikan dari GRADUATIF di atas, yang berfokus pada batas terminal atau ujung โterakhirโ dari sebuah kata benda, di mana ujung ini tidak jelas, โmenyebarโ atau meluas sampai batas tertentu (yaitu, konteks kata benda โberakhir secara bertahapโ atau berakhir secara perlahan). Pada dasarnya, ini berlaku untuk konteks apa pun yang melibatkan pemudaran aktual atau kiasan. Ini akan digunakan dalam menerjemahkan kata *air*, *kekuatan*, dan *senja* dalam kalimat
Dia meminum air terakhir
,
Saya memiliki sedikit kekuatan tersisa
,
Dia menghilang ke dalam senja
. Dengan kata kerja, ini dicontohkan oleh frasa *untuk mereda*, *untuk memudar keluar*, *untuk menghilang secara bertahap* dan gagasan serupa, misalnya,
Dia makan semakin sedikit akhir-akhir ini
.
+
+Gambar di bawah ini mengilustrasikan hubungan spasial-temporal dari sebuah konsep kata benda atau verbal dalam **DEPLETIF** terhadap konteks yang ada (yaitu, โmasa kiniโ spasial-temporal).
+
+
+
+ {.inverted}
+
+
+
+**DEPLETIF** ditunjukkan oleh imbuhan -**b**-, yang ditempatkan di antara imbuhan Konfigurasi dan imbuhan Perspektif dalam kompleks imbuhan `Ca`. Namun, jika imbuhan Konfigurasi kosong (yaitu, Konfigurasi kata tersebut adalah **UNIPLEKS**), maka imbuhan **DEPLETIF** adalah -**bz**-.
+
+
+
+ - elzabz
+
+
the mouth of a river
+
muara sungai
+
+ - psulรงba
+
+
last vestiges of a situation
+
sisa-sisa terakhir dari sebuah situasi
+
+ - ujrarfba
+
+
decline of a transportation system
+
kemerosotan dari sebuah sistem transportasi
+
+ - erbrรคbz
+
+
the unraveling of an explanation
+
penguraian sebuah penjelasan
+
+
+## 3.5 Esensi {#Sec3_5}
+
+**Esensi** merujuk pada perbedaan morfologis ganda yang tidak memiliki padanan dalam bahasa-bahasa Barat. Hal ini paling baik dijelaskan dengan merujuk pada berbagai ilustrasi dalam bahasa Inggris. Bandingkan pasangan kalimat bahasa Inggris berikut:
+
+
+
+(1a) The boy ran off to sea. (Anak laki-laki itu lari ke laut)
+(1b) The boy who ran off to sea didnโt run off to sea. (Anak laki-laki yang lari ke laut itu tidak lari ke laut)
+(2a) The dog you saw is to be sold tomorrow. (Anjing yang kamu lihat akan dijual besok)
+(2b) The dog you saw doesnโt exist. (Anjing yang kamu lihat itu tidak nyata)
+
+
+
+Kalimat (1a) dan (2a) tampak sebagai kalimat yang lugas dalam hal makna dan interpretasi. Namun, pada pandangan pertama, kalimat (1b) dan (2b) tampak tidak masuk akal, dan baru setelah kita mempertimbangkan konteks khusus untuk kalimat-kalimat ini, kalimat-kalimat tersebut menjadi masuk akal. Misalnya, (1b) akan masuk akal jika diucapkan oleh seorang penulis yang melaporkan perubahan pikiran tentang alur cerita, sedangkan (2b) masuk akal jika diucapkan oleh pemilik toko hewan peliharaan yang bingung karena di jendela tokonya Anda sebelumnya melihat seekor anjing yang sekarang sudah tidak ada lagi.
+
+Mengapa kalimat seperti (1b) dan (2b) dapat memiliki makna dunia nyata adalah karena kalimat-kalimat tersebut sebenarnya tidak merujuk pada anak laki-laki atau anjing yang sebenarnya, melainkan pada representasi hipotetis dari anak laki-laki dan anjing di dunia nyata, yang digunakan sebagai referensi kembali ke padanan dunia nyata tersebut dari dalam โruang mental alternatifโ yang diciptakan secara psikologis (dan tersirat secara linguistik) di mana peristiwa dapat dibicarakan mengenai hal yang tidak nyata, belum terwujud, atau versi alternatif dari apa yang sebenarnya terjadi. Ruang mental alternatif ini, pada dasarnya, adalah ranah psikologis dari potensi dan imajinasi. Dalam bahasa-bahasa Barat, ruang mental alternatif tersebut tersirat oleh konteks atau ditunjukkan oleh penanda leksikal tertentu. Salah satu kelompok penanda leksikal tersebut adalah apa yang disebut kata kerja โmodalโ dalam bahasa Inggris, misal, must, can, should, dll. seperti yang terlihat pada contoh berikut:
+
+
+
+(3) You must come home at once. (Kamu harus segera pulang)
+(4) That girl can sing better than anybody. (Gadis itu bisa bernyanyi lebih baik daripada siapa pun)
+(5) We should attack at dawn. (Kita harus menyerang saat fajar)
+
+
+
+Masing-masing dari tiga kalimat di atas menggambarkan peristiwa potensial, bukan kejadian nyata yang sedang terjadi atau telah terjadi. Misalnya, dalam Kalimat (3) belum ada yang pulang dan kita tidak tahu apakah pulang itu mungkin, dalam Kalimat (4) gadis itu mungkin tidak akan pernah menyanyikan satu nada pun lagi, dan Kalimat (5) tidak memberi kita informasi apakah serangan akan benar-benar terjadi.
+
+### 3.5.1
NRM Normal &
RPV Representatif {#Sec3_5_1}
+
+Kategori morfologi Esensi secara eksplisit membedakan realitas dunia nyata dari padanannya yang alternatif, imajiner, atau potensial. Kedua esensi tersebut disebut **NORMAL** dan **REPRESENTATIF**, yang pertama adalah esensi standar yang menunjukkan kata benda dan kata kerja di dunia nyata, sedangkan yang kedua menunjukkan padanan alternatifnya. Dengan menandai padanan tersebut secara eksplisit, penutur dapat menyatakan setiap kata benda atau kata kerja sebagai merujuk pada manifestasi dunia nyata versus alternatif, tanpa mengharuskan pendengar untuk menyimpulkan hal tersebut dari konteks penjelasan.
+
+Esensi adalah bagian dari kompleks imbuhan `Ca` yang juga menunjukkan Konfigurasi, Afiliasi, Perspektif, dan Ekstensi. Esensi **NORMAL** tidak ditandai (yaitu, ketiadaan imbuhan Esensi apa pun yang menunjukkan esensi **NORMAL**). Esensi **REPRESENTATIF** ditunjukkan dengan mengubah nilai imbuhan Perspektif di akhir kompleks imbuhan `Ca`: ubah imbuhan **MONADIK** dari kosong menjadi -**l**-, kecuali jika semua imbuhan `Ca` lainnya adalah kosong, dalam hal ini ubah imbuhan **MONADIK** menjadi nilai tunggal -**tฤผ**-; ubah imbuhan **AGLOMERATIF** dari -**r**- menjadi -**ล**-; ubah imbuhan **NOMIK** dari -**w**- menjadi -**m**- kecuali jika didahului langsung oleh konsonan + **t**, konsonan + **p**, atau konsonan + **k**, dalam hal ini ubah imbuhan **NOMIK** menjadi -**h**-; ubah imbuhan **ABSTRAK** dari -**y**- menjadi -**n**-, kecuali jika didahului langsung oleh konsonan + **t**, konsonan + **p**, atau konsonan + **k**, dalam hal ini ubah imbuhan **ABSTRAK** menjadi -**รง**-.
+
+
+
+ - แบalรก
+ - โseeโ-NRM
+ - โmelihatโ
+
+
+ - kลกili
+ - โclownโ-NRM-AFF
+ - โbadutโ
+
+
+ - eลพแธatฤผรซi.
+ - โghostโ-RPV-STM
+ - โhantuโ
+
+
The clown sees what he thinks is/imagines to be ghost.
+
Si badut melihat apa yang menurutnya/dibayangkannya sebagai hantu.
+
+ - แบatฤผรก
+ - โseeโ-RPV
+ - โmelihatโ
+
+
+ - kลกili
+ - โclownโ-NRM-AFF
+ - โbadutโ
+
+
+ - weลพแธรซi.
+ - โghostโ-NRM-STM
+ - โhantuโ
+
+
The clown imagines he is seeing a ghost.
+
Si badut membayangkan dirinya melihat hantu.
+
+
+## 3.6 Kompleks Imbuhan `Ca` {#Sec3_6}
+
+Sebagaimana dijelaskan pada Bagian 3.1 hingga 3.5 di atas, kompleks imbuhan `Ca` adalah satu kumpulan aglutinatif dari imbuhan konsonan yang menyampaikan lima kategori morfologis berbeda dalam satu Slot morfologis (Slot VI). Bentuk konsonan awal menunjukkan Afiliasi, yang kedua menunjukkan Konfigurasi, yang ketiga Ekstensi, dan yang keempat menunjukkan Perspektif dan Esensi. Keempat bentuk konsonan ini dirangkai secara berurutan untuk membentuk kompleks `Ca` secara keseluruhan. Perhatikan bahwa semua kecuali satu dari keempat bentuk konsonan memiliki bentuk bawaan nol, yang berarti bahwa dalam kebanyakan kasus, kompleks `Ca` akan menampilkan kurang dari empat bentuk konsonan. Bahkan, bentuk `Ca` yang paling umum terjadi adalah
CSL/UPX/DEL/M/NRM yang ditunjukkan hanya oleh imbuhan tunggal -**l**-.
+
+
+
+Karena sifat aglutinatif dari kompleks imbuhan `Ca`, akan sangat membantu untuk mengilustrasikan struktur fonologisnya dalam bentuk tabel, seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Perhatikan bahwa, karena banyaknya kombinasi konsonan yang dapat ada dalam kompleks imbuhan ini, tidak dapat dihindari bahwa kombinasi konsonan tertentu akan sulit diucapkan, menimbulkan ambiguitas dengan kombinasi imbuhan lain, atau bahkan melanggar aturan fonotaktik bahasa ini. Karena alasan ini, ada 19 kombinasi konsonan `Ca` yang harus diganti dengan kombinasi konsonan yang berbeda. Kombinasi pengganti ini dikenal sebagai **substitusi alomorfik** dan tercantum dalam tabel di bawah ini. (Perhatikan bahwa dalam daftar substitusi alomorfik, simbol \[C\] berarti โkonsonan apa punโ.)
+
+
+
+
+
+ kompleks Ca โ Afiliasi + Konfigurasi + Ekstensi + Perspektif + Esensi |
+
+
+
+
+ | AFILIASI |
+ Konsolidatif CSL |
+ Asosiatif ASO |
+
+
+ | โ
|
+ l (nฤผ) |
+
+
+ | COA |
+ VAR |
+
+
+ | r (rฤผ) |
+ ล (ล) |
+
+
+ | KONFIGURASI |
+ UPX |
+ DPX |
+
+
+ | โ
|
+ s |
+
+
+ | (M/D)SS |
+ (M/D)SC |
+ (M/D)SF |
+
+
+ | t |
+ k |
+ p |
+
+
+ | c |
+ ks |
+ ps |
+
+
+ | (M/D)DS |
+ (M/D)DC |
+ (M/D)DF |
+
+
+ | ลฃ |
+ f |
+ รง |
+
+
+ | ลฃs |
+ fs |
+ ลก |
+
+
+ | (M/D)FS |
+ (M/D)FC |
+ (M/D)FF |
+
+
+ | z |
+ ลพ |
+ แบ |
+
+
+ | ฤ |
+ kลก |
+ pลก |
+
+
+ | EKSTENSI |
+
+
+ | DEL |
+ ICP |
+ GRA |
+
+
+ | โ
|
+ k / gยน |
+ g / gzยน |
+
+
+ | PRX |
+ ATV |
+ DPL |
+
+
+ | t / dยน |
+ p / bยน |
+ b / bzยน |
+
+
+ | PERSPEKTIF + ESENSI |
+ NRM |
+ RPV |
+
+
+ | M |
+ โ
(l) |
+ l (tฤผ) |
+
+
+ | G |
+ r |
+ ล |
+
+
+ | N |
+ w (v) |
+ m / hยฒ |
+
+
+ | A |
+ y (j) |
+ n / รงยฒ |
+
+
+ | Bentuk dalam tanda kurung adalah bentuk yang berdiri sendiri |
+
+
+ | Substitusi Alomorfik |
+
+
+ | pp > mp |
+ rr > ns |
+ (C)gm > [C]x |
+
+
+ | tt > nt |
+ rล > nลก |
+ [C]gn > [C]ล |
+
+
+ | kk > nk |
+ ลr > ลs |
+ ngn > ลn |
+
+
+ | pb > mb |
+ ลล > ลลก |
+ [C]รงx > [C]xw |
+
+
+ | kg > ng |
+ |
+ [C]bm > [C]v |
+
+
+ | รงy > nd |
+ |
+ [C]bn > [C]แธ |
+
+
+ | ll > pฤผ |
+ |
+ fbm > (fv) > vw |
+
+
+ |
+ |
+ ลฃbn > (tแธ) > แธy |
+
+
+
+
+
+[ยน]: Gunakan bentuk alternatif jika Konfigurasi kata tersebut adalah
UPX
+
+[ยฒ]: Gunakan bentuk alternatif jika didahului oleh \[C\]t-, \[C\]k-, atau \[C\]p-
+
+### 3.6.1 Geminasi `Ca` jika imbuhan `CsVx` hadir di Slot V {#Sec3_6_1}
+
+Jika Slot V dari suatu formatif mengandung imbuhan apa pun, maka perlu ditunjukkan di mana Slot V berakhir dan Slot VI dimulai. Hal ini dilakukan dengan geminasi bentuk `Ca` sesuai aturan di bawah ini. (Inilah mengapa tidak ada penambahan imbuhan `Cs` pada Slot V/VII yang dapat berupa konsonan geminasi.)
+
+::: note
+
+Saat melakukan geminasi bentuk konsonan `Ca`, pertama-tama terapkan semua substitusi alomorfik yang diperlukan pada bentuk `Ca` sesuai tabel di atas. Kemudian terapkan aturan berikut:
+
+:::
+
+1. Untuk bentuk `Ca` yang terdiri dari konsonan tunggal, geminasikan konsonan tersebut, misal, **p โ pp**, **t โ tt**, **m โ mm**, **c โ cc**, **แบ โ แบแบ**, **r โ rr**, **s โ ss**.
+
+2. Bentuk tunggal **tฤผ** menjadi **ttฤผ** (meskipun jika itu berada di posisi akhir kata, itu sebenarnya diucapkan **tฤผฤผ** sesuai dengan aturan untuk geminasi gesek di [Bagian 1.4](01#Sec1_4)).
+
+3. Untuk bentuk yang dimulai dengan sebuah hentian (**t, k, p, d, g, b**) yang diikuti oleh sebuah malaran atau hampiran (**l, r, ล, w, y**), geminasikan hentian tersebut, misal, **pl โ ppl**, **gw โ ggw**.
+
+4. Untuk bentuk yang mengandung sebuah geser atau gesek sibilan (**s, ลก, z, ลพ, รง, c, ฤ**) pada posisi manapun, geminasikan geser atau gesek sibilan tersebut, misal, **kst โ ksst**, **gz โ gzz**, **รงkl โ รงรงkl**, **ฤtw โ ฤฤtw**.
+
+5. Untuk bentuk yang dimulai dengan geser selain sibilan (**f, ลฃ, v, แธ**) atau sebuah sengauan (**n, m, ล**), geminasikan mereka kecuali aturan No. 4 sebelumnya mengenai geser sibilan (**s, ลก, z, ลพ, รง, c, ฤ**) berlaku, misal, **fk โ ffk**, **mpw โ mmpw**.
+
+6. Untuk bentuk yang dimulai dengan sebuah hentian nirsuara (**t, k, p**) yang diikuti oleh sebuah geser (**s, ลก, f, ลฃ, รง**), geminasikan geser tersebut, misal, **pf โ pff**, **tรงkl โ tรงรงkl**, **kst โ ksst**.
+
+7. Untuk bentuk `Ca` yang berakhiran dua hentian, di mana enam aturan sebelumnya tidak berlaku, gunakan substitusi berikut:
+
+ * **pt โ bbแธ**
+ * **pk โ bbv**
+ * **kt โ ggแธ**
+ * **kp โ ggv**
+ * **tk โ แธvv**
+ * **tp โ ddv**
+
+8. Untuk bentuk `Ca` yang berakhiran sebuah hentian (**t, k, p, d, g, b**) ditambah sengauan (**n, m, ล**), di mana tujuh aturan sebelumnya tidak berlaku, gunakan substitusi berikut:
+
+ * **pm โ vvm**
+ * **pn โ vvn**
+ * **km โ xxm**
+ * **kn โ xxn**
+ * **tm โ แธแธm**
+ * **tn โ แธแธn**
+ * **bm โ mmw**
+ * **bn โ mml**
+ * **gm โ ลลw**
+ * **gn โ ลลl**
+ * **dm โ nnw**
+ * **dn โ nnl**
+
+9. Untuk bentuk yang dimulai dengan (**l-, r-, ล-**), terapkan salah satu dari delapan aturan di atas seolah-olah mereka tidak ada; jika bentuk yang dihasilkan termasuk awalan (**l-, r-, ล-**) tidak diperbolehkan secara fonotaktik atau terdengar canggung secara kemerduan, geminasikan (**l-, r-, ล-**) tersebut.
+
+## 3.7 Versi {#Sec3_7}
+
+**Versi** merujuk pada perbedaan dua arah yang dikenal dalam linguistik sebagai โtelisitasโ, yaitu, apakah suatu entitas, tindakan, peristiwa, atau keadaan berorientasi pada tujuan atau hasil. Versi membahas perbedaan semantik yang biasanya ditunjukkan melalui diferensiasi leksikal (yaitu, pilihan kata) dalam bahasa seperti bahasa Inggris. Dua Versi tersebut adalah **PROSESUAL** dan **KOMPLETIF**, seperti yang dijelaskan di bawah ini.
+
+
+
+### 3.7.1
PRC Prosesual {#Sec3_7_1}
+
+**PROSESUAL** adalah versi bawaan dan tidak ditandai. Ini menjelaskan semua objek, entitas, tindakan, kondisi, atau peristiwa yang merupakan tujuan itu sendiri dan bukan berorientasi pada tujuan, yaitu, tidak berfokus pada hasil yang diharapkan atau tujuan akhir yang menjadi sasaran upaya progresif.
+
+### 3.7.2
CPT Kompletif {#Sec3_7_2}
+
+Versi **KOMPLETIF** menggambarkan tindakan, kondisi, atau peristiwa yang mencapai, atau dimaksudkan untuk mencapai, hasil yang diharapkan, yaitu, yang berorientasi pada pencapaian suatu tujuan, hasil, atau keadaan akhir. Perbedaan semacam itu biasanya ditangani melalui pilihan kata dalam bahasa-bahasa Barat. Dinamika Versi dapat dilihat dalam perbandingan berikut:
+
+
+ Prosesual โ Kompletif
+ berburu โ memburu
+ dikalahkan โ kalah
+ belajar โ menguasai
+ memenangkan โ menang
+ berjuang โ meraih hasil
+ mengambil risiko โ mengatasi rintangan; menang
+ bekerja โ membangun, membuat
+ menggusur; menyusup โ menempati, mengambil alih; menaklukkan
+ menuangkan โ menguras
+ menyingkirkan (secara bertahap) โ melenyapkan
+ meningkatkan โ memaksimalkan
+ membaca โ membaca sampai akhir; menyelesaikan membaca
+ mengurangi โ meminimalisasikan
+ mengapit โ mengelilingi
+ memperbesar โ membuat menjadi raksasa
+ menyebar di atas atau menutupi โ membungkus, menelan, menyelimuti
+ menyusutkan โ mengecilkan
+ mengejar โ menyusul
+ makan โ makan semuanya
+ menguber โ menangkap
+ bersaing โ menang
+ hamil โ melahirkan
+ melempar โ mengenai sasaran (dengan lemparan)
+ menipis โ kehabisan
+ tumbuh โ tumbuh besar
+ menggunakan โ menggunakan sampai habis
+ memiliki, memegang โ menyimpan
+ merobek โ mengoyakkan atau menjadikannya berkeping-keping
+ bergabung bersama โ mempersatukan
+ mempercepat, menambah kecepatan โ mencapai kecepatan maksimum
+ menuangkan ke dalam โ mengisi (penuh)
+ berdarah โ berdarah hingga meninggal
+ berlari โ berlari sepanjang jalan
+ turun, pergi ke bawah โ mencapai dasar
+ mencerahkan โ menerangi
+ memperlambat, mengurangi kecepatan โ berhenti
+ mencari, membutuhkan โ menemukan
+ memoles โ mengkilapkan
+ berlatih โ menyempurnakan
+ menggelapkan โ membuatnya menjadi gelap
+ naik, pergi ke atas โ mencapai puncak
+ menjelajah โ menemukan
+
+
+Versi **KOMPLETIF** ditunjukkan dengan memodifikasi bentuk vokal Batang Kata pada Slot II dari Formatif. Ubah vokal Batang 1 dari -**a**- menjadi -**รค**-. Ubah vokal Batang 2 dari -**e**- menjadi -**i**-. Ubah vokal Batang 3 dari -**u**- menjadi -**รผ**-. Vokal Batang Nol -**o**- berubah menjadi -**รถ**-.
+
+Sepasang kalimat-kalimat berikut ini menggambarkan perbedaan antara versi **PROSESUAL** dan **KOMPLETIF**.
+
+
+
+ - Arลฃtulawรก
+ - PRC-โstudyโ-DYN-RTR-OBS
+ - โbelajarโ
+
+
+ - ulhiliolu
+ - Stem.3-โcousinโ-OBJ-GEN/1m-IND
+ - Batang.3-โsepupuโ
+
+
+ - wiosaแธca
+ - Stem.2/N-[carrier]-CLGโ/1-THM
+ - [pembawa]
+
+
+ - Iลฃkuil.
+ - โIthkuilโ
+
+
My cousin studied the Ithkuil language.
+
Sepupu saya belajar bahasa Ithkuil
+
+ - รrลฃtulawรก
+ - CPT-โstudyโ-DYN-RTR-OBS
+ - โbelajarโ
+
+
+ - ulhiliolu
+ - Stem.3-โcousinโ-OBJ-GEN/1m-IND
+ - Batang.3-โsepupuโ
+
+
+ - wiosaแธca
+ - Stem.2/N-[carrier]-CLGโ/1-THM
+ - [pembawa]
+
+
+ - Iลฃkuil.
+ - โIthkuilโ
+
+
My cousin learned the Ithkuil language.
+
Sepupu saya menguasai bahasa Ithkuil
+
+
+## 3.8 Fungsi {#Sec3_8}
+
+**Fungsi** merujuk pada perbedaan dua arah mengenai apakah makna suatu formatif merujuk pada keadaan eksistensial atau psikologis yang statis, atau tindakan atau peristiwa yang dinamis. Perbedaan antara fungsi **STATIF** dan **DINAMIS** masing-masing bersifat objektif dan subjektif. Situasi kontekstual tertentu membutuhkan salah satu atau yang lainnya, sementara untuk situasi kontekstual lainnya, baik Fungsi **STATIF** maupun **DINAMIS** dapat digunakan, masing-masing memiliki makna/interpretasi yang berbeda.
+
+Fungsi ditandai dengan imbuhan `Vr` di Slot IV dari formatif. Perhatikan bahwa imbuhan `Vr` ini adalah imbuhan dengan tiga penggunaan; selain Fungsi, imbuhan ini juga menunjukkan satu dari empat Spesifikasi (lihat [Bagian 2.4.4](02#Sec2_4_4)), serta satu dari empat Konteks (lihat [Bagian 3.9](03#Sec3_9)). Susunan lengkap dari 32 imbuhan `Vr` yang berbeda ditunjukkan dalam tabel di [Bagian 3.9](03#Sec3_9).
+
+
+
+### 3.8.1 Statif {#Sec3_8_1}
+
+Secara umum, fungsi **STATIF** menunjukkan bahwa formatif merujuk pada entitas statis yang tidak berubah (setidaknya dalam durasi situasi kontekstual yang dirujuk). Berikut ini akan ditandai untuk fungsi **STATIF**:
+
+* Kata benda (yaitu, formatif yang memiliki penanda kasus `Vc` di Slot IX) yang menunjukkan objek/entitas fisik berwujud yang dirujuk hanya sebagai cara untuk mengidentifikasinya (yaitu, gerakan atau perubahan atau penggunaan apapun yang dialami oleh objek/entitas tersebut tidak relevan dengan maksud penutur), misal, *sebuah bola*, *sebuah pohon*, *sebuah batu*, *seseorang*, *sebuah awan*, dll.
+
+* Kata benda yang merujuk pada entitas kolektif, afektif, tak berwujud, atau abstrak yang hanya disebut sebagai sarana untuk mengidentifikasinya (yaitu, perubahan, gerakan, atau penggunaan apapun yang terkait dengan objek/entitas tersebut tidak relevan dengan maksud penutur), misal, *kerumunan*, *pikiran*, *keadaan emosional*, *situasi*, *bentuk pemerintahan monarki*, *keindahan sebagai konsep*, *pengalaman estetika*, *sensasi afektif*, dll.
+
+* Kata benda yang merujuk pada tindakan/gerakan/pergerakan/perubahan nyata yang hanya dirujuk oleh pembicara sebagai entitas terbatas semacam gestalt (memiliki durasi atau batasan spasial yang tersirat) di mana fakta bahwa entitas tersebut melibatkan perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan/pertumbuhan tidak relevan, misal, *(suatu contoh/keadaan) tawa*, *(pola) gelombang laut*, *percakapan*, *(pergi) memancing*, *(pergi) berjalan-jalan*, *(suatu kegiatan) membaca*, *(suatu contoh/keadaan) memukul palu (sedang berlangsung)*, *makan [sebagai suatu peristiwa, bukan suatu proses]*, dll.
+
+* Kata kerja (yaitu, formatif tak dibingkai yang ditandai untuk Ilokusi/Harapan/Validasi `Vk` atau formatif dibingkai) yang secara alami merujuk pada keadaan tidak dinamis dan tidak berubah (setidaknya dalam durasi/cakupan konteks yang dimaksudkan pembicara), termasuk keadaan identifikasi, denotasi, deskripsi. Contoh:
+
+ *
Dia adalah seorang penari
;
+ *
Langit berwarna/tampak jingga
;
+ *
Matahari terbenam itu indah
;
+ *
Nama saya Joe/Saya dipanggil Joe
;
+ *
Kotak itu berisi paku.
;
+ *
Kamu terlihat buruk
;
+ *
Saya sedang membaca
;
+ *
Uang melambangkan kejahatan
;
+ *
Ketidakbahagiaan menandakan kegagalan
;
+ *
Penyakit merajalela di kota itu
;
+ *
Nutrisi yang tepat berkaitan dengan anak yanh sehat
.
+
+### 3.8.2 Dinamis {#Sec3_8_2}
+
+Secara umum, fungsi **DINAMIS** menunjukkan bahwa formatif merujuk pada tindakan/gerakan/pergerakan/perubahan atau keadaan yang melibatkan perubahan/gerakan/tindakan di mana perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan tersebut relevan dengan maksud pembicara. Untuk konteks di mana terdapat pasien gramatikal (ditandai dengan kasus **INDUSIF**, **AFEKTIF**, atau **ABSOLUTIF**), fungsi **DINAMIS** menyiratkan efek/dampak/perubahan nyata yang dialami oleh pasien sebagai akibatnya. Berikut ini akan ditandai untuk Fungsi **DINAMIS**:
+
+* Kata benda yang merujuk pada keadaan yang melibatkan perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan di mana perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan tersebut relevan dengan maksud penutur. Terjemahan kata benda yang ditandai **DINAMIS** tersebut ke dalam bahasa Inggris seringkali melibatkan bentuk gerund atau bentuk parafrase yang menekankan derivasi verbal (dalam bahasa Inggris) dari kata benda tersebut. Contoh:
the (raging of the) storm
(*(amukan) badai*);
dancing
(*menari*);
problem-solving
(*pemecahan masalah*);
a meal [as a process]
(*makan [sebagai suatu proses]*), dll.
+
+* Kata kerja yang melibatkan perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan di mana perubahan/gerakan/pergerakan/tindakan tersebut relevan dengan maksud penutur, terutama yang melibatkan pelaku/pemungkin dan pasien.
+
+::: note
+
+Dalam banyak kasus, suatu formatif tertentu dapat mengambil Fungsi **STATIF** atau **DINAMIS**, yang menghasilkan makna/terjemahan yang sedikit berbeda seperti yang ditunjukkan dalam contoh-contoh berikut. (Perhatikan bahwa beberapa contoh ini mengandung "jalan pintas" morfofonologis Slot IV dan VI yang dijelaskan dalam [Bagian 3.10](03#Sec3_10)).
+
+:::
+
+::: tabs
+
+@tab STATIF
+
+
+ - Byalรก pa.
+
+
He has/shows/is showing common sense.
+
Dia memiliki/menunjukkan/sedang menunjukkan akal sehat.
+
+
+ - Vvralรก mi wurรงpi.
+
+
Her passion is dance / She feels passionate about dance.
+
Kegemarannya adalah tari / Dia merasa gemar tari.
+
+
+ - Tlasatลรก รงkava.
+
+
Disease is rampant there.
+
Penyakit merajalela di sana.
+
+
+ - Txasรก ku.
+
+
They are having a meal.
+
Mereka sedang makan.
+
+
+ - Waltlรก wele lo.
+
+
I make the child wear a jacket.
+
Saya membuat anak itu memakai jaket.
+
+
+ - Malรก welu wiosaแธcรค espanya.
+
+
The child is speaking (in) Spanish.
+
Anak itu berbicara dalam bahasa Spanyol
+
+
+ - Yeg arrlalu.
+
+
The cheetah is running.
+
Citah itu sedang berlari.
[Implikasinya hanyalah untuk menyoroti keadaan hewan saat ini, misal, untuk fokus pada kecepatan atau keanggunannya, bahwa berlari adalah karakteristik spesies tersebut, dll.]
+
+@tab DINAMIS
+
+
+ - Byulรก pa.
+
+
+ - ๏ผByulรก pu.*๏ผ
+
+
He uses/exercises/is demonstrating common sense.
+
Dia menggunakan/menerapkan/mendemonstrasikan akal sehat.
[*jika menekankan perubahan keadaan yang menguntungkan sebagai hasilnya]
+
+
+ - Vvralรก mi urรงpuli.
+
+
Her passion is dancing / She feels passionate about dancing.
+
Kegemarannya adalah menari / Dia merasa gemar menari.
+
+
+ - Tlusatลรก รงkava.
+
+
Disease runs rampant there.
+
Penyakit menyebar luas di sana.
+
+
+ - Txusรก ku.
+
+
They are eating a meal.
+
Mereka sedang memakan hidangan
+
+
+ - Altlulรก wele lo.
+
+
I put a jacket on the child / I dress the child in a jacket.
+
Saya memakaikan jaket pada anak itu.
+
+
+ - Mulรก welu wiosaแธcรค espanya.
+
+
The child is saying something in Spanish.
+
Anak itu sedang mengatakan sesuatu dalam bahasa Spanyol.
[*Makna ini dapat juga disampaikan dengan menggunakan Spesifikasi
CTE:
mรผlรก]
+
+
+ - Egรบd arrlalu.
+
+
The cheetah is running.
[The implication being to highlight that it is acting to chase prey, to reach a destination, to flee a predator, etc.]
+
Citah itu sedang berlari.
[Implikasinya adalah untuk menyoroti bahwa ia bertindak untuk mengejar mangsa, mencapai tujuan, melarikan diri dari predator, dll.]
+
+:::
+
+## 3.9 Konteks {#Sec3_9}
+
+**Konteks** adalah kategori morfologis lain yang tidak memiliki padanan dalam bahasa lain. Konteks menunjukkan fitur atau aspek nyata maupun tidak nyata dari suatu bentuk yang secara psikologis tersirat dalam ujaran tertentu. Tidak ada cara untuk menunjukkan hal ini dalam terjemahan selain melalui parafrase. Terdapat empat konteks: **EKSISTENSIAL**, **FUNGSIONAL**, **REPRESENTASIONAL**, dan **AMALGAMATIF**, yang dijelaskan pada Bagian 3.9.1 hingga 3.9.4 di bawah ini.
+
+Konteks ditunjukkan oleh modifikasi bentuk vokal Slot IV. Ini adalah bentuk vokal yang juga menunjukkan Spesifikasi (lihat [Bagian 2.4.4](02#Sec2_4_4)) dan Fungsi (lihat [Bagian 3.8](03#Sec3_8)). Bentuk vokal untuk ketiga kategori morfologi ini ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
+
+
+
+
+
+ Nilai Vr Slot IV |
+
+
+
+
+ | Fungsi |
+ Spesifikasi |
+ Konteks |
+
+
+ | EXS |
+ FNC |
+ RPS* |
+ AMG |
+
+
+ | STA |
+ BSC |
+ a |
+ ai |
+ ia / uรค |
+ ao |
+
+
+ | CTE |
+ รค |
+ au |
+ ie / uรซ |
+ aรถ |
+
+
+ | CSV |
+ e |
+ ei |
+ io / รผรค |
+ eo |
+
+
+ | OBJ |
+ i |
+ eu |
+ iรถ / รผรซ |
+ eรถ |
+
+
+ | DYN |
+ BSC |
+ u |
+ ui |
+ ua / iรค |
+ oa |
+
+
+ | CTE |
+ รผ |
+ iu |
+ ue / iรซ |
+ รถa |
+
+
+ | CSV |
+ o |
+ oi |
+ uo / รถรค |
+ oe |
+
+
+ | OBJ |
+ รถ |
+ ou |
+ uรถ / รถรซ |
+ รถe |
+
+
+
+
+
+\* Untuk keempat
RPS yang dimulai dengan -**i**-, bentuk alternatif yang ditunjukkan digunakan jika didahului langsung oleh -**y**-; Untuk keempat
RPS yang dimulai dengan -**u**-, bentuk alternatif yang ditunjukkan digunakan jika didahului langsung oleh -**w**-.
+
+### 3.9.1
EXS Eksistensial {#Sec3_9_1}
+
+**EKSISTENSIAL** ini adalah Konteks bawaan dan berfokus pada fitur-fitur kata benda atau kata kerja yang secara ontologis objektif, yaitu, ia yang ada terlepas dari pengamat, opini, interpretasi, kepercayaan, atau sikap apa pun. Sama halnya yang dikecualikan dari pertimbangan dalam **EKSISTENSIAL** adalah gagasan tentang penggunaan, fungsi, peran, atau manfaat kata benda. **EKSISTENSIAL** hanya dipergunakan untuk menunjukkan keberadaan kata benda sebagai entitas objektif dan nyata yang sedang dibahas. Dengan demikian, ini digunakan hanya untuk mengidentifikasi kata benda atau kata kerja.
+
+Misalnya, perhatikan kalimat
Seekor kucing berlari melewati ambang pintu
. Jika kata-kata yang sesuai dengan *kucing*, *berlari*, dan *ambang pintu* berada dalam **EKSISTENSIAL**, maka kalimat tersebut hanya menggambarkan suatu adegan objektif. Tidak ada implikasi yang dimaksudkan mengenai sifat subyektif dari kedua entitas atau tindakan yang terlibat. Kalimat tersebut hanya menyatakan bahwa dua entitas saat ini memiliki hubungan spasial dinamis tertentu satu sama lain; kedua entitas tersebut kebetulan adalah seekor kucing dan sebuah ambang pintu, dan berlari hanya menyampaikan sifat dari hubungan spasial tersebut.
+
+
+
+ - Frulawรก
+ - โparallel.translative.motionโ-DYN/EXS-RTR-OBS
+ - โgerak.berpindah.sejajarโ
+
+
+ - warru
+ - โcatโ-STA/EXS-IND
+ - โkucingโ
+
+
+ - pลeluสผa.
+ - โdoorwayโ-STA/EXS-NAV
+ - โambang.pintuโ
+
+
The cat ran past the doorway.
+
Kucing itu berlari melewati ambang pintu.
[ = deskripsi netral dari adegan fisik saja]
+
+
+### 3.9.2
FNC Fungsional {#Sec3_9_2}
+
+Konteks **FUNGSIONAL** berfokus pada fitur-fitur sebuah formatif yang didefinisikan secara sosial oleh ide, sikap, kepercayaan, opini, konvensi, status budaya, penggunaan, fungsi, manfaat, dll. Ini berfungsi untuk mengidentifikasi bukan tentang apa suatu kata benda itu secara eksistensial, tetapi untuk menunjukkan bahwa kata benda tersebut memiliki makna, relevansi, atau tujuan kontekstual yang spesifik (dan subjektif).
+
+Misalnya, dalam kalimat kita sebelumnya
Seekor kucing berlari melewati ambang pintu
, jika kita sekarang menempatkan *kucing*, *ambang pintu*, dan *tindakan berlari* masing-masing ke dalam **FUNGSIONAL**, โkucingโ tidak lagi hanya mengidentifikasi partisipan, ini membuat keberadaannya sebagai kucing (berbeda dengan katakanlah, anjing) menjadi signifikan, misal, karena penutur mungkin takut pada kucing, atau karena kucing dapat masuk ke ruangan dan merusak perabotan, atau karena kucing dikaitkan dengan misteri, atau karena tetangga telah mencari kucing yang hilang, dll. โAmbang pintuโ sekarang menyampaikan tujuannya sebagai pintu masuk, memperkuat apa yang mungkin dilakukan kucing setelah masuk. Demikian pula, kata kerja โberlariโ dalam **FUNGSIONAL** sekarang menyiratkan sifat sembunyi-sembunyi kucing.
+
+
+
+ - Fruilawรก
+ - โparallel.translative.motionโ-DYN/FNC-RTR-OBS
+ - โgerak.berpindah.sejajarโ
+
+
+ - rrailu
+ - โcatโ-STA/FNC-IND
+ - โkucingโ
+
+
+ - pลeสผilua.
+ - โdoorwayโ-STA/FNC-NAV
+ - โambang.pintuโ
+
+
The cat ran past the doorway.
+
Kucing itu berlari melewati ambang pintu.
[ = fokus pada makna/signifikansi pribadi atau sosial dari kucing, berlari melewati, dan ambang pintu]
+
+
+### 3.9.3
RPS Representasional {#Sec3_9_3}
+
+Konteks **REPRESENTASIONAL** berfokus pada suatu formatif sebagai simbol, metafora, atau metonimia[^1], karena ini menunjukkan bahwa formatif tersebut berfungsi sebagai representasi atau pengganti dari konsep atau entitas lain yang secara abstrak diasosiasikan dengannya. Misalnya, konotasi metaforis dari kalimat bahasa Inggris
That pinstripe-suited dog is checking out a kitty
(Anjing berjas garis-garis itu sedang mengamati seekor kucing), dapat disampaikan dengan cara yang sama dalam bahasa Ithkuil dengan menginfleksikan kata-kata untuk โanjingโ dan โkucingโ ke dalam konteks **REPRESENTASIONAL**. **REPRESENTASIONAL** adalah salah satu dari beberapa cara yang oleh bahasa Ithkuil secara gamblang menerjemahkan semua penggunaan metaforis, simbolis, atau metonimis (dari sudut pandang tata bahasa).
+
+Misalnya, dalam kalimat kita sebelumnya
Seekor kucing berlari melewati ambang pintu
, jika sekarang kita menempatkan *kucing*, *ambang pintu*, dan *tindakan berlari* masing-masing ke dalam **REPRESENTASIONAL**, apa yang dimaksud bukan lagi bahwa kucing itu berlari melewati ambang pintu. Mungkin secara sepintas, hal ini sama sekali tidak terjadi, dan penutur hanya ingin menggunakan metafora untuk sesuatu, misalnya, pertanda buruk.
+
+[^1]: Metonimia adalah pemakaian nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal sebagai penggantinya, misalnya โia menelaah Chairil Anwar (karyanya)โ, โolahragawan itu hanya mendapat perunggu (medali perunggu).โ
+
+
+
+ - Frualawรก
+ - โparallel.translative.motionโ-DYN/RPS-RTR-OBS
+ - โgerak.berpindah.sejajarโ
+
+
+ - rrialu
+ - โcatโ-STA/RPS-IND
+ - โkucingโ
+
+
+ - pลiสผolua.
+ - โdoorwayโ-STA/RPS-NAV
+ - โambang.pintuโ
+
+
The cat ran past the doorway.
+
Kucing itu berlari melewati ambang pintu.
[ = mengonotasikan bahwa kucing, berlari melewati, dan ambang pintu adalah metafora]
+
+
+### 3.9.4
AMG Amalgamatif {#Sec3_9_4}
+
+Konteks **AMALGAMATIF** adalah yang paling abstrak dan sulit dipahami dari perspektif linguistik Barat. Ini berfokus pada sifat sistemik, holistik, semacam gestalt, dan komponen dari suatu formatif, yang menyiratkan bahwa totalitas objektif dan subjektifnya berasal secara sinergis dari (atau sebagai sifat yang muncul dari) hubungan antara semua bagiannya, bukan hanya dalam hal penilaian sesaat yang statis, tetapi dengan mempertimbangkan seluruh sejarah perkembangan kata benda dan setiap interaksi serta hubungan yang dimilikinya (baik masa lalu, sekarang, atau yang mungkin) dalam konteks dunia yang lebih luas. Penggunaannya menunjukkan bahwa penutur mengajak pendengar untuk secara subjektif mempertimbangkan semua keajaiban, nuansa emosional, akibat psikologis, dan/atau implikasi filosofis subjektif yang terkait dengan keberadaan, tujuan, atau fungsi kata benda tersebut, sebagai dunia tersendiri, yang secara intrinsik saling terkait dengan dunia yang lebih luas di luarnya pada banyak tingkatan.
+
+Dengan demikian, versi **AMALGAMATIF** dari kalimat kita
Seekor kucing berlari melewati ambang pintu
akan memiliki implikasi yang cukup melodramatis, dengan kucing tersebut mewakili segala sesuatu tentang kucing dan semua yang diwakilinya, ambang pintu mewakili sifat ambang pintu sebagai portal perubahan, ambang batas keberangkatan, dan persimpangan masa lalu dan masa depan, sementara tindakan berlari menjadi representasi dari melarikan diri dari musuh, kecepatan gerakan, tubuh pada pengeluaran energi maksimum, dll.
+
+
+
+ - Froalawรก
+ - โparallel.translative.motionโ-DYN/AMG-RTR-OBS
+ - โgerak.berpindah.sejajarโ
+
+
+ - rraolu
+ - โcatโ-STA/AMG-IND
+ - โkucingโ
+
+
+ - pลaสผรถlua.
+ - โdoorwayโ-STA/AMG-NAV
+ - โambang.pintuโ
+
+
The cat ran past the doorway.
+
Kucing itu berlari melewati ambang pintu.
[ = mengonotasikan fokus pada dampak emosional serta signifikansi budaya dari peristiwa tersebut]
+
+
+## 3.10 Penataan Kembali Slot I dan II sebagai โJalan Pintasโ untuk Slot IV dan VI {#Sec3_10}
+
+Dalam keadaan tertentu, dimungkinkan untuk mempersingkat jumlah suku kata dalam suatu formatif dengan menghilangkan tampilan Slot IV dan Slot VI dan sebagai gantinya menunjukkan informasi morfologisnya melalui Slot I dan II. Formatif yang mengandung penghilangan Slot IV/VI ini disebut formatif "jalan pintas". Hal ini dijelaskan di bawah ini.
+
+Slot I dari suatu formatif membawa prefiks konsonan, `Cc`, yang memiliki dua fungsi: (1) untuk menunjukkan apakah formatif tersebut merupakan formatif gabungan (dijelaskan dalam Bab 8), dan (2) untuk menunjukkan apakah bentuk `Vr+Ca` tertentu dari Slot IV dan VI telah dihilangkan (sehingga ditunjukkan oleh imbuhan `Cc` Slot I dan imbuhan `Vv` Slot II).
+
+Nilai bawaan Slot I adalah hentian glotal (**โ**), yang tidak tertulis dalam skema romanisasi bahasa ini setiap kali berada di posisi awal kata. (Perhatikan bahwa ini berarti tidak ada formatif yang dimulai dengan bunyi vokal; setiap formatif yang ditulis dengan vokal di awal dalam sistem penulisan romanisasi diucapkan dengan didahului oleh hentian glotal.) Hentian glotal yang tidak tertulis ini menandakan bahwa (1) formatif tersebut tidak digabungkan (lihat Bab 8), dan (2) Slot II dari formatif tersebut tidak menampilkan informasi Slot IV atau VI dan Slot IV dan VI dari formatif tersebut belum dihilangkan.
+
+Di sisi lain, jika Slot I berisi nilai **w**- atau nilai **y**-, maka ini berarti Slot IV dan VI dari formatif telah dihilangkan, dan Slot II, selain membawa informasi Batang + Versi yang biasa untuk formatif, juga menyampaikan Fungsi
STA, Spesifikasi
BSC, dan Konteks
EXS (yaitu, setara dengan nilai imbuhan `Vr` Slot IV -**a**-), serta salah satu dari delapan kemungkinan permutasi `Ca` dari Slot VI, empat di antaranya ditunjukkan oleh nilai Slot I **w**-, dan empat lainnya oleh nilai Slot I **y**-. Nilai `Ca` spesifik ditunjukkan pada tabel di bawah ini. (Perhatikan bahwa semua nilai `Ca` bawaan adalah Afiliasi
CSL, Konfigurasi
UPX, Ekstensi
DEL, Perspektif
M, dan Esensi
NRM kecuali jika dinyatakan sebagai yang lain.)
+
+
+
+`Vv` Slot II jika `Cc` Slot I adalah w- atau y- (yaitu, formatif berisi pintasan Slot IV/VI a+`Ca`)
+
+
+
+
+
+
+
+ | Batang |
+ Versi |
+ Vv |
+
+
+
+
+ | Batang 1 |
+ PRC |
+ (a) |
+ ai |
+ ia / uรค |
+ ao |
+
+
+ | CPT |
+ รค |
+ au |
+ ie / uรซ |
+ aรถ |
+
+
+ | Batan 2 |
+ PRC |
+ e |
+ ei |
+ io / รผรค |
+ eo |
+
+
+ | CPT |
+ i |
+ eu |
+ iรถ / รผรซ |
+ eรถ |
+
+
+ | Batang 3 |
+ PRC |
+ u |
+ ui |
+ ua / iรค |
+ oa |
+
+
+ | CPT |
+ รผ |
+ iu |
+ ue / iรซ |
+ รถa |
+
+
+ | Batang 0 |
+ PRC |
+ o |
+ oi |
+ uo / รถรค |
+ oe |
+
+
+ | CPT |
+ รถ |
+ ou |
+ uรถ / รถรซ |
+ รถe |
+
+
+ | Bentuk w + Ca |
+ [bawaan] |
+ G |
+ N |
+ G + RPV |
+
+
+ | Bentuk y + Ca |
+ PRX |
+ RPV |
+ A |
+ PRX + RPV |
+
+
+
+
+
+Contoh-contoh berikut mengilustrasikan perbedaan antara menggunakan pintasan Slot I/II dan tidak menggunakannya:
+
+
+
+ - Yedpรฉi mmoi. / Edpadรฉi mmoi.
+
+
Whereโs the thumping sound coming from?
+
Dari mana suara dentuman itu berasal?
+
+ - Weinลฃdรข. / Enลฃdarรข.
+
+
I recall at least one motorcyclist going by.
+
Saya ingat setidaknya ada satu pengendara sepeda motor yang lewat./div>
+
diff --git a/src/id/docs/loaned version/14.md b/src/id/docs/loaned version/14.md
new file mode 100644
index 00000000..f4a4e480
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/loaned version/14.md
@@ -0,0 +1,13 @@
+---
+title: 14 Leksikon dan Imbuhan
+---
+
+Silakan lihat [basis data terkomputerisasi](https://github.com/ryanlo713/lexicon-json) atau [kamus daring](/enthrirhc).
+
+Mohon klik tombol "Fetch Lexicon from GitHub Repo" untuk bersiap sebelum menggunakan kamus daring untuk pertama kalinya.
+
+## Asli
+
+
+
+
diff --git a/src/id/docs/loaned version/readme.md b/src/id/docs/loaned version/readme.md
new file mode 100644
index 00000000..c03318b1
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/loaned version/readme.md
@@ -0,0 +1,33 @@
+---
+title: Dokumentasi Tata Bahasa
+---
+
+## Pemberitahuan Hak Cipta, Copyright Notice
+
+### Versi berbahasa Indonesia
+
+Pemberitahuan Hak Cipta untuk Karya Asli:
+
+> Hak Cipta ยฉ2004-2011 John Quijada. Anda dapat menyalin atau mengambil sebagian isi dari [situs web ini](http://ithkuil.net/) untuk penggunaan pribadi, individual, atau personal yang bersifat non-komersial dan bukan untuk tujuan keuntungan. Selain itu, Anda dapat menyalin atau mengambil sebagian kecil isi dari [situs web ini](http://ithkuil.net/) dalam artikel, makalah, atau halaman web yang diterbitkan, dapat diakses melalui web, atau didistribusikan secara komersial untuk tujuan peninjauan, komentar, atau analisis, dengan syarat Anda memberikan atribusi penuh kepada penulis dan [situs web ini](http://ithkuil.net/).
+
+Dokumentasi yang telah direvisi ini dirilis di bawah lisensi CC BY-NC-SA 4.0; oleh karena itu, Anda bebas untuk:
+
+* Berbagi โ menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
+* Adaptasi โ menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini.
+* Atribusi โ Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
+* NonKomersial โ Anda tidak dapat menggunakan materi ini untuk kepentingan komersial.
+* BerbagiSerupa โ Apabila Anda menggubah, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
+
+### English version
+
+Copyright Notice For The Original Work:
+
+> Copyright ยฉ2004-2011 John Quijada. You may copy or excerpt any portion of the contents of [this website](http://ithkuil.net/) for private, individual, or personal use which is non-commercial in nature and not for purposes of profit. Otherwise, you may copy or excerpt brief portions of the contents of [this website](http://ithkuil.net/) in published, web-accessible, or commercially distributed articles, papers or webpages for purposes of review, commentary or analysis, provided you give full attribution to the author and [this website](http://ithkuil.net/).
+
+This revised documentation is released under the CC BY-NC-SA 4.0 license; hence, you are free to:
+
+* Share โ copy and redistribute the material in any medium or format.
+* Adapt โ remix, transform, and build upon the material.
+* Attribution โ You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made.
+* Non-Commercial โ You may not use the material for commercial purposes.
+* ShareAlike โ If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
\ No newline at end of file
diff --git a/src/id/docs/loaned version/struct.md b/src/id/docs/loaned version/struct.md
new file mode 100644
index 00000000..c46a6a68
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/loaned version/struct.md
@@ -0,0 +1,1403 @@
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab:active
II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab
III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab
IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab:active
II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab
IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab
VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab:active
VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab:active
II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab:active
IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab:active
IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab:active
VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab:active
V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab
VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
\ No newline at end of file
diff --git a/src/id/docs/readme.md b/src/id/docs/readme.md
new file mode 100644
index 00000000..c03318b1
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/readme.md
@@ -0,0 +1,33 @@
+---
+title: Dokumentasi Tata Bahasa
+---
+
+## Pemberitahuan Hak Cipta, Copyright Notice
+
+### Versi berbahasa Indonesia
+
+Pemberitahuan Hak Cipta untuk Karya Asli:
+
+> Hak Cipta ยฉ2004-2011 John Quijada. Anda dapat menyalin atau mengambil sebagian isi dari [situs web ini](http://ithkuil.net/) untuk penggunaan pribadi, individual, atau personal yang bersifat non-komersial dan bukan untuk tujuan keuntungan. Selain itu, Anda dapat menyalin atau mengambil sebagian kecil isi dari [situs web ini](http://ithkuil.net/) dalam artikel, makalah, atau halaman web yang diterbitkan, dapat diakses melalui web, atau didistribusikan secara komersial untuk tujuan peninjauan, komentar, atau analisis, dengan syarat Anda memberikan atribusi penuh kepada penulis dan [situs web ini](http://ithkuil.net/).
+
+Dokumentasi yang telah direvisi ini dirilis di bawah lisensi CC BY-NC-SA 4.0; oleh karena itu, Anda bebas untuk:
+
+* Berbagi โ menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
+* Adaptasi โ menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini.
+* Atribusi โ Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
+* NonKomersial โ Anda tidak dapat menggunakan materi ini untuk kepentingan komersial.
+* BerbagiSerupa โ Apabila Anda menggubah, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
+
+### English version
+
+Copyright Notice For The Original Work:
+
+> Copyright ยฉ2004-2011 John Quijada. You may copy or excerpt any portion of the contents of [this website](http://ithkuil.net/) for private, individual, or personal use which is non-commercial in nature and not for purposes of profit. Otherwise, you may copy or excerpt brief portions of the contents of [this website](http://ithkuil.net/) in published, web-accessible, or commercially distributed articles, papers or webpages for purposes of review, commentary or analysis, provided you give full attribution to the author and [this website](http://ithkuil.net/).
+
+This revised documentation is released under the CC BY-NC-SA 4.0 license; hence, you are free to:
+
+* Share โ copy and redistribute the material in any medium or format.
+* Adapt โ remix, transform, and build upon the material.
+* Attribution โ You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made.
+* Non-Commercial โ You may not use the material for commercial purposes.
+* ShareAlike โ If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
\ No newline at end of file
diff --git a/src/id/docs/struct.md b/src/id/docs/struct.md
new file mode 100644
index 00000000..c46a6a68
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/struct.md
@@ -0,0 +1,1403 @@
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab:active
II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab
III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab
IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab:active
II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab
IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab
VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab:active
VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab:active
II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab:active
IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab:active
IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab:active
VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
+
+
+
+::: tabs
+
+@tab I
+
+
+ - Istilah
+ - (
Cc
+
+
+ - Kategori
+ - Indikator status penggabungan
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan yang terdiri dari hentian glotal atau bentuk yang diawali dengan -h-.
+
+
+@tab II
+
+
+ - Istilah
+ Vv )
+
+
+ - Kategori
+ - Versi + Batang
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab III
+
+
+ - Istilah
+ Cr
+
+
+ - Kategori
+ - Akar utama
+
+
+ - Bentuk
+ - bentuk konsonan
+
+
+@tab IV
+
+
+ - Istilah
+ Vr
+
+
+ - Kategori
+ - Fungsi + Spesifikasi + Konteks
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab:active
V
+
+
+ - Istilah
+ - (
CsVx ... )
+
+
+ - Kategori
+ - Afiks
VxCs berlaku untuk batang tetapi tidak untuk Ca; Bentuknya adalah -CsVx- (yaitu, terbalik dari bentuk standar Slot VII VxCs)
+
+
+ - Bentuk
+ - konsonan + vokal
+
+
+@tab VI
+
+
+ - Istilah
+ Ca
+
+
+ - Kategori
+ - Konfigurasi + Ekstensi + Afiliasi + Perspektif + Esensi
+
+
+ - Bentuk
+ - Jika Slot V terisi,
Ca akan digeminasi
+
+
+@tab
VII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VxCs ... )
+
+
+ - Kategori
+ - imbuhan
VxCs berlaku untuk batang + Ca
+
+
+ - Bentuk
+ - vokal + konsonan
+
+
+@tab VIII
+
+
+ - Istilah
+ - (
VnCn )
+
+
+ - Kategori
+ - Valensi ATAU Aspek ATAU Fase ATAU Level ATAU Efek
Pilih salah satu dari lima + Modus/Cakupan Kasus
+
+
+ - Bentuk
+ - Slot Modular yang berisi bentuk vokal + bentuk konsonan
+
+
+@tab IX
+
+
+ - Istilah
+ Vc / Vf / Vk
+
+
+ - Kategori
+ - Kasus ATAU Format ATAU Ilokusi + Validasi
sebagaimana ditentukan oleh penekanan suku kata Slot X
+
+
+ - Bentuk
+ - afiks vokal
+
+
+@tab X
+
+
+ - Istilah
+ [PENEKANAN]
+
+
+ - Kategori
+ - penekanan penultima = Relasi TAKDIBINGKAI +
Vc
penekanan ultima = Relasi TAKDIBINGKAI +Vk
penekanan antepenultima = Relasi DIBINGKAI +Vc
+
+
+ - Bentuk
+ - Bentuk suprasegmental
+
+
+:::
\ No newline at end of file
diff --git a/src/id/docs/term.md b/src/id/docs/term.md
new file mode 100644
index 00000000..6ad76c80
--- /dev/null
+++ b/src/id/docs/term.md
@@ -0,0 +1,547 @@
+---
+title: Daftar Istilah
+---
+
+Daftar diambil dari src/ja/docs/term.md
+
+List taken from src/ja/docs/term.md
+
+::: tabs
+
+@tab Konsep dasar
+
+*
peran semantik
semantic role
+*
peran pragmatik
pragmatic role
+*
hubungan gramatikal (atau sintaksis)
grammatical (or syntactical) relations
+*
struktur argumen
argument structure
+*
Slot Posisional
Positional Slot
+
+@tab Fonologi
+
+*
fon
phone
+*
fonem
phoneme
+*
nada; intonasi
pitch
+*
aksen
accent
+*
penekanan
stress
+ *
diberi penekanan
stressed
+*
pola penekanan
stress pattern
+ *
penekanan penultima
penultimate stress
+ *
penekanan ultima
ultimate stress
+ *
penekanan antepenultima
antepenultimate stress
+*
penekanan suku kata
syllabic stress
+*
nada
tone
+*
fonotaktik
phonotactics
+*
fonologi
phonology
+*
bentuk konsonan
dan
bentuk vokal
consonant-form and vowel-form
+*
hentian glotal
glottal stop
+*
Vokal Epentetik
Epenthetic Vowel
+*
bersuara
voiced
+*
nirsuara
voiceless
+*
kontinuan
continuant
+*
getar apiko-alveolar
apico-alveolar trill
+*
antarvokal
intervocalic
+*
gesek
affricate
+*
plosif
plosive
+*
geser
fricative
+*
sibilan
sibilant
+*
kontinuan sibilan
sibilant continuant
+*
Geminasi
Gemination
+*
digeminasi; geminasikan
to be geminated
+*
konsonan yang digeminasi
geminated consonant
+*
posisi awal kata
word-initial position
+*
posisi akhir kata
word-final position
+*
diakritik
diacritic
+ *
aksen tirus
acute accent
+ *
aksen sirkumfleks
circumflex accent
+ *
aksen nontirus
grave accent
+*
sambungan tertulis
written juncture
+
+@tab Hal-hal yang berhubungan dengan formatif
+
+*
morf
morph
+*
morfem
morpheme
+*
akar kata; akar
root
+ *
Akar Pembawa
Carrier Root
+ *
Akar Cs Khusus
Specialized Cs-Roots
+ *
Akar Referensial Khusus
Specialized Referential Roots
+*
Batang kata; Batang
Stems
+ *
Batang 1
Stem 1
+ *
Batang 2
Stem 2
+ *
Batang 3
Stem 3
+ *
Batang 0
Stem 0
+*
Imbuhan
Affixes
+ *
Derajat
Degrees
+ *
Tipe Gradien
Gradient-Type
+ *
Tipe Imbuhan
Affix Type
+ *
Imbuhan Tipe 1
Type-1 Affix
+ *
Imbuhan Tipe 2
Type-2 Affix
+ *
Imbuhan Tipe 3
Type-3 Affix
+*
Penggabungan
Concatenation
+ *
Tipe Penggabungan
Concatenation Type
+ *
Pasangan Penggabungan
Concatenated Pair
+ *
Penggabungan Berantai
Concatenation/Concatenated Chain
+ *
Keadaan Penggabungan
Concatenation Status
+ *
Tidak ada Penggabungan
No Concatenation
+ *
Penggabungan Tipe 1
Type-1 Concatenation
+ *
Penggabungan Tipe 2
Type-2 Concatenation
+ *
tidak digabungkan
unconcatenated
+ *
digabungkan
concatenated
+ *
formatif tergabung
concatenated formative
+ *
formatif tergabung Tipe 1
Type-1 concatenated formative
+ *
formatif tergabung Tipe 2
Type-2 concatenated formative
+*
situasional
circumstantial
+*
dervasional
derivational
+*
terbatas
limited
+*
gabungan
portmanteau
+*
kategori
category
+*
pembentukan
formation
+*
kompleks imbuhan
affix-complex
+*
deskriptif
descriptive
+*
jalan pintas; pintasan
shortcut
+*
tipologi
typology
+*
bahasa aglutinatif
agglutinative language
+*
bahasa sintetis
synthetic language
+*
batang morfosemantik
morpho-semantic stem
+*
infleksi
inflection
+*
derivasi
derivation
+*
struktur kata
word structure
+*
slot
slot
+*
Urutan Bentuk Vokal Standar
Standard Vowel-Form Sequence
+*
penghafalan
memorization
+*
bagan; tabel
chart
+*
matriks
matrix
+*
diftong
diphthong
+*
konjung dwisuku kata
disyllabic conjunct
+*
konjung dwivokal
bivocalic conjunct
+*
tidak diperbolehkan secara fonotaktik
phonotactically impermissible
+*
canggung secara kemerduan
euphonically undesirable
+*
struktur morfologi
morphological structure
+*
pembalikan
reversal
+
+@tab Kelas kata
+
+1.
Formatif
Formatives
+ *
Formatif Induk
Parent Formative
+ *
Formatif yang Berdiri Sendiri
Standalone Formative
+ *
Formatif Gabungan
Concatenated Formatives
+
+2.
Adjung
Adjuncts
+ *
Adjung Imbuhan
Affixual Adjuncts
+ *
Adjung Imbuhan Tunggal
Single-Affix Adjunct
+ *
Adjung Banyak Imbuhan
Multiple-Affix Adjunct
+ *
Adjung Modular
Modular Adjuncts
+ *
Adjung Laras Bahasa
Register Adjuncts
+ *
Adjung Tambahan
Suppletive Adjuncts
+ *
Adjung Pembawa
CAR Carrier Adjunct
+ *
Adjung Kutipan
QUO Quotative Adjunct
+ *
Adjung Penamaan
NAM Naming Adjunct
+ *
Adjung Frasa
PHR Phrasal Adjunct
+ *
Adjung Bias
Bias Adjuncts
+ *
Adjung Pengurai
Parsing Adjuncts
+
+3.
Referensial
Referentials
+ *
Referensial Referen Tunggal
Single-Referent Referential
+ *
Referensial Referen Ganda
Dual-Referent Referential
+ *
Referensial Kombinasi dengan Penumpukan Kasus
Combination Referential with Case-Stacking
+ *
Referensial Orang Pertama Tunggal
1m Monadic Speaker Referential
+ *
Referensial Orang Kedua tunggal
2m Monadic Addressee Referential
+ *
Referensial Orang Kedua Jamak
2p Polyadic Addressee Referential
+ *
Referensial Orang Ketiga Hidup Tunggal
ma Monadic Animate 3rd Party Referential
+ *
Referensial Orang Ketiga Hidup Jamak
pa Polyadic Animate 3rd Party Referential
+ *
Referensial Orang Ketiga Mati Tunggal
mi Monadic Inanimate 3rd Party Referential
+ *
Referensial Referensial Orang Ketiga Mati Jamak
pi Polyadic Inanimate 3rd Party Referential
+ *
Referensial Orang Ketiga Campuran Hidup/Mati
Mx Mixed Animate/Inanimate 3rd Party Referential
+ *
Referensial Pengulangan
Rdp Reduplicative Referential
+ *
Referensial Obviatif
Obv Obviative Referential
+ *
Referensial Sementara
PVS Provisional Referential
+
+@tab:active Istilah Tata Bahasa
+
+
Spesifikasi
Specifications
+
+*
Spesifikasi Dasar
BSC Basic Specification
+*
Spesifikasi Kontensial
CTE Contential Specification
+*
Spesifikasi Konstitutif
CSV Constitutive Specification
+*
Spesifikasi Ojektif
OBJ Objective Specification
+
+
Fungsi
Functions
+
+*
Fungsi Statis/Statif
STA Static/Stative Function
+*
Fungsi Dinamis
DYN Dynamic Function
+
+
Versi
Versions
+
+*
Versi Prosesual
PRC Processual Version
+*
Versi Kompletif
CPT Completive Version
+
+
Konfigurasi
Configurations
+
+*
Jumlah
Plexities
+ *
Satu
U- Uniplex
+ *
Ganda
D- Duplex
+ *
Banyak
M- Multiplex
+*
Keserupaan
Similarities
+ *
Serupa
-S- Similar
+ *
Berbeda
-D- Different/Dissimilar
+ *
Kabur
-F- Fuzzy
+*
Keterpisahan
Separabilities
+ *
Terpisah
-S Separate
+ *
Terhubung
-C Connected
+ *
Menyatu
-F Fused
+
+Daftar kombinasi Konfigurasi
+
+*
Konfigurasi Satu
UPX Uniplex Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Serupa-Terpisah
MSS Multiplex-Similar-Separate Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Serupa-Terhubung
MSC Multiplex-Similar-Connected Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Serupa-Menyatu
MSF Multiplex-Similar-Fused Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Berbeda-Terpisah
MDS Multiplex-Dissimilar-Separate Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Berbeda-Terhubung
MDC Multiplex-Dissimilar-Connected Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Berbeda-Menyatu
MDF Multiplex-Dissimilar-Fused Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Kabur-Terpisah
MFS Multiplex-Fuzzy-Separate Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Kabur-Terhubung
MFC Multiplex-Fuzzy-Connected Configuration
+*
Konfigurasi Banyak-Kabur-Menyatu
MFF Multiplex-Fuzzy-Fused Configuration
+*
Konfigurasi Ganda
DPX Duplex Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Serupa-Terpisah
DSS Duplex-Similar-Separate Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Serupa-Terhubung
DSC Duplex-Similar-Connected Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Serupa-Menyatu
DSF Duplex-Similar-Fused Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Berbeda-Terpisah
DDS Duplex-Dissimilar-Separate Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Berbeda-Terhubung
DDC Duplex-Dissimilar-Connected Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Berbeda-Menyatu
DDF Duplex-Dissimilar-Fused Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Kabur-Terpisah
DFS Duplex-Fuzzy-Separate Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Kabur-Terhubung
DFC Duplex-Fuzzy-Connected Configuration
+*
Konfigurasi Ganda-Kabur-Menyatu
DFF Duplex-Fuzzy-Fused Configuration
+
+
Pertalian
Affiliations
+
+*
Pertalian Konsolidatif
CSL Consolidative Affiliation
+*
Pertalian Asosiatif
ASO Associative Affiliation
+*
Pertalian Koalesen
COA Coalescent Affiliation
+*
Pertalian Variatif
VAR Variative Affiliation
+
+
Batasan
Extensions
+
+*
Batasan Takdibatasi
DEL Delimitive Extension
+*
Batasan Dekat
PRX Proximal Extension
+*
Batasan Awal
ICP Inceptive Extension
+*
Batasan Akhir
ATV Attenuative Extension
+*
Batasan Permulaan
GRA Graduative Extension
+*
Batasan Pengakhiran
DPL Depletive Extension
+
+
Sudut Pandang
Perspectives
+
+*
Sudut Pandang Tunggal
M Monadic Perspective
+*
Sudut Pandang Kumpulan
G Agglomerative Perspective
+*
Sudut Pandang Umum
N Nomic Perspective
+*
Sudut Pandang Abstrak
A Abstract Perspective
+
+
Esensi
Essences
+
+*
Esensi Normal
NRM Normal Essence
+*
Esensi Representatif
RPV Representative Essence
+
+
ๆไฝ
Aspects
+
+*
ๅ้กงไฝ
RTR Retrospective Aspect
+*
ๅฑๆไฝ
PRS Prospective Aspect
+*
็ฟๆ
ฃไฝ
HAB Habitual Aspect
+*
้ฒ่กไฝ
PRG Progressive Aspect
+*
ๅฏธๅไฝ
IMM Imminent Aspect
+*
็ด่ฟไฝ
PCS Precessive Aspect
+*
่ฆๅพไฝ
REG Regulative Aspect
+*
ๅทฒ็ถไฝ
SMM Summative Aspect
+*
ไบๆไฝ
ATP Anticipatory Aspect
+*
ๅ้ไฝ
RSM Resumptive Aspect
+*
ๅๆญขไฝ
CSS Cessative Aspect
+*
ๆซๅฎไฝ
PAU Pausal Aspect
+*
ๅๅธฐไฝ
RGR Regressive Aspect
+*
ไธ้ไฝ
PCL Preclusive Aspect
+*
็ถ็ถไฝ
CNT Continuative Aspect
+*
ๆ็ถไฝ
ICS Incessative Aspect
+*
็ต้จไฝ
EXP Experiential Aspect
+*
ไธญๆญไฝ
IRP Interruptive Aspect
+*
้้กไฝ
PMP Preemptive Aspect
+*
ๆ็ตไฝ
CLM Climactic Aspect
+*
้ทไน
ไฝ
DLT Dilatory Aspect
+*
่จๆไฝ
TMP Temporary Aspect
+*
่น่ทไฝ
XPD Expenditive Aspect
+*
้ฉๆไฝ
LIM Limitative Aspect
+*
ๆ
ๅฟไฝ
EPD Expeditive Aspect
+*
ๅปถ้ทไฝ
PTC Protractive Aspect
+*
ไบๅไฝ
PPR Preparatory Aspect
+*
ๅคๆไฝ
DCL Disclusive Aspect
+*
็ตๆไฝ
CCL Conclusive Aspect
+*
็ตๆซไฝ
CUL Culminative Aspect
+*
ไธญ้ไฝ
IMD Intermediative Aspect
+*
ๆธ่กฐไฝ
TRD Tardative Aspect
+*
็งป่กไฝ
TNS Transitional Aspect
+*
้ฃๅไฝ
ITC Intercommutative Aspect
+*
้ข่ฑไฝ
MTV Motive Aspect
+*
้ ๆฌกไฝ
SQN Sequential Aspect
+
+
ๅนๆ
Effects
+
+*
ไธๅฉ
1:BEN Beneficial to Speaker Effect
+*
ไบๅฉ
2:BEN Beneficial to Addressee Effect
+*
ไธๅฉ
3:BEN Beneficial to Third Party Effect
+*
ๅทฑๅฉ
SLF:BEN Beneficial to Self Effect
+*
ๆช็ฅ
UNK Unknown Benefit Effect
+*
ๅทฑๅฎณ
SLF:DET Detrimental to Self Effect
+*
ไธๅฎณ
3:DET Detrimental to Third Party Effect
+*
ไบๅฎณ
2:DET Detrimental to Addressee Effect
+*
ไธๅฎณ
1:DET Detrimental to Speaker Effect
+
+
็ด
Levels
+
+ใใใใใฎ
็ด
ใซใฏ
็ตถๅฏพๆฏ่ผ
Relative Level ใจ
็ธๅฏพๆฏ่ผ
Absolute Level ใใใใ
+
+*
ๆๅฐ็ด
MIN Minimal Level
+*
ไฝ็ญ็ด
SBE Subequative Level
+*
ๆไฝ็ด
IFR Inferior Level
+*
ๆฏไฝ็ด
DFT Deficient Level
+*
ๅ็ญ็ด
EQU Equative Level
+*
ๆฏ้ซ็ด
SUR Surpassive Level
+*
ๆ้ซ็ด
SPL Superlative Level
+*
้ซ็ญ็ด
SPQ Superequative Level
+*
ๆๅคง็ด
MAX Maximal Level
+
+
ไฝ็ธ
Phases
+
+*
็น็ฌ็ธ
PCT Punctual Phase
+*
็น่ค็ธ
ITR Iterative Phase
+*
้่ค็ธ
REP Repetitive Phase
+*
้ๆฌ ็ธ
ITM Intermittent Phase
+*
ๅๅพฉ็ธ
RCT Recurrent Phase
+*
้ ป็น็ธ
FRE Frequentative Phase
+*
ๆญ็ถ็ธ
FRG Fragmentative Phase
+*
ๆๅ็ธ
VAC Vacillative Phase
+*
ไนฑๆ็ธ
FLC Fluctuative Phase
+
+
็ตๅไพก
Valences
+
+*
็ฌไพก
MNO Monoactive Valence
+*
ๅ
ฑไพก
PRL Parallel Valence
+*
ๅไพก
CRO Corollary Valence
+*
ไบไพก
RCP Reciprocal Valence
+*
่ฃไพก
CPL Complementary Valence
+*
่คไพก
DUP Duplicative Valence
+*
็คบไพก
DEM Demonstrative Valence
+*
ๆฅไพก
CNG Contingent Valence
+*
ๅไพก
PTI Participative Valence
+
+
Konteks
Contexts
+
+*
Konteks Eksistensial
EXS Existential Context
+*
Konteks Fungsional
FNC Functional Context
+*
Konteks Representasional
RPS Representational Context
+*
Konteks Amalgamatif
AMG Amalgamative Context
+
+
ๆ ผ
Cases &
ๆ ผๅผ
Formats
+
+*
ไธปๅฝนๆ ผ้ก
Transrelative Cases
+ *
ไธป้กๆ ผ
THM Thematic Case
+ *
้ๅ
ทๆ ผ
INS Instrumental Case
+ *
็ตถๅฏพๆ ผ
ABS Absolutive Case
+ *
็ต้จๆ ผ
AFF Affective Case
+ *
ๅบๆฟๆ ผ
STM Stimulative Case
+ *
่ตทๅๆ ผ
EFF Effectuative Case
+ *
่ฝๆ ผ
ERG Ergative Case
+ *
ไธๆ ผ
DAT Dative Case
+ *
ๅธฐ่ชๆ ผ
IND Inducive Case
+*
ๅๆ ผ้ก
Appositive Cases
+ *
่งฆๆๆ ผ
POS Possessive Case
+ *
ๅฅๆๆ ผ
PRP Proprietive Case
+ *
็ๆ ผ
GEN Genitive Case
+ *
ๅธฐๅฑๆ ผ
ATT Attributive Case
+ *
ไฝ่
ๆ ผ
PDC Productive Case
+ *
ไธป่ฆณๆ ผ
ITP Interpretative Case
+ *
่ตทๆบๆ ผ
OGN Originative Case
+ *
็ธ่ฃๆ ผ
IDP Interdependent Case
+ *
ไธญ่บซๆ ผ
PAR Partitive Case
+*
้ฃๆณๆ ผ้ก
Associative Cases
+ *
ๅฟ็จๆ ผ
APL Applicative Case
+ *
็จ้ๆ ผ
PUR Purposive Case
+ *
ไธ็ๆ ผ
TRA Transmissive Case
+ *
ๅฐ้ๆ ผ
DFR Deferential Case
+ *
ๅฏพ็
งๆ ผ
CRS Contrastive Case
+ *
ไปฃ่กจๆ ผ
TSP Transpositive Case
+ *
ไบคๆๆ ผ
CMM Commutative Case
+ *
ๅฏพๆฏๆ ผ
CMP Comparative Case
+ *
ไพๆ ๆ ผ
CSD Considerative Case
+*
ๅฏ่ฉๆ ผ้ก
Adverbial Cases
+ *
ๆนๅผๆ ผ
FUN Functive Case
+ *
็ตๅฑๆ ผ
TFM Transformative Case
+ *
ๅ้กๆ ผ
CLA Classificative Case
+ *
็ตๆๆ ผ
RSL Resultative Case
+ *
ๆถ่ฒปๆ ผ
CSM Consumptive Case
+ *
้ๆฅๆ ผ
CON Concessive Case
+ *
ๅฟ้ฟๆ ผ
AVR Aversive Case
+ *
ไพๅคๆ ผ
CVS Conversive Case
+ *
่ๆฏๆ ผ
SIT Situative Case
+*
้ขไฟๆ ผ้ก
Relational Cases
+ *
่ญฐ้กๆ ผ
PRN Pertinential Case
+ *
ๆ่ฟฐๆ ผ
DSP Descriptive Case
+ *
็ธ้ขๆ ผ
COR Correlative Case
+ *
ๆๅๆ ผ
CPS Compositive Case
+ *
ไป้ๆ ผ
COM Comitative Case
+ *
ไฝฟ็จๆ ผ
UTL Utilitative Case
+ *
ๅบ็คๆ ผ
PRD Predicative Case
+ *
้ขไฟๆ ผ
RLT Relative Case
+*
่ฆชๅๆ ผ้ก
Affinitive Cases
+ *
ๆฌฒๆฑๆ ผ
ACT Activative Case
+ *
ไผผๆงๆ ผ
ASI Assimilative Case
+ *
ๆงๆ ผ
ESS Essive Case
+ *
็ฎ็ๆ ผ
TRM Terminative Case
+ *
ๅจๆๆ ผ
SEL Selective Case
+ *
ๆบๆ ๆ ผ
CFM Conformative Case
+ *
ๆฌก็ฌฌๆ ผ
DEP Dependent Case
+ *
ๅผๆ ผ
VOC Vocative Case
+*
ๆ็ฉบๆ ผ้ก
Spatio-Temporal Cases
+ *
ๅฆๆ ผ
LOC Locative Case
+ *
ๅๆ ผ
ATD Attendant Case
+ *
ๅๆ ผ
ALL Allative Case
+ *
้ขๆ ผ
ABL Ablative Case
+ *
ๆญฃๅฏพๆ ผ
ORI Orientative Case
+ *
็ธๅฏพๆ ผ
IRL Interrelative Case
+ *
็ซฏ็นๆ ผ
INV Intrative Case
+ *
่ป้ๆ ผ
NAV Navigative Case
+ *
ๆๅๆ ผ
CNR Concursive Case
+ *
ๆฏไพๆ ผ
ASS Assessive Case
+ *
ๆๆๆ ผ
PER Periodic Case
+ *
ๆ้ทๆ ผ
PRO Prolapsive Case
+ *
ๅ
่กๆ ผ
PCV Precursive Case
+ *
ๅพ็ถๆ ผ
PCR Postcursive Case
+ *
็ต้ๆ ผ
ELP Elapsive Case
+ *
ๅฐ้ๆ ผ
PLM Prolimitive Case
+
+
ๆ ผๆฏ้
Case-Scope
+
+*
่ช็ถๆฏ้
CCN Natural Case-Scope
+*
ๅ
่กๆฏ้
CCA Antecedent Case-Scope
+*
ๅพๅฑๆฏ้
CCS Subaltern Case-Scope
+*
ไฟฎ้ฃพๆฏ้
CCS Qualifier Case-Scope
+*
ๅ่กๆฏ้
CCS Precedent Case-Scope
+*
ๅพ็ถๆฏ้
CCV Successive Case-Scope
+
+
ๅๆณ
Moods
+
+*
ไบๅฎๆณ
FAC Factual Mood
+*
ๆฅ็ถๆณ
SUB Subjunctive Mood
+*
ไปฎๅฎๆณ
ASM Assumptive Mood
+*
ๆจๆธฌๆณ
SPC Speculative Mood
+*
ๅไบๅฎๆณ
COU Counterfactive Mood
+*
ไปฎ่ชฌๆณ
HYP Hypothetical Mood
+
+
ๆ นๆ
๏ผ
่จผๆ ๆง
๏ผ Validations
+
+*
่ฆณๅฏๆ นๆ
OBS Observational Validation
+*
ๅๆณๆ นๆ
REC Recollective Validation
+*
็ขบ่จผๆ นๆ
PUP Purportive Validation
+*
ๅ ฑๅๆ นๆ
RPR Reportive Validation
+*
ไธ่ฉณๆ นๆ
USP Unspecified Validation
+*
ๆณๅๆ นๆ
IMA Imaginary Validation
+*
ๆ
ฃ็ฟๆ นๆ
CVN Conventional Validation
+*
็ดๆๆ นๆ
ITU Intuitive Validation
+*
ๆจ่ซๆ นๆ
INF Inferential Validation
+
+
่ชๆ
๏ผ
็บ่ฉฑๅ
่ก็บ
๏ผ Illocutions
+
+*
่กจ่ฟฐ่ชๆ
ASR Assertive Illocution
+*
ๆ็คบ่ชๆ
DIR Directive Illocution
+*
ๅฎฃ่จ่ชๆ
DEC Declarative Illocution
+*
็ๅ่ชๆ
IRG Interrogative Illocution
+*
็ขบ่ช่ชๆ
VRF Verificative Illocution
+*
่ญฆๅ่ชๆ
ADM Admonitive Illocution
+*
้กๆ่ชๆ
POT Potentiative Illocution
+*
ๅงๅ่ชๆ
HOR Hortative Illocution
+*
ๆณๅฎ่ชๆ
CNJ Conjectural Illocution
+
+
ๆๅ
Bias
+
+*
ๅฅๅๆๅ
ACC Accidental Bias
+*
ๅ
ธๅๆๅ
ACH Archetypal Bias
+*
ๆฟ่ชๆๅ
ADS Admissive Bias
+*
็บ่กจๆๅ
ANN Annunciative Bias
+*
ๆๅพ
ๆๅ
ANP Anticipative Bias
+*
่ฏๅฎๆๅ
APB Approbative Bias
+*
ๆๆ
ฎๆๅ
APH Apprehensive Bias
+*
ไปปๆๆๅ
ARB Arbitrary Bias
+*
็ๆฌๆๅ
ATE Attentive Bias
+*
ๆญ็ฌๆๅ
CMD Comedic Bias
+*
ๆญ่จๆๅ
CNV Contensive Bias
+*
ๅถ็ถๆๅ
COI Coincidental Bias
+*
่
ๆๆๅ
CRP Corruptive Bias
+*
ไฟฎๆญฃๆๅ
CRR Corrective Bias
+*
่่ฆๆๅ
CTP Contemptive Bias
+*
ๆๆกๆๅ
CTV Contemplative Bias
+*
ไธๅฎๆๅ
DCC Disconcertive Bias
+*
่ฝ่ๆๅ
DEJ Dejective Bias
+*
ๆ็ธฎๆๅ
DES Desperative Bias
+*
ๅ
ๆฐๆๅ
DFD Diffident Bias
+*
่ปฝ่ฆๆๅ
DIS Dismissive Bias
+*
ๆญๅๆๅ
DLC Delectative Bias
+*
็ผ็ๆๅ
DOL Dolorous Bias
+*
ๅๆๆๅ
DPB Disapprobative Bias
+*
ๅฒ็ฌๆๅ
DRS Derisive Bias
+*
ๆ็ๆๅ
DUB Dubitative Bias
+*
็ๅๆๅ
EUH Euphoric Bias
+*
ๅฉๆฒๆๅ
EUP Euphemistic Bias
+*
็ฆ็ฅๆๅ
EXA Exasperative Bias
+*
็ท่ฟซๆๅ
EXG Exigent Bias
+*
็ต่ฏๆๅ
FOR Fortuitous Bias
+*
ๅคขไธญๆๅ
FSC Fascinative Bias
+*
ๆบๆฆๆๅ
GRT Gratificative Bias
+*
ๆๆฐๆๅ
IDG Indignative Bias
+*
ๅฟ้
ๆๅ
IFT Infatuative Bias
+*
ๅฝ็ถๆๅ
IPL Implicative Bias
+*
ๅฌไฟๆๅ
IPT Impatient Bias
+*
้ขจๅบๆๅ
IRO Ironic Bias
+*
็กๅณๆๅ
ISP Insipid Bias
+*
ไธๆบๆๅ
IVD Invidious Bias
+*
ๅผท่ฆๆๅ
MND Mandatory Bias
+*
่กจๅบๆๅ
MNF Manifestive Bias
+*
่ชๅผตๆๅ
OPT Optimal Bias
+*
ๆฒ่ฆณๆๅ
PES Pessimistic Bias
+*
ๅฅ็ฐๆๅ
PPT Propitious Bias
+*
้ฉๆๆๅ
PPX Perplexive Bias
+*
ๆ่ญฐๆๅ
PPV Propositive Bias
+*
ๅนณๅกๆๅ
PSC Prosaic Bias
+*
ๆจๅฎๆๅ
PSM Presumptive Bias
+*
ๅๅฟๆๅ
RAC Reactive Bias
+*
่ฆๅบงๆๅ
RFL Reflective Bias
+*
็ตถๆๆๅ
RSG Resignative Bias
+*
ๅซๆชๆๅ
RPU Repulsive Bias
+*
้็ๆๅ
RVL Revelative Bias
+*
ๆบ่ถณๆๅ
SAT Satiative Bias
+*
ๆๆกๆๅ
SGS Suggestive Bias
+*
ไธไฟกๆๅ
SKP Skeptical Bias
+*
ๆ้กๆๅ
SOL Solicitative Bias
+*
ๆๆๆๅ
STU Stupefactive Bias
+*
ๆๆๆๅ
TRP Trepidative Bias
+*
่็ซๆๅ
VEX Vexative Bias
+
+
ๅพๅฑ้ขไฟ
Relations
+
+*
้ๅพๅฑๆ ้ขไฟ
Unframed Relation
+*
ๅพๅฑๆ ้ขไฟ
Framed Relation
+
+
ๆ ผๆ
Case-Frame
+
+
ๆ ผๆกๆฅ่พ
Case-Accessor Affix
+
+
ๅๆ ผๆกๆฅ่พ
Inverse Case-Accessor Affix
+
+
็ณๆ ผๆฅ่พ
Case-Stacking Affix
+
+
่จๅ
Registers
+
+*
ๅไบๅ
NRR Narrative Register
+*
็บ่จๅ
DSV Discursive Register
+*
่ๆณจๅ
PNT Parenthetical Register
+*
ๅบๅๅ
SPF Specificative Register
+*
ไพ็คบๅ
EXM Exemplificative Register
+*
้ป่ๅ
COG Cogitant Register
+*
ๆฌไบๅ
END Carrier-End Register
+
+:::
+